Tampilkan postingan dengan label IHSG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IHSG. Tampilkan semua postingan

18 November 2009

Antam Resmi Mundur, 14% Saham Newmont Dibeli Pemda dan Bakrie


Foto: Tambang Newmont
Pemerintah secara resmi menunjuk konsorsium Pemda NTB dan Multicapital untuk menjadi pembeli divestasi 14 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara, setelah akhirnya PT Aneka Tambang Tbk (Antam) resmi menyatakan mundur dari konsorsium.

"Saya sudah kirimkan surat kepada Newmont bahwa Pemda yang akan melaksanakan. Surat ini juga ditembuskan ke Pemda NTB," ujar Dirjen Minerbapabum, Bambang Setiawan di Kantor Direktorat Jendaral Minerbapabum, Jalan DR Supomo, Jakarta, Rabu (18/11/2009).

Dengan sudah adanya keputusan ini, lanjut Bambang, maka Sales Purchase and Agreement (SPA) divestasi 14 persen saham Newmont sudah dapat dilakukan dalam waktu dekat.

"Saya harapkan Minggu ini sudah selesai, tidak perlu menunggu tanggal 23 November," kata Bambang.

Bambang menyatakan, pihaknya telah berupaya agar Antam bisa berpartisipasi dalam pembelian divestasi 14 persen saham Newmont tersebut. Bambang mengaku telah menawarkan tiga opsi kepada Antam dan Pemda NTB namun kata sepakat tidak tercapai.

Ketiga opsi yang ditawarkan yaitu Antam berdiri sendiri di luar konsorsium dan ambil 15,5 persen dari 31 persen saham divestasi Newmont, sementara konsorsium Pemda NTB dan Multicapital mendapatkan sisanya.

Kedua, Pemda NTB, Multicapital dan Antam masuk dalam satu konsorsium untuk membeli 31 persen saham Newmont, dengan pembagian Pemda NTB mendapat 25 persen, Multicapital sekitar 37,5 persen dan Antam sebesar 37,5 persen.

Ketiga, Pemda NTB, Multicapital dan Antam masuk dalam satu konsorsium untuk membeli 31 persen saham Newmont, dengan Antam mendapatkan 15,5 persen dan sisanya untuk konsorsium Pemda NTB dan Multicapital.

"Kita kasih tiga opsi tapi tetap tidak ketemu. Antam bilang itu tidak sesuai dengan strategis bisnis mereka, jadi mereka tidak bisa masuk," ungkapnya.

Sebelumnya Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh menyerahkan keputusan untuk kembali masuk dalam konsorsium pembelian 14 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT) kepada direksi Antam.

" Apakah Antam akan betul-betul berpartisipasi atau tidak, kita serahkan kepada Direksi Antam," ungkap Darwin usai bertemu Menteri Energi Inggris Joan Ruddock di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (18/11/2009).

Menurut Darwin, sebagai perusahaan terbuka Antam tentunya harus mempertimbangkan juga pemegang saham lain di BUMN tambang itu dalam mengambil keputusan untuk kembali masuk atau tidak dalam konsorsium tersebut.

"Seperti yang sudah disampaikan kita harus hormati seluruh keputusan Antam sebagai perusahaan terbuka," tandasnya. Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

17 November 2009

Regional Rubuh, IHSG Kukuh


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bisa bertahan di teritori positif hingga akhir perdagangan, meski mayoritas bursa-bursa regional terkoreksi.

Penguatan saham BRI (BBRI) mampu menahan IHSG hingga bertahan di teritori positif, meski tadi sempat terantuk-antuk ke teritori negatif.

Pada perdagangan Selasa (17/11/2009), IHSG ditutup menguat 5,114 poin (0,21%) ke level 2.473,789. Indeks LQ 45 juga menguat 1,293 poin (0,27%) ke level 489,113.

