Tampilkan postingan dengan label Amerika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amerika. Tampilkan semua postingan

05 November 2008

Kota Obama di Jepang Rayakan Kemenangan Obama


Rabu, 05/11/2008 18:34 WIB
Tokyo - Barack Obama terpilih menjadi presiden baru AS. Masyarakat Jepang di Kota Obama pun diliputi kegembiraan. Mereka bahagia dengan kemenangan politikus yang punya nama sama dengan kota mereka.

Teriakan "Obama! Obama! Obama!" dilontarkan warga kota tersebut begitu mendengar kemenangan Obama.

Bahkan ada kelompok gadis-gadis Jepang yang menamakan diri "Obama Girls". Mereka merayakan kemenangan Obama dengan memamerkan tarian hula-hula khas Hawaii, tempat Obama pernah tinggal bersama nenek dan kakeknya. Demikian seperti diberitakan News.com.au, Rabu (5/11/2008).

"Ini hebat. Saya terus mengikuti pemilihan ini di TV. Saya berharap Obama bisa membuat dunia lebih damai," tutur salah seorang anggota "Obama Girls".

Kota Obama hanya berpenduduk 32 ribu jiwa. Dalam bahasa Jepang, Obama berarti "pantai kecil". Kota Obama tadinya merupakan kota nelayan. Namun kini kota di Jepang barat itu telah berubah menjadi wisata.

Dengan usia kota yang telah 500 tahun lebih, kota itu punya beberapa kuil kuno yang menjadi kebanggaan. Namun kota itu kurang dikenal, bahkan di kalangan turis Jepang. Tapi itu sebelum kampanye Obama menuai keberhasilan.

Sejak Obama gencar berkampanye, Kota Obama tersebut telah berulang kali dijadikan fitur di media internasional dan domestik. Buntutnya, jumlah pengunjung pun meningkat hingga 20 persen. Demikian disampaikan Shigeyoshi Takeda, pimpinan biro pariwisata Kota Obama.

"Kami punya pengunjung yang jauh lebih banyak sejak kampanye itu, khususnya warga asing. Padahal sebelumnya kami jarang kedatangan warga asing," ujarnya.
(ita/ita)Rita Uli Hutapea - detikNews

JK Ucapkan Selamat kepada Obama


Rabu, 05/11/2008 12:49 WIB
Jakarta - Wapres Jusuf Kalla mengucapkan selamat atas terpilihnya Barack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat. Ia memuji kemenangan Obama sebagai hal yang luar biasa.

"Sebagaimana kita menduga dan mengharapkan Obama terpilih menjadi presiden meskipun masih electoral vote. Makanya, saya ucapkan selamat kepada Obama," kata JK di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (5/11/2008).

Dikatakan dia, kemenangan Obama di atas perkiraan orang. "Sudah 70 persen. Luar biasa memang," ujarnya.

Menurut dia, terpilihnya Obama merupakan harapan rakyat AS dan dunia.

"Yang penting bukan politisi semacam Bush dan Republik. Ini harapan dunia. Sangat jarang AS mengalami dua kesulitan sekaligus. Kalau bukan politik, pasti hanya kesulitan ekonomi. Tetapi, pada era Bush betul-betul kedua-duanya. Rakyat AS ingin perubahan. Dan ini juga harapan dunia. Yang penting bukan politisi seperti Bush. Jadi kita ucapkan selamat," papar Ketua Umum Partai Golkar ini.

(aan/iy)

McCain Ucapkan Selamat kepada Obama


Rabu, 05/11/2008 11:43 WIB
Phoenix - Bertempat di Phoenix, Arizona, senator John McCain akhirnya mengakui kekalahannya atas kandidat presiden AS dari Partai Demokrat, Barack Obama. Di depan ribuan pendukungnya, McCain yang didampingi Cindy, istrinya, serta Sarah Palin, kandidat wakil presiden Republik beserta suaminya mengatakan bahwa ia siap mendukung Obama.

