Tampilkan postingan dengan label Bapepam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bapepam. Tampilkan semua postingan

23 Mei 2009

Hasil Uji Kelayakan Calon Direksi BEI Diumumkan Senin



Jakarta - Bapepam Umumkan Paket Direksi BEI Senin Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) telah menyelesaikan rapat membahas hasil fit and proper test dua paket direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang digelar di Bogor, Jawa Barat. Hasil akan diumumkan Senin (25/5/2009).

"Hasil fit and proper test diumumkan Senin depan," ujar Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek Bapepam Nurhaida saat dihubungi detikFinance, Jumat (22/5/2009).

Bapepam-LK telah menggelar rapat di Bogor, Jawa Barat sejak siang tadi. Salah satu agenda rapat yang dibahas adalah fit & proper test dua paket direksi BEI. Dua paket direksi yang sedang berkompetisi telah melalui proses fit & proper test pada Senin (18/5/2009) hingga Rabu (20/5/2009).

Sebelumnya, Kepala Bapepam-LK Fuad Rahmany mengatakan pengumuman hasil fit and proper test akan dilakukan paling lambat hari ini, Jumat (22/5/2009).

Namun menurut Nurhaida pengumuman belum bisa dilakukan hari ini, dengan alasan hasil rapat akan dikirimkan terlebih dahulu ke semua anggota bursa (AB/sekuritas/broker). Dua paket yang akan maju dipimpin oleh Direktur Utama PT Panin Sekuritas I Made Rugeh Ramia dan Komisaris Utama PT Bahana Securities Ito Warsito.

Paket Ito akan tersusun sebagai berikut:

  1. Direktur Utama: Ito Warsito (Komisaris utama PT Bahana Securities).
  2. Direktur Perdagangan dan Keanggotaan: Wan Wei Yiong (kepala divisi pemasaran BEI).
  3. Direktur Pengembangan Usaha: Friderica Widyasari Dewi (sekretaris perusahaan BEI).
  4. Direktur Peraturan dan Pengawasan: Uriep Budhi Prasetyo (direktur PT Dhanawibawa Artha Cemerlang).
  5. Direktur Penilaian Perusahaan: Eddy Sugito (direktur pencatatan BEI).
  6. Direktur Teknologi Informasi: Adikin Basirun (direktur utama PT Pacific Dua Ribu Investindo).
  7. Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia: Supandi (kepala divisi perdagangan saham BEI).

Susunan paket Rugeh sebagai berikut:

  1. Direktur Utama: I Made Rugeh Ramia (direktur utama PT Panin Sekuritas Tbk).
  2. Direktur Perdagangan dan Keanggotaan: Ferry Budiman Tanja (direktur utama PT Ciptadana Securities).
  3. Direktur Pengembangan Usaha: Rosinu (direktur PT Trimegah Securities Tbk).
  4. Direktur Peraturan dan Pengawasan: Hamdi Hassyarbaini (kepala divisi Pengawasan Transaksi BEI).
  5. Direktur Penilaian Perusahaan: A Wishnu Handoyono (direktur utama PT Bhakti Securities).
  6. Direktur Teknologi Informasi: Achmad Zaky Hamid (konsultan IT dan mantanDirektur PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia/KPEI).
  7. Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia: Susy Meilina (direktur PT UOB Kay Hian Securities).
Indro Bagus SU - detikFinance, Nurhaida (Foto: dok detikcom)

19 Januari 2009

Auto Rejection Bisa Normal Lagi Jika Nilai Transaksi Stabil


Senin, 19/01/2009 11:55 WIB
Jakarta - Sebelum krisis finansial global, Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan auto rejection dengan batas normal kisaran 30%. BEI mengaku bisa saja menerapkan auto rejection seperti sebelum krisis asalkan nilai transaksi harian stabil Rp 2,7 triliun.

Saat ini normalisasi batas penolakan pesanan otomatis (auto rejection) seperti sebelum krisis masih menunggu likuiditas atau rata-rata transaksi harian stabil yang stabil.

"Penerapan batas auto rejection kembali normal baru akan kita lakukan kalau rata-rata transaksi harian sudah mencapai Rp 2,7 triliun," ujar Direktur Perdagangan Saham, Penelitian dan Pengembangan Bursa Efek Indonesia, MS. Sembiring di Hotel Grand Hyatt, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (19/1/2009).

BEI baru saja mulai menerapkan batas auto rejection dengan parameter baru terhitung hari ini, Senin (19/1/2009). Sembiring belum dapat memberikan komentar lebih lanjut mengenai dampak penerapan batas baru tersebut.

BEI mmenerapkan 3 klasifikasi auto rejection simetris yakni 35% untuk harga saham Rp 50-200, 25% untuk harga saham Rp 200- 5.000 dan 20% untuk harga saham di atas Rp 5.000.

Auto rejection kali ini dinilai lebih luwes dari sebelumnya yang menerapkan auto rejection asimetris 10% untuk batas bawah dan 20% untuk batas atas.