Bursa-bursa regional mayoritas ditutup melemah.
  • Indeks Hang Seng melemah 29,83 poin (0,13%) ke level 22.914,15.
  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 7,84 poin (0,24%) ke level 3.282,89.
  • Indeks KOSPI melemah 6,49 poin (0,41%) ke level 1.585,98.
  • Indeks S&P/ASX melemah 25,8 poin (0,54%) ke level 4.729,4.
  • Indeks Nikkei-225 melemah 61,25 poin (0,63%) ke level 9.729,93.
Demikian pula Bursa Eropa juga dibuka melemah. Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,38%, DAX 30 melemah 0,28% dan CAC 40 melemah 0,31%.

Perdagangan cukup moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 97.459 kali pada volume 6.780 juta lembar saham senilai Rp 4,339 triliun. Sebanyak 84 saham naik, 88 saham turun dan 84 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer anara lain BRI (BBRI) naik Rp 200 menjadi Rp 7.700, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 200 menjadi Rp 7.400, Astra International (ASII) naik Rp 100 menjadi Rp 33.650, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 50 menjadi Rp 2.425, Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 8.900, PTBA naik Rp 50 menjadi Rp 15.350.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 250 menjadi Rp 27.050, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 50 menjadi Rp 4.875, International Nickel (INCO) turun Rp 50 menjadi Rp 3.900, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 25 menjadi Rp 2.575, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 250 menjadi Rp 22.650. Nurul Qomariyah - detikFinance

28 Juni 2009

IHSG Siaga Menanti Inflasi

Senin, 29/06/2009 07:30 WIB

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak terbatas menunggu data inflasi yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu, 1 Juli 2009. Gerak IHSG mulai terbatas, dengan fokus masih pada saham komoditas.

Sepanjang pekan lalu, IHSG tercatat telah menguat 2,5% dari pembukaan 1.990,47 hingga penutupan 2.040,19. Meski demikian penguatan indeks diwarnai oleh profit taking yang terjadi pada sesi 2 perdagangan Jumat.

"Investor mulai merealisasikan keuntungan setelah dalam 2 hari terakhir indeks menguat tajam. Saham yang menjadi pendorong kenaikan indeks pada pekan lalu antara lain ASII, BBRI, SMGR, PGAS, UNVR, INTP," demikian review dari Panin Sekuritas.

Panin Sekuritas mencatat, bursa regional sepanjang pekan lalu terlihat menguat menyusul sinyal pulihnya perekonomian global dari resesi terburuk sejak 1930. Harga komoditas terlihat juga mengalami rebound diawali oleh reboundnya harga minyak mentah setelah sempat merosot ke level $67/barel pada pekan sebelumnya.

Nilai tukar rupiah yang diawal pekan sempat anjlok ke level Rp 10.500-an, berangsur menguat hingga kembali ke level Rp 10.200/USD. Gerak nilai tukar rupiah juga menjadi salah satu isu utama pergerakan IHSG.

Sementara Wall Street menutup akhir pekan lalu dengan cukup beragam. Pada perdagangan Jumat (26/6/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup turun 34,01 poin (0,40%) ke level 8.438,39, Nasdaq naik 8,68 poin (0,47%) ke level 1.838,22.

Untuk pekan ini, gerak IHSG masih akan mengikuti tren bursa regional, selain sentimen inflasi dalam negeri. Gerak harga minyak dan komoditas juga masih akan menjadi penentu.

Pada Senin (29/6/2009), IHSG diprediksi akan bergerak pada kisaran yang sempit dengan peluang penguatan yang sangat tipis. Apalagi bursa regional belum terlalu semangat. Indeks Nikkei-225 di Bursa Tokyo dibuka melemah 11,62 poi (0,12%) ke level 9.865,77.

Berikut rekomendasi untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Pada pekan ini kami perkirakan indeks akan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat terbatas. Saham pertambangan tampaknya masih menjadi pendorong indeks pada awal pekan menyusul masih kuatnya harga komoditas. Beberapa data makroekonomi seperti data inflasi dan BI Rate akan menjadi sentimen yang dapat menggerakkan indeks pekan ini. Secara teknikal, dari weekly chart terlihat indeks cenderung bergerak mendatar. Sementara kisaran support-resistance hari ini pada 2.021-2.067.