"Saya baru saja menelepon senator Barack Obama dan mengucapkan selamat...", ujar McCain yang sebelum menyelesaikan kalimatnya, ribuan pendukung McCain yang hadir mencemooh kemenangan Obama. McCain yang tampil tenang kemudian menjelaskan kepada para pendukungnya bahwa ia menerima kekalahan tersebut.

"Saya tahu bahwa kemenangannya merupakan kebanggaan bagi kaum Afrika-Amerika. Tapi kemenangannya juga merupakan pilihan rakyat AS. Di negara kita, kesempatan itu terbuka bagi semua orang, tak terkecuali senator Obama yang memiliki ide dan kemampuan," ujar McCain yang mencoba menenangkan pendukungnya yang kebanyakan berkulit putih.

McCain yang sesekali berdiam sejenak kemudian mengingatkan agar bangsa AS tidak mundur ke perilaku rasis yang telah ada selama berabad-abad. "Kita semua orang Amerika. Buat saya, itu ikatan paling penting," jelas McCain mengenai pendiriannya atas Barack Obama yang terpilih sebagai presiden kulit hitam pertama di AS.

Kontan ucapan McCain tersebut disambut tepuk tangan meriah oleh para pendukungnya. "Tuhan memberkati Anda dan Tuhan memberkati Amerika," tutup McCain sambil berkaca-kaca.(alf/asy)Alfian Banjaransari - detikNews

Barack Obama Presiden AS!


Rabu, 05/11/2008 11:15 WIB
Washington - Sejarah baru telah tercipta di AS. Barack Obama dipastikan menjadi presiden kulit hitam pertama di AS. Obama menjadi presiden AS ke-44.

Meski hasil resmi belum diumumkan, namun hampir dapat dipastikan kandidat dari partai Demokrat tersebut menguasai 297 electoral votes sementara McCain hanya mendapat 145 electoral votes. Demikian seperti dilansir BBC, Rabu (5/11/2008).

Ribuan warga AS yang memadati Grant Park di Chicago bersorak sorai ketika mengetahui senator dari Chicago tersebut telah meraih 297 electoral votes. Banyak di antaranya yang menangis karena gembira.

Diperkirakan, lautan manusia akan terus memadati Grant Park di Chicago, yang berada di Negara Bagian Illinois, tempat Barack Obama selama ini berkiprah sebagai senator.

Untuk memenangi kursi kepresidenan, kandidat harus meraih setidaknya 270 suara elektoral. Seperti diketahui, dalam sistem pemilu AS, presiden dan wakil presiden sebenarnya tidak dipilih secara langsung oleh rakyat. Melainkan melalui para utusan negara bagian yang disebut dengan elektor. Setiap negara bagian memiliki jumlah elektor yang telah ditentukan. Jumlahnya berbeda-beda untuk tiap negara bagian. Mereka inilah yang nantinya akan memilih presiden sesuai hasil di negara bagian masing-masing.

Jadi kandidat yang meraih suara terbanyak (popular vote) belum tentu akan memenangi pilpres. Sebab yang menentukan adalah perolehan jumlah suara elektoral (electoral votes).
(alf/ita)Alfian Banjaransari - detikNews

Pendukung Obama Siapkan Pesta Kemenangan


Rabu, 05/11/2008 08:08 WIB
Jakarta - Penghitungan hasil pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) belum selesai. Namun, para pendukung Barrack Obama sudah menyiapkan perayaan
kemenangan.

Seperti dikutip dari CNN, Rabu (5/11/2008), masyarakat Chicago misalnya, sangat antusias menyambut kemenangan senatornya, meski belum tentu hal itu
terjadi.

Perayaan di kota Chicago dipusatkan di Grant Park. Dan kini, ribuan orang tengah berduyun-duyun menuju Grant Park untuk merayakan kemenangan Obama.

Meski demikian, para pengamat mengingatkan agar masing-masing kandidat yang
berlaga tidak berpuas diri dulu. Hal ini mengingat persentase suara yang masuk masih sangat kecil, sehingga belum bisa digunakan untuk memprediksi siapa pemenang pilpres kali ini.