"Belum (akan diganti seperti semula), kan baru hari pertama. Tapi akan kita pantau terus. Jika tidak memberi pengaruh pada meningkatnya likuiditas, akan kita review kembali," jelas Sembiring.

Sembiring mengatakan, pada pekan lalu rata-rata transaksi harian BEI sudah di atas Rp 2 triliun. Menurutnya, jika dengan penerapan batas baru auto rejection semakin menambah likuiditas harian, BEI akan mengkaji normalisasi batas auto rejection seperti semula.

"Kalau rata-rata transaksi harian sudah kembali di kisaran Rp 2,7 triliun, BEI akan mengkaji untuk mengembalikan batas auto rejection ke batas normalnya," ujar Sembiring.(dro/ir)Indro Bagus SU - detikFinance
(Foto: Indro-detikFinance)

27 November 2008

Qtel Akhirnya Sepakat Harga Tender Offer Indosat Rp 7.388


Jakarta - Qatar Telecom (Qtel) akhirnya bersedia memberikan harga tender offer saham Indosat sebesar Rp 7.388 per saham. Harga itu berarti naik dari usulan semula Qtel untuk harga tender offer Indosat sebesar Rp 6.416 per saham.

"Mereka bersedia di 7.388, nggak ada masalah., Tidak keberatan mereka. Tapi mereka masih ada problem teknis sama Menkominfo. Nah itu bukan urusan saya, saya cuman mengurusi masalah tender offer saja," kata Ketua Bapepam LK Fuad Rahmany saat ditemui dikantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (28/11/2008).

Qtel membeli saham milik STT di Indosat sebanyak 40,8% pada harga US$ 1,8 miliar pada Juni 2008. Qtel selanjutnya melakukan tender offer atas sisa saham publik, dan menawarkan harga Rp 6.416 per saham. Harga tender offer ini jauh di bawah harga pembelian saham Indosat milik Singapore Technologies Telemedia (STT) yang sebesar Rp 7.388 per saham.

Namun harga dari Qtel sebesar Rp 6.416 per saham itu ditolak oleh Bapepam LK dan meminta Qtel membuat harga yang sama dengan pembelian saham milik STT untuk tender offernya.

Harga tender offer Indosat ini juga berarti lebih tinggi dari harga saham Indosat saat ini. Pada perdagangan sesi I, saham ISAT ditutup stagnan di level Rp 4.250.

Mengenai keberatan Qtel untuk melakukan pemisahan usaha atau spin off untuk usaha jaraingan tetap dari jaringan bergerak Indosat, Fuad menolak berkomentar.

"Itu urusan Menkominfo, tunggu saja, Mungkin mereka masih perlu waktu," pungkas FuadWahyu Daniel - detikFinance
Foto: Dok detikcom

20 November 2008

Harga Saham di Pasar Tunai Diseragamkan dengan Pasar Reguler


Jumat, 21/11/2008 13:18 WIB
Jakarta - Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menyamakan harga saham di pasar tunai dengan pasar reguler terhitung mulai 24 November 2008.

Penyeragaman harga itu dilakukan sehubungan dengan kurang aktifnya transaksi di pasar tunai yang berakibat harga terakhir yang terjadi (previous price) sering berbeda jauh dengan harga dengan harga yang terjadi di pasar reguler.

"Sehingga dapat menjadi tidak wajar jika digunakan sebagai harga acuan transaksi di pasar tunai," kata Direktur Perdagangan Saham dan Pengembangan Produk MS Sembiring, dalam pengumuman Jumat (21/11/2008).

Pasar tunai adalah pasar dimana perdagangan efek di bursa dilaksanakan berdasarkan proses tawar-menawar secara lelang yang berkesinambungan (continuous auction market) oleh Anggota Bursa melalui JATS dan penyelesaiannya dilakukan pada hari bursa yang sama dengan terjadinya transaksi bursa (T+0).Irna Gustia - detikFinance
(Foto: Indro-detikFinance)

30 Oktober 2008

Auto Rejection Asimetris Positif Tapi Belum Tambah Likuiditas



Jumat, 31/10/2008 08:55 WIB
Jakarta - Penerapan batas penolakan otomatis (auto rejection) secara asimetris belum tentu menyelesaikan masalah likuiditas pasar modal. Namun dinilai cukup efektif mendorong rebound IHSG.

"Pada dasarnya penerapan auto rejection asimetris ada bagusnya. Hanya saja harus hati-hati karena ini tidak menyelesaikan masalah likuiditas," ujar analis PT BNI Securities, Muhammad Alfatih saat dihubungi detikFinance, Jumat (31/10/2008).

Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengumumkan pemberlakuan auto rejection asimetris yaitu batas atas 20% sedangkan batas bawah tetap 10% yang akan dilakukan mulai perdagangan Sesi I hari ini.

"Kalau kita lihat cukup fair. Setelah indeks kita jatuh cukup dalam beberapa pekan belakangan, dorongan rebound yang sudah terlihat sejak dua hari yang lalu dapat mendorong IHSG naik lebih tinggi," ujar Alfatih.