Optima Securities:

Indeks akhirnya bergerak sideways dengan melemah tipis 4 poin ke posisi 2.040 atau di level middle bandnya. Adanya private placement saham BCA di bawah harga pasar saat berimbas negatif bagi sektor banking. Selanjutnya IHSG akan mengantisipasi data inflasi dan BI rate selama pekan ini. Karenanya investor bisa mencermati sektor perbankan dan properti. IHSG akan bergerak di level 2.020-2.060.Nurul Qomariyah - detikFinance

31 Mei 2009

Inflasi dan Kabar GM Paling Dinanti Investor Saham






Jakarta - Ada dua berita yang akan menjadi perhatian pelaku pasar di awal Juni ini. Apalagi kalau bukan pengumuman inflasi Juni oleh BPS pada Senin siang ini dan kabar jadi tidaknya pailit terhadap General Motors (GM).

Dua faktor tersebut akan mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (1/6/2009). Ada kemungkinan pelaku pasar melakukan aksi ambil untung setelah IHSG mengalami kenaikan tajam pekan lalu.

Pelaku pasar memprediksi terjadi inflasi 0,1%-0,2% di bulan Mei setelah bulan sebelumnya di bulan April mengalami deflasi 0,31%. Namun meski mengalami inflasi, untuk angka inflasi year on year diprediksi turun di kisaran 6,2% dibanding inflasi year on year April yang sebesar 7,31%.

Jika angka inflasi terus membaik bukan tidak mungkin IHSG akan punya peluang menunju level 2.000 dalam jangka pendek ini. Terlebih jika BI dalam RDG BI pada 3 Juni 2009 ikut memotong suku bunga BI Rate dari posisi saat ini 7,25%. Penurunan BI Rate akan membuat deposan beralih sedikit ke pasar saham.

Sementara sentimen dari eksternal yang paling ditunggu pelaku pasar adalah penentuan pailit tidaknya produsen otomotif terbesar di AS yakni GM.

Indeks Nikkei Jepang pada Senin pagi ini dibuka turun 15,46 poin (0,16%) menjadi 9.507,04. Nikkei mengikuti pergerakan di Wall Street yang mulai terbatas karena deg-deg kan menjelang tenggat waktu pendaftaran kebangkrutan GM.

Pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 96,53 poin (1,15%) ke level 8.500,33. Indeks Standard & Poor's 500 juga naik 12,31 poin (1,36%) ke level 919,14, Nasdaq naik 22,54 poin (1,29%) ke level 1.774,33.

Sedangkan IHSG pada penutupan perdagangan saham, Jumat (29/5/2009) naik 13,955 poin (0,73%) menjadi 1.916,831.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Gap di level 1.934-1.946 pada bulan September 2008 mulai tertutup seiring kenaikan intraday yang mencapai level 1.941. Indeks akhirnya ditutup naik 13 poin ke posisi 1916 ditopang oleh saham ADRO setelah sebelumnya menyentuh upper band. Kondisi yang sudah overbought akan memicu profit taking yang wajar. Keluarnya data inflasi Mei akan menjadi fokus investor selain harga komoditas. Kisaran IHSG ada di1.880-1.960 dengan pilihan saham: ADRO, BBRI, ENRG, MEDC dan BTEL. Irna Gustia - detikFinance,

23 Mei 2009

Review IHSG: Bertahan di Level 1.800


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini mencatat rekor yang signifikan, meski diakhiri oleh pelemahan tipis di akhir pekan. Pergerakan IHSG masih sangat dimotori oleh pergerakan saham-saham grup Bakrie, terutama PT Bumi Resources Tbk.

Pergerakan IHSG pada pekan ini juga dipengaruhi oleh sentimen lonjakan harga minyak mentah dunia yang sempat menembus US$ 62 per barel. Lonjakan harga minyak itu langsung membuat harga saham-saham komoditas menanjak tajam.

Kenaikan IHSG di awal pekan termotivasi oleh keluarnya rekomendasi JP Morgan yang menaikkan peringkat saham di Rusia dan Indonesia seiring dengan pemulihan ekonomi global yang membuat pasar negara berkembang jadi tujuan utama dari investor.