Berdasarkan hasil sementara, McCain diperkirakan mendapat delapan electoral vote smeentara Obama baru mendapat tiga. Electoral vote McCain didapat dari negara bagian Kentucky dimana ia menang telak. Obama sendiri diperkirakan menang di Vermont. Saat ini penghitungan masih dilakukan di kedua negara bagian tersebut bersamaan dengan negara bagian lain seperti Virginia, Indiana, dan Georgia.

Para pengamat mengingatkan agar spekulasi mengenai presiden berikutnya tak
mendasarkan data dari popular vote (suara pemilih), namun dari electoral vote (suara perwakilan negara bagian) karena electoral vote lah yang akan menentukan siapa presiden AS berikutnya.

Di AS, sebanyak 538 electoral college diperebutkan. Siapapun yang ingin melenggang menuju Gedung Putih harus meraup 270 electoral college.(alf/ndr)Alfian Banjaransari - detikNews

Fidel Castro Berharap Obama Menang


Rabu, 05/11/2008 05:25 WIB
Jakarta - Dunia menantikan dan menaruh harap kepada pemimpin AS pengganti George W Bush tersebut. Tak terkecuali negara-negara Amerika Latin, yang selama ini dianggap sebagai "pekarangan belakang" negeri Paman Sam tersebut.

Sebagaimana diberitakan AFP, Selasa (4/11/2008) para pemimpin negara-negara
Amerika Latin menyatakan kesediaannya bekerja sama dengan presiden AS terpilih, siapapun orangnya. Meski demikian, kecenderungan yang timbul adalah dukungan, meski tak langsung, terhadap kandidat dari partai Demokrat, Barack Obama.

Mantan pemimpin Kuba Fidel Castro yang selama ini dikenal anti AS malah
terang-terangan memuji Obama yang dinilainya "lebih cerdas" daripada rivalnya yang "doyan berkelahi", John McCain dari partai Republik.

Pernyataan Castro yang dimuat surat kabar pemerintah Kuba merupakan bagian dari gelombang besar dukungan terhadap Obama yang mengalir dari sebagian besar penjuru dunia, tak terkecuali Amerika Latin.

"Tidak ada keraguan lagi, Obama lebih cerdas, berbudaya, dan teratur bila dibandingkan dengan rivalnya yang doyan berkelahi, John McCain," jelas Castro yang kini telah digantikan adiknya Raul.

Rekan Castro, yang juga dikenal anti AS, Presiden Hugo Chavez juga secara
tersirat mendukung Obama. Chavez berkata bahwa, "Dengan Obama, akan ada secercah cahaya di cakrawala,".

Sebaliknya menurut Chavez, bila McCain yang mengenai hubungan AS-Venezuela akan "berat".

Uniknya, keberpihakan terhadap Obama tidak hanya terdapat di negara Latin yang berseberangan dengan AS. Di negara Latin yang pro AS pun dukungan dan pujian terhadap kandidat presiden AS kulit hitam itu kian mengemuka.

Presiden Paraguay Fernando Lugo dalam lawatannya ke Meksiko menyebutkan bahwa 'Kemenangan Obama bukanlah suatu hal yang mengejutkan'. Menurutnya, siapapun yang menjadi presiden AS mendatang bukan masalah.

"Yang penting, ia memahami proses-proses yang terjadi di Amerika Latin serta berkomitmen terhadap hubungan baik dengan negara-negara di kawasan," jelasnya.(alf/ndr)Alfian Banjaransari - detikNews

04 November 2008

Harapan Warga Kenya Akan Kemenangan Obama


Pemilu Bersejarah AS Dimulai
Getty Images
Barack Obama dan John McCain (kanan)
Selasa, 4 November 2008 | 18:44 WIB

WASHINGTON,SELASA-Setelah kampanye yang panjang, dan paling mahal dalam sejarah pemilihan AS, rakyat AS mulai memberikan suara untuk memilih presiden ke 44, Selasa (4/11).