Alfatih menambahkan, jika dilihat dari sentimen investor pada perdagangan Kamis kemarin (30/10/2008), sebenarnya IHSG bisa naik lebih tinggi lagi.

"Namun karena tertahan oleh auto rejection atas 10% (batas lama), laju kenaikan IHSG sedikit tertahan," ujarnya.

Oleh karenanya, ia mengatakan kebijakan yang diambil BEI sudah tepat, meski ia mengingatkan bahwa auto rejection asimetris tidak menyelesaikan masalah likuiditas.

"Penyelesaian masalah likuiditas lebih efektif dengan kebijakan-kebijakan makro ekonomi dan perbankan seperti GWM dan sebagainya. Namun penerapan auto rejection asimetris bisa menstimulus investor untuk melakukan investasi kembali," papar Alfatih.

Mengenai potensi gerak IHSG hari ini, Alfatih mengatakan kisaran pergerakan IHSG akan berada di level 1.200-1.250 dengan support di kisaran 1.080-1.100.

"Kalau melihat indeks regional hari ini, agak minus tipis. Kelihatannya akan ada sedikit aksi profit taking. IHSG kemungkinan bakal ikut terkena aksi profit taking. Kita harapkan aksi ini tidak terlalu mendorong pasar hari ini," ujarnya. (dro/ir)

12 Oktober 2008

Saham Naik atau Turun Lebih dari 10% Langsung Disuspensi


Senin, 13/10/2008 07:52 WIB
Saham Naik atau Turun Lebih dari 10% Langsung Disuspensi
Indro Bagus SU - detikFinance



(Foto: Indro-detikFinance)
Video Terkait
gb
BEI Batal Buka
Foto Terkait
gb
BEI Batal Buka
Jakarta - Otoritas Bursa Efek Indonesia menerbitkan aturan baru untuk auto rejection atau penghentian otomatis transaksi saham mulai perdagangan saham Senin 13 Oktober 2008. Saham yang naik atau turun lebih dari 10% akan langsung dikenakan suspensi dari semula batasnya 30%.

Kebijakan BEI tersebut berdasarkan aturan No. Se-004/BEI-PSH/10-2008 yang merupakan perubahan dari aturan sebelumnya SE-009/BEJ/12-2001 pada 3 Desember 2001. Aturan ini diterbitkan dengan semangat menjaga ketertiban, kewajaran serta efisiensi perdagangan yang teratur.

Pokok-pokok dalam aturan tersebut antara lain:

1. Setiap penjualan atau pembelian saham yang harganya naik atau turun lebih ari 10% dari harga pembukaan atau penutupan hari sebelumnya akan dilakukan auto rejection.

2. Harga saham minimal di BEI Rp 50, sehingga jika ada penawaran harga di bawah harga saham terendah tersebut akan langsung terkena auto rejection.

Sementara Direktur Utama BEI, Erry Firmansyah usai pertemuan di gedung Bapepam, Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu Malam (12/10/2008) mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi anjloknya harga-harga saham di tengah kondisi bursa global yang sedang terpuruk dan berdampak pada pada anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama beberapa pekan lalu.

"Ada peraturan baru auto rejection untuk penurunan individual saham menjadi 10% dari semula 30%," ujar Erry.

Pada perdagangan Sesi I Rabu (8/10/2008), posisi IHSG merosot tajam hingga 168,052 poin atau 10,38 persen ke posisi 1.451,669. BEI kemudian memutuskan melakukan suspensi perdagangan seluruh bursa pada pukul 11.06 JATS. Suspensi dilanjutkan selama 3 hari hingga Jumat (10/10/2008).

Perdagangan BEI akan dibuka kembali pada Senin 13 Oktober 2008. Beberapa persiapan telah dilakukan Bapepam dan BEI untuk mengantisipasi kejatuhan IHSG lebih dalam, salah satunya dengan merevisi aturan batas penurunan saham menjadi 10% dari sebelumnya 30%. Batas kenaikan harga saham tetap sebesar 30%.

”Mudah-mudahan saat dibuka market tidak panik karena informasinya makin jelas. Kita nggak tahu apa yang akan terjadi, tapi kita sudah keluarkan aturan-aturan. Mudah-mudahan market tidak takut lagi,” jelas Kepala Bapepam, Fuad A Rahmany.

Selain itu, Fuad juga menyatakan telah memberi himbauan pada pelaku pasar untuk ikut berpartisipasi dalam mengembalikan kestabilan pasar modal.

”Kami juga sudah minta pada semua pelaku pasar agar lebih memiliki etika dalam bermain di bursa dalam kondisi seperti ini. Jangan hanya mengambil keuntungan di pasar yang lagi krisis di dunia. Sebaiknya integritas dijaga,” tegas Fuad.(ir/ir)Indro Bagus SU - detikFinance
(Foto: Indro-detikFinance)