Setelah penguatan tajam, IHSG selanjutnya mengalami koreksi. Namun koreksi tidak terlalu besar bahkan terkesan melawan arus bursa regional yang mengalami koreksi cukup besar.

Pergerakan IHSG sepanjang pekan ini adalah:

Pada perdagangan saham Senin (18/5/2009) IHSG melompat 52,654 poin (3,01%) menjadi 1.803,568.
Pada perdagangan Selasa (19/5/2009), IHSG ditutup melonjak 82,448 poin (4,57%) ke level 1886,016.
Pada perdagangan Saham, Rabu (20/5/2009) IHSG turun 0,294 poin (0,02%) menjadi 1.885,722.
Pada perdagangan Jumat (22/5/2009), IHSG ditutup melemah tipis 4,013 poin (0,21%) ke level 1881,709.

Berikut review oleh Panin Sekuritas:

Pada perdagangan hari Jumat akhirnya IHSG ditutup melemah -0,21% di 1.881,70. Meski demikian jika diakumulasikan, sepanjang pekan lalu IHSG mencatat kenaikan sebesar +7,47% dari pembukaan 1.750,91. Melemahnya bursa regional menyusul beberapa data perekonomian yang 'lebih buruk' dibandingkan perkiraan menyebabkan investor melakukan aksi ambil untung di akhir pekan.

Tercatat saham-saham bluechip yang mendorong indeks naik pada awal pekan lalu seperti ASII, PGAS, BUMI, dan UNTR ditutup melemah pada perdagangan Jumat. Investor menilai beberapa saham unggulan yang merupakan indeks mover sudah mulai memasuki area jenuh beli.
Review IHSG: Bertahan di Level 1.800,

Hasil Uji Kelayakan Calon Direksi BEI Diumumkan Senin



Jakarta - Bapepam Umumkan Paket Direksi BEI Senin Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) telah menyelesaikan rapat membahas hasil fit and proper test dua paket direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang digelar di Bogor, Jawa Barat. Hasil akan diumumkan Senin (25/5/2009).

"Hasil fit and proper test diumumkan Senin depan," ujar Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek Bapepam Nurhaida saat dihubungi detikFinance, Jumat (22/5/2009).

Bapepam-LK telah menggelar rapat di Bogor, Jawa Barat sejak siang tadi. Salah satu agenda rapat yang dibahas adalah fit & proper test dua paket direksi BEI. Dua paket direksi yang sedang berkompetisi telah melalui proses fit & proper test pada Senin (18/5/2009) hingga Rabu (20/5/2009).

Sebelumnya, Kepala Bapepam-LK Fuad Rahmany mengatakan pengumuman hasil fit and proper test akan dilakukan paling lambat hari ini, Jumat (22/5/2009).

Namun menurut Nurhaida pengumuman belum bisa dilakukan hari ini, dengan alasan hasil rapat akan dikirimkan terlebih dahulu ke semua anggota bursa (AB/sekuritas/broker). Dua paket yang akan maju dipimpin oleh Direktur Utama PT Panin Sekuritas I Made Rugeh Ramia dan Komisaris Utama PT Bahana Securities Ito Warsito.

Paket Ito akan tersusun sebagai berikut:

  1. Direktur Utama: Ito Warsito (Komisaris utama PT Bahana Securities).
  2. Direktur Perdagangan dan Keanggotaan: Wan Wei Yiong (kepala divisi pemasaran BEI).
  3. Direktur Pengembangan Usaha: Friderica Widyasari Dewi (sekretaris perusahaan BEI).
  4. Direktur Peraturan dan Pengawasan: Uriep Budhi Prasetyo (direktur PT Dhanawibawa Artha Cemerlang).
  5. Direktur Penilaian Perusahaan: Eddy Sugito (direktur pencatatan BEI).
  6. Direktur Teknologi Informasi: Adikin Basirun (direktur utama PT Pacific Dua Ribu Investindo).
  7. Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia: Supandi (kepala divisi perdagangan saham BEI).