Jadwal pencoblosan di sekitar Negara Bagian Vermont (wilayah timur AS) dimulai pukul 05.00 waktu setempat (Selasa pukul 17.00 WIB) dan diikuti sejumlah negara bagian lain di wilayah timur pada pukul 06.00 atau 07.00.

John McCain dari partai Republik dan calon partai Demokrat, Barack Obama sudah kembali ke daerah asal mereka, Arizona dan Illinois, untuk kampanye terakhir dan memberikan suara.

Obama sejauh ini memimpin di jajak pendapat dan diperkirakan akan tercapai rekor jumlah pemilih terbesar di Amerika Serikat.

Dalam pemungutan suara pertama, Obama mengalahkan McCain dengan 15 suara dan 6 suara di Dixville Notch, New Hampshire. Kota itu selama 60 tahun belakangan menjadi daerah pertama yang memberikan suara dan mulai membuka tempat pemungutan suara tengah malam dengan partisipasi warga 100%. Tahun 2004 lalu, George W. Bush menang di kota ini dalam pemilihan untuk masa jabatan keduanya. Kemenangan Demokrat di kota ini merupakan pertama kalinya dalam waktu 40 tahun belakangan.

Kedua calon presiden yang bersaing menghabiskan hari-hari akhir yang melelahkan Senin kemarin dengan berkunjung ke beberapa negara bagian penting. Senator McCain menyelesaikan maraton di 7 negara bagian dan mendesak pendukungnya untuk berjuang meraih kemenangan.

Sementara itu Senator Obama dalam kampanye terakhirnya di Virgina mengatakan kepada para pemilih bahwa dia punya satu kata; 'Esok.'

Jajak pendapat yang dilakukan USA Today/Gallup yang diterbitkan Senin memperlihatkan pemilih cenderung mendukung Obama dengan selisih suara 11% dari McCain, yaitu 53-42%. Beberapa jajak pendapat nasional lain memperlihatkan Obama unggul antara 5% hingga 11%.

Namun beberapa faktor tampaknya mempengaruhi hasil jajak pendapat itu. Faktor tersebut antara lain warna kulit Obama mungkin membuat pemilih yang ikut jajak pendapat tidak ingin terkesan rasis, dan apakah para pemilih pertama yang ikut jajak memang akan memberikan suara di TPS.

Pemungutan suara berakhir pukul 19.00-21.00 (Rabu pukul 07.00-09.00 WIB). Batas waktu pemungutan suara dapat mundur sesuai kebijakan otoritas setempat jika atas alasan masih banyak calon pemilih mengantre menjelang waktu penutupan. Siapa presiden AS yang ke-44, John McCain (72) atau Barack Obama (47), bisa diketahui di Indonesia, Rabu (5/11) malam WIB.

22 Oktober 2008

Obama Imbau AS Waspadai Serangan Selama Pergantian Presiden


Kamis, 23/10/2008 12:45 WIB
Washington - Capres AS Barack Obama mengimbau warga AS untuk waspada terhadap serangan selama pergantian presiden AS.

Imbauan itu disampaikan Obama dalam konferensi pers di Richmond, Virginia seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (22/10/2008).

Menurut Obama, siapapun yang akan menggantikan Presiden George W. Bush akan menghadapi ancaman dan ujian. Itu disebabkan oleh serangkaian kebijakan buruk Bush yang mengakibatkan perang tidak berkesudahan dan perekonomian yang anjlok.

"Periode transisi ke pemerintahan baru senantiasa mengharuskan kita untuk waspada," kata Obama.

"Kita harus berhati-hati agar seiring kita meneruskan tongkat demokrasi, pihak lain tidak akan memanfaatkannya. Tak peduli apakah itu saya sendiri (sebagai presiden) atau Senator McCain," imbuh capres Partai Demokrat itu.

Pemilihan presiden AS tinggal dua pekan lagi. Saat ini, Obama terus mengungguli rivalnya John McCain dari Partai Republik. Bahkan dalam sejumlah polling AS, Obama berhasil memimpin atas McCain dengan selisih dua digit.(ita/iyRita Uli Hutapea - detikNews

13 Oktober 2008

Hillary Clinton Prediksi Obama Menang Telak Atas McCain


Selasa, 14/10/2008 12:45 WIB
Jakarta - Mantan ibu negara AS Hillary Clinton memprediksi Barack Obama akan meraih kemenangan besar dalam pemilihan presiden AS, 4 November 2008.

"Menurut saya, kita sedang mengarah ke kemenangan yang sangat besar," kata istri mantan presiden Bill Clinton itu seperti dilansir ABC News, Selasa (14/10/2008).

Dalam berbagai polling nasional, Obama kian jauh meninggalkan rivalnya, John McCain. Menurut polling terbaru Washington Post/ABC News, Obama unggul 10 poin atas McCain. Obama meraih 53 persen suara sedangkan McCain, rivalnya dari Partai Republik cuma mendapat 43 persen suara.

Belakangan ini para pendukung McCain kerap melontarkan kata-kata kasar terhadap Obama. Dalam sejumlah kampanye McCain, sebagian pendukung McCain meneriakkan kata-kata "teroris" dan "bunuh dia" terhadap Obama.

McCain yang juga kerap melontarkan serangan karakter terhadap Obama, belakangan ini mulai berubah. Senator Arizona itu berupaya meredakan kemarahan para pendukungnya. McCain bahkan mengimbau para pendukungnya untuk tetap menghormati Obama.

Hillary pun memuji upaya McCain itu. "Saya pikir mereka (massa pendukung McCain) telah bersikap negatif. Tapi menurut saya, Senator McCain sendiri secara terbuka telah mengatakan kalau itu bukan cara yang ingin dilakukannya. Dan saya hargai itu," kata bekas rival Obama dalam pencalonan presiden Partai Demokrat itu.(ita/iy)Rita Uli Hutapea - detikNews

29 September 2008

House Of Refpresentatif DPR AS Tolak Bailout


Selasa, 30/09/2008 07:32 WIB
DPR AS Tolak Bailout
Washington - Kabar buruk bagi bursa dunia, House of Representatives (DPR) Amerika Serikat secara dramatis menolak rancangan undang-undang mengenai upaya penyelamatan industri keuangan AS senilai US$ 700 miliar.

Sebanyak 228 anggota DPR AS menolak bailout melalui mekanisme voting terbuka selama 15 menit ini, sedangkan 205 menyetujui bailout. Penolakan muncul sebagian besar dari Partai Republik, partai Presiden George W Bush sendiri.

Sebelumnya pemerintahan AS George W Bush sangat percaya diri bailoutnya akan disetujui DPR setelah ada kompromi dengan Kongers AS.
"Proses legislasi gagal, krisis masih bersama kita," ujar Nancy Pelosi, juru bicara DPR AS seperti dikutip Reuters, Selasa (30/9/2008).

Kedua partai saling menyalahkan gagalnya bailout ini. Kalangan yang menolak bailout beralasan penyelamatan ini tidak logis, mereka tidak ingin pemerintah melakukan intervensi kepada bank yang telah menyebabkan krisis. Namun Pelosi mengatakan pihaknya akan tetap akan bekerja meloloskan RUU ini.

"Apa yang terjadi sekarang biarlah terjadi, kita harus segera melakukan langkah-langkah ke depan. Kita harus melindungi para pembayar pajak di samping itu kita harus menstabilkan pasar," ujarnya.

Bursa AS Anjlok Hebat

Gagalnya rancangan undang-undang ini mengakibatkan terpukulnya bursa AS. Indeks Dow Jones turun 6,98 persen atau 777 poin. Angka penurunan ini merupakan yang terparah dalam sehari di Dow Jones, diperkirakan lost yang dialami sekitar US$ 1 triliun lebih, sedangkan Nasdaq ambruk 9,14 persen atau 199,61 poin.(ddn/ddn)Dadan Kuswaraharja - detikFinance
Nancy Pelosi (Foto: Reuters)

Kongres AS Sepakati Bailout US$ 700 Miliar


Minggu, 28/09/2008 14:24 WIB
Washington - Kongres AS akhirnya menyepakati rencana penyelamatan raksasa sistem keuangan AS senilai US$ 700 miliar minggu ini.