Susunan paket Rugeh sebagai berikut:

  1. Direktur Utama: I Made Rugeh Ramia (direktur utama PT Panin Sekuritas Tbk).
  2. Direktur Perdagangan dan Keanggotaan: Ferry Budiman Tanja (direktur utama PT Ciptadana Securities).
  3. Direktur Pengembangan Usaha: Rosinu (direktur PT Trimegah Securities Tbk).
  4. Direktur Peraturan dan Pengawasan: Hamdi Hassyarbaini (kepala divisi Pengawasan Transaksi BEI).
  5. Direktur Penilaian Perusahaan: A Wishnu Handoyono (direktur utama PT Bhakti Securities).
  6. Direktur Teknologi Informasi: Achmad Zaky Hamid (konsultan IT dan mantanDirektur PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia/KPEI).
  7. Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia: Susy Meilina (direktur PT UOB Kay Hian Securities).
Indro Bagus SU - detikFinance, Nurhaida (Foto: dok detikcom)

16 Mei 2009

Review Sepekan: Bakrie sang Penentu

Sabtu, 16/05/2009 10:30 WIB


Jakarta - Arah perdagangan saham pada pekan ini sangat ditentukan oleh gerak saham-saham Grup Bakrie. Mereka menguat, IHSG melonjak. Grup Bakrie merosot, IHSG terseret.

Hal ini terjadi karena memang kapitalisasi saham-saham kelompok grup Bakrie sangat besar. Saham-saham grup Bakrie dalam beberapa pekan terakhir kembali menjadi perburuan seiring dengan harapan pulihnya pasar saham.

Kondisi bursa regional yang masih naik turun dengan arah yang belum jelas membuat investor tidak lagi menjadikannya sebagai sentimen utama penentu pergerakan IHSG. Investor kini sudah mulai fokus pada fundamental emiten.

Di akhir pekan, IHSG terpangkas cukup besar seiring profit taking besar-besaran dari saham grup Bakrie. Aksi jual yang cukup besar bahkan sempat membuat order saham Bakrie & Brothers sempat susah masuk ke sistem JATS Next-G.

Pergerakan IHSG sepanjang pekan ini adalah:

  • Pada perdagangan Senin (11/5/2009) IHSG turun 31,791 poin (1,71%) menjadi 1.830,741.
  • Pada perdagangan Selasa (12/5/2009), IHSG menguat 11,281 (0,62%) ke level 1842,022.
  • Pada perdagangan Rabu (13/5/2009), IHSG ditutup menguat 9,310 (0,51%) ke level 1851,332.
  • Pada perdagangan Kamis (14/5/2009) IHSG terjungkal 66,329 poin (3,58%) menjadi 1.785,003.
  • Pada perdagangan Jumat (15/5/2009) IHSG terpangkas 34,089 poin (1,91%) menjadi 1.750,914.

Berikut review IHSG oleh Panin Sekuritas:

Tekanan jual pada saham Grup Bakrie serta panasnya kondisi politik tanah air menjelang pendaftaran capres-cawapres menyebabkan indeks anjlok -1,91% ditutup pada 1.750,91. Kondisi bursa regional yang tengah menguat serta pengumuman PDB Indonesia (4,4%) yang diatas perkiraan ekonom, tidak mampu menyelamatkan indeks dari zona negatif.

Sepanjang pekan lalu IHSG bergerak melemah -5,99% dari pembukaan 1.862,53 hingga penutupan pada hari Jumat di 1.750,91. Profit taking dilakukan pemodal setelah indeks bergerak menguat dalam 2 pekan berturut-turut. Dari faktor eksternal, meningkatnya initial jobless claim dan melemahnya penjualan ritel juga menyebabkan pergerakan pasar saham global bergerak cenderung melemah pekan lalu. Nurul Qomariah, Detik Finance

Ada Pemilu, Pebisnis Minggir Dulu

Sabtu, 16/05/2009 14:51 WIB


Jakarta - Masa kampanye politik saat ini berpengaruh terhadap dunia bisnis. Para pebisnis memilih berhati-hati untuk berekspansi di Indonesia di tengah hingar bingar pemilu.

Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani ketika ditemui usai mengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Depok, Sabtu (16/5/2009).

"Pebisnis masih hati-hati saat ini, di samping faktor krisis ekonomi global yang terjadi di eksternal di internal dalam negeri sendiri ada situasi politik yang pasti ada pengaruhnya," tuturnya.

Karena itu untuk menjaga kepercayaan para pelaku ekonomi, Sri Mulyani mengatakan pemerintah terus menjaga agar proses politik yang sedang berjalan melalui pemilu di tahun ini tidak mengganggu segala rencana pemerintah yang sudah dibuat sebelumnya.

"Kita jaga agar target-target yang telah dibuat berjalan tanpa terganggu oleh proses politik yang terjadi," ujarnya.

Sebelumnya, BPS (Badan Pusat Statistik) mengatakan prospek bisnis di kuartal II-2009 berdasarkan Indeks Tendensi Bisnis (ITB) mmemperlihatkan secara umum kondisi bisnis pada kuartal II-2009 akan menurun.

Kepala BPS Rusman Heriawan mengatakan sebagian besar sektor ekonomi pada kuartal II-2009 diperkirakan mengalami penurunan kecuali sektor pertambangan dan penggalian; sektor listrik, gas dan air bersih; dan sektor jasa-jasa.

"Sektor yang diperkirakan mengalami penurunan bisnis terbesar adalah industri pengolahan," kata Rusman. Wahyu Danil, Detik Finance

14 Mei 2009

Saham Grup Bakrie Rontok, IHSG Terjungkal 66 Poin


Kamis, 14/05/2009 16:14 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang tinggi yang membuatnya terjungkal ke jalur merah. Saham-saham grup Bakrie mengalami kerontokan yang hebat.

Tingginya transaksi saham lebih banyak didominasi oleh aksi jual. Pelaku pasar melakukan aksi ambil untung di saham grup Bakrie karena menilai harganya sudah terlalu tinggi. IHSG juga terpental ke zona negatif mengikuti bursa saham regional yang hampir semuanya anjlok.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis (14/5/2009) IHSG terjungkal 66,329 poin (3,58%) menjadi 1.785,003. Pada sesi satu IHSG terpangkas 35,453 poin (1,91%) menjadi 1.815,879.

Indeks LQ-45 turun 13,470 poin (3,75%) menjadi 345,358 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 13,647 poin (4,51%) menjadi 288,860.

Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 203.360 kali, dengan volume 30,297 miliar unit saham, senilai Rp 7,806 triliun. Sebanyak 60 saham naik, 155 saham turun dan 47 saham stagnan.

Saham-saham yang turun harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 250 menjadi Rp 1.950, Bakrie & Brothers (BNBR) turun Rp 4 menjadi Rp 100, Bakrie Telecom (BTEL) turun Rp 13 menjadi Rp 153, Bakrieland Development (ELTY) turun Rp 40 menjadi Rp 255, Bakrie Sumatra Plantations (UNSP) turun Rp 90 menjadi Rp 800 dan Darma Henwa (DEWA) turun Rp 15 menjadi Rp 225.

Sedangkan saham-saham yang naik harganya antara lain, Truba Alam Engineering (TRUB) naik Rp 18 menjadi Rp 160, Sierad Produce (SIPD) naik Rp 6 menjadi Rp 57 dan Central Proteinaprima (CPRO) naik Rp 5 menjadi Rp 115.

IHSG mengikuti anjloknya bursa regional seperti Hang Seng turun 3,04%, KOSPI turun 2,68%, Nikkei turun 2,64%, Shanghai turun 0,9%, STI Singapura turun 2,41% dan Taiwan turun 1,87%.
Irma Gustia, Detik Finance

27 Maret 2009

IHSG Naik Tajam 42 Poin

Jumat, 27/03/2009 16:09 WIB


(Foto: Indro-detikFinance)
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat tajam di akhir pekan ini dan menjadi jawara di tingkat regional. Transaksi saham berlangsung ramai dengan aksi beli yang tinggi pada saham-saham unggulan.