Kesepakatan itu merupakan hasil pertemuan para pimpinan Kongres AS yang diadakan Minggu pagi waktu Washington.

"Kami sudah bekerja keras, dan kami mencapai kesepakatan yang akan segera berlaku efektif di pasar dan efektif bagi seluruh rakyat Amerika," ujar Menkeu AS Henry Paulson seperti dikutip AFP, Minggu (28/9/2008).

Namun isi kesepakatan itu belum jelas betul. Rencananya isi detil kesepakatan akan segera diumumkan pada Minggu malam nanti. Rencananya uang senilai US$ 700 miliar itu akan digunakan untuk membeli utang-utang milik perusahaan investasi dan bank yang hancur akibat krisis kredit yang mengancam sistem keuangan global.

"Kami mencapai kemajuan yang berarti. Kita harus memberikan komitmen rancangan Undang-undang, sehingga kita bisa segera menyetujui secara formal," ujar juru bicara House of Representatives Nancy Pelosi.
Menkeu AS sebelumnya gencar melobi para pembuat undang-undang AS agar segera memuluskan paket bailout terbesar dalam sejarah AS ini.
Kongres AS berlomba untuk mencapai kesepakatan sebelum pasar Asia kembali buka pada Senin pagi untuk menghindari jatuhnya harga saham seperti yang terjadi pada pekan lalu.
(ddn/ddn)
Dadan Kuswaraharja - detikFinance
Foto: Reuters

17 September 2008

E-mail Sarah Palin Dibobol


Kamis, 18/09/2008 11:12 WIB

Sarah Palin (livingalaska)
Jakarta - Di tengah popularitasnya yang kian menanjak, Sarah Palin menjadi sasaran empuk dedemit maya. Kelompok cracker mengaku telah menjebol e-mail pribadi sang calon wakil presiden Amerika Serikat dari Partai Republik itu.
Kejadian ini tak lantas didiamkan begitu saja, lembaga US Secret Service langsung melakukan investigasi terhadap pelaku yang menamakan dirinya 'anonymous' itu.

Dilansir Vnunet dan dikutip detikINET, Kamis (18/9/2008), e-mail Palin yang dibobol tersebut beralamat di gov.palin@yahoo.com. Padahal sebelumnya, Palin kerap dikritik karena menggunakan layanan web yang bukan resmi milik pemerintah karena keamanannya kurang terjamin.
Tim Kampanye John McCain, yang notabene adalah tandem Palin dalam memperebutkan kursi 'panas' di AS mengatakan, kejadian ini merupakan suatu serangan yang mengagetkan bagi privasi seorang gubernur dan tentunya melanggar hukum.

"Aksi ini sudah ditangani oleh pihak yang berwajib, dan kami berharap siapapun yang memiliki e-mail tersebut dapat segera memusnahkannya," lanjutnya dalam keterangan resmi.
Pasalnya, konten e-mail Palin yang telah bobol tersebut kini telah dilempar ke publik, dengan dipublish di situs wikileaks. Namun, permintaan yang sangat besar dari pengunjung situs tersebut, diyakini bisa berakibat tumbangnya situs ini.

Setidaknya sudah ada satu orang dari kolega Palin yang memastikan bahwa salah satu isi e-mail yang tersebar tersebut orisinal. Dia adalah Amy McCorkell, yang pernah menjadi konsultan Palin. McCorkell memastikan bahwa e-mailnya dengan Palin tersebut adalah asli. Pun demikian, ia enggan bercerita lebih lanjut.

Ardhi Suryadhi - detikinet

05 September 2008

Kedubes AS: Pilpres AS & Indonesia Punya Banyak Kesamaan



Jumat, 05/09/2008 15:25 WIB

Jakarta - Demam pemilihan presiden (pilpres) sedang melanda AS. Indonesia sebentar lagi juga akan mengalaminya. Secara umum, pilpres di AS dan Indonesia punya banyak kesamaan.