Investor lokal dan asing menyerbu saham-saham unggulan di sektor infrastruktur, tambang dan bank. Animo beli investor cukup tinggi di akhir pekan ini.

IHSG melejit di tengah variatifnya bursa saham regional seperti Hang Seng naik 0,07%, KOSPI turun 0,51%, Nikkei turun 0,11%, Shanghai naik 0,54%, STI Singapura turun 0,85% dan Taiwan naik 0,8%.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat (27/3/2009) IHSG melonjak 42,772 poin (3,01%) menjadi 1.462,745. Pada sesi satu, IHSG menguat 43,327 poin (3,05%) menjadi 1.463,300.

Indeks LQ-45 naik 9,904 poin (3,53%) menjadi 290,160 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 9,899 poin (4,26%) menjadi 242,224.

Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 69.488 kali, dengan volume 3,082 miliar unit saham, senilai Rp 2,204 triliun. Sebanyak 117 saham naik, 36 saham turun dan 58 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 40 menjadi Rp 840, Telkom (TLKM) naik Rp 500 menjadi Rp 7.600, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 250 menjadi Rp 7.100, Astra International (ASII) naik Rp 550 menjadi Rp 15.800, Indosat (ISAT) naik Rp 125 menjadi Rp 4.725 dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 100 menjadi Rp 4.475.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain, Lautan Luas (LTLS) turun Rp 30 menjadi Rp 940, Jasa Marga (JSMR) turun Rp 10 menjadi Rp 920 dan Matahari Putra Prima (MPPA) turun Rp 30 menjadi Rp 560.

08 Desember 2008

2 Hari Terbaik di Wall Street


Selasa, 09/12/2008 06:52 WIB
New-York - Saham-saham di Wall Street kembali bergerak menguat, berkat optimisme atas rencana investasi infrastruktur besar-besaran yang diluncurkan presiden terpilih Barack Obama.

Saham-saham juga bergerak positif berkat perkembangan rencana pemberian bailout untuk sektor otomotif, sehingga bisa mencegah kebangkrutan sektor tersebut. Ini adalah kenaikan harga saham terbaik selama 2 hari berturut-turut, setelah bursa Wall Street terpuruk ke level terendahnya pada 21 November lalu.

Di perdagangan Jumat akhir pekan lalu, saham-saham juga telah menguat tajam, setelah munculnya harapan bahwa yang terburuk dari krisis akan segera berakhir. Kenaikan itu ternyata berlanjut hingga awal pekan ini.

Pada perdagangan Senin (8/12/2008), indeks Dow Jones menguat 298,76 poin (3,46%) ke level 8.934,18. Indeks Standard & Poor's 500 naik 33,63 poin (3,84%) ke level 909,70 dan Nasdaq menguat 62,43 poin (4,14%) ke level 1.571,74.

Saham-saham sektor konstruksi dan material bergerak menguat setelah Obama mengumumkan rencana investasi infrastruktur besar-besaran yagn diharapkan bisa menciptakan 2,5 juta lapangan pekerjaan baru. Saham Caterpillar naik hingga 11%, Terx Group yang merupakan pengembang gedung dan pertambangan juga naik hingga 18%.

Investor juga semakin punya harapan bailout untuk sektor otomotif akan segera dikeluarkan. Saham General Motors naik hingga 20%, sementara Ford juga naik hingga 24%.

"Lihat pada sektor yang sedang bekerja, segala sesuatu yang berhubungan dengan infrastruktur sekarang sedang terangkat. Secara jelas, orang-orang yang membuat 'hal ini' sedang dalam posisi di atas," jelas Kevin Kruzzenski, kepala analis KeyBanck Capital Markets seperti dikutip dari Reuters, Selasa (9/12/2008).