Hal itu disampaikan oleh public diplomacy officer Kedutaan Besar AS untuk Indonesia, Tristram Perry, di Kedubes AS di Jl. Medan Merdeka Selatan 4, Jakarta, Jumat (5/9/2008).
Perry mengajak masyarakat kedua negara untuk sama-sama belajar mengenai demokrasi. Menurutnya, demokrasi merupakan sebuah proses yang tidak akan ada habisnya. Perbedaan antara AS dan Indonesia menurut Perry terletak pada waktu memulai demokrasi.

"Amerika sudah mulai dari 200-300 tahun lalu dan hingga hari ini masih banyak kekurangan. Indonesia baru sepuluh tahun tapi perkembangan (demokrasi) mencengangkan," tutur Perry usai menyaksikan siaran langsung acceptance speech (pidato penerimaan) dari capres partai Republik John McCain.
Kedubes AS mengadakan diskusi terbatas yang menghadirkan sejumlah wartawan dari media massa di Indonesia.

Dalam diskusi yang berlangsung singkat tersebut, Perry mengajak masyarakat Indonesia untuk menyimak secara jeli isu-isu kampanye masing-masing calon presiden. Terdapat beberapa isu yang menurutnya relevan dalam konteks Indonesia.
"Korupsi, perdagangan luar negeri, dan kebijakan energi juga relevan dengan kondisi Indonesia saat ini," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, McCain dalam pidatonya menegaskan akan turut memberantas korupsi, terlepas dari asal partai sang koruptor. Isu ini kerap pula digaungkan oleh para politisi Indonesia.
Menurut Perry, ucapan McCain ini 'menyalahi' kebiasaan politisi di AS yang umumnya menutup mulut terhadap setiap isu korupsi yang mendera partai asalnya. Menjawab pertanyaan salah seorang wartawan, sambil tersenyum Perry berujar, "Jangan dikira di AS tidak akan korupsi".
Mengenai kebijakan perdagangan luar negeri, McCain dan Obama memiliki perbedaan visi yang tajam. McCain menekankan pentingnya perdagangan bebas sementara Obama cenderung bersikap proteksionis dan mengutamakan kepentingan AS.

"Perlu ditelaah juga, mana yang membawa manfaat paling besar untuk masyarakat Indonesia," jelas pria berjenggot tipis ini. Sebelum menutup diskusi, tak lupa Perry mengapresiasi pilihan Indonesia terhadap demokrasi.(ita/ita)Alfian Banjaransari - detikNews

03 September 2008

Foto Bugil "Palin" Beredar Luas

Kamis, 4 September 2008 | 10:22 WIB

WASHINGTON, KAMIS — Foto bugil kandidat wakil presiden AS dari Partai Republik, Sarah Palin, beredar luas di internet. Namun, foto lawas yang beredar hanya beberapa jam setelah dia dipilih John McCain menjadi pasangannya itu diyakini palsu.
Foto-foto lain termasuk pose menantangnya dalam busana ketat dan rok mini serta foto ketika dia menjadi wakil negara bagian Alaska di kontes ratu kecantikan AS. Namun, salah seorang juru bicara tim kampanye Palin menegaskan, semua foto-foto itu adalah palsu.

Foto-foto itu oleh tim kampanye Palin dianggap sengaja disebar untuk menjatuhkan reputasinya. Selasa (2/9), Palin malah mengeluarkan pernyataan mengejutkan soal putrinya yang hamil di luar nikah. “Putri kami, (Bristol) 17 tahun, saat ini hamil dan kami semua mendukungnya,” ungkap Palin mengenai kehamilan lima bulan Bristol.
Palin lantas menegaskan, dua skandal itu tak akan berpengaruh pada kampanye kepresidenan McCain. Pernyataan yang dikeluarkan tim kampanye McCain itu tidak menyebut siapa nama laki-laki yang akan segera menikahi Bristol tersebut. (VAN)Kompas.com