Kenaikan harga saham yang sudah terjadi selama 2 hari berturut-turut ini sekaligus mengangkat bursa dari keterpurukan pada level terburuk dalam 11 tahun terakhir pada 21 November lagi. Indeks S&P 500 kembali menggapai level 900, atau tercatat naik 22% sejak level terburuk itu. Namun jika dihitung sepanjang tahun ini, indeks S&P 500 masih tercatat turun 38%.

Sementara indeks Dow Jones juga kembali menembus level 9.000, untuk pertama kalinya sejak sekitar sebulan lalu.

Perdagangan cukup aktif di New York Stock Exchange dengan transaksi mencapai 1,74 miliar dan di Nasdaq transaksi mencapai 2,33 miliar.Nurul Qomariyah - detikFinance
Foto: Reuters

Investor Percantik Portofolio Saham



Selasa, 09/12/2008 07:35 WIB
Jakarta - Setelah melalui masa-masa sepi di pekan lalu karena tipisnya perdagangan, investor saham mulai bersiap mengoleksi saham-saham pilihan menjelang tutup tahun 2008. Investasi saham akan dipercantik yang dicerminkan dengan naiknya harga.

Menjelang akhir tahun, investor biasanya melakukan aksi window dressing yakni mempercantik portofolio sahamnya. Saham-saham unggulan akan mulai dikejar terutama yang memiliki fundamental dan kinerja baik.

Alhasil, pada perdagangan saham Selasa (9/12/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan menuju teritori positif terlebih bursa saham regional juga menguat yang bisa menjadi pendorongnya.

Indeks Jepang pada Selasa pagi ini dibuka menguat 0,44% atau 36,64 poin menjadi 8.365,69, KOSPI naik 1% atau 11,04 poin menjadi 1.116,09 dan Australia naik 0,3% atau 10,2 poin menjadi 3.641,8.

Penguatan bursa regional terdorong oleh kenaikan saham di Wall Street pada awal pekan ini karena optimisme atas rencana investasi infrastruktur besar-besaran yang diluncurkan presiden terpilih Barack Obama.

Saham-saham di Wall Street juga bergerak positif berkat perkembangan rencana pemberian bailout untuk sektor otomotif, sehingga bisa mencegah kebangkrutan sektor tersebut. Ini adalah kenaikan harga saham terbaik selama 2 hari berturut-turut, setelah bursa Wall Street terpuruk ke level terendahnya pada 21 November lalu.

Di perdagangan Jumat akhir pekan lalu, saham-saham juga telah menguat tajam, setelah munculnya harapan bahwa yang terburuk dari krisis akan segera berakhir. Kenaikan itu ternyata berlanjut hingga awal pekan ini.

Pada perdagangan Senin (8/12/2008), indeks Dow Jones menguat 298,76 poin (3,46%) ke level 8.934,18. Indeks Standard & Poor's 500 naik 33,63 poin (3,84%) ke level 909,70 dan Nasdaq menguat 62,43 poin (4,14%) ke level 1.571,74.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

eTrading Securities

Bursa Indonesia pada perdagangan akhir pekan kemarin ditutup terkoreksi tipis terkait aksi profit taking yang dilakukan investor untuk menghindari volatilitas ketika bursa Indonesia libur panjang. Indeks ditutup terkoreksi tipis 0,2% ke level 1.202 setelah selama 2 hari berturut-turut menguat. Pada akhir pekan kemarin, Bank Sentral Eropa kembali memangkas suku bunga sebesar 75 bps ke level 2,5% seturut langkah beberapa bank sentral lainnya di dunia untuk menstimulus likuiditas dan menahan laju perlambatan ekonomi.

Bursa US sendiri telah menguat 2 kali berturut-turut selama bursa Indonesia libur. Bursa US pada Jumat dan Senin ini menguat lebih dari 560 poin setelah pada Jumat, kongres US menyetujui proposal bail-out senilai US$15 miliar bagi 3 perusahaan otomotif terbesar US dan pada Senin malam terkait testimoni Barack Obama yang menyatakan akan menaikkan infrastructure spending untuk mengangkat perekonomian dan menyerap tenaga kerja secara massal. Malam tadi, Dow ditutup +3,4%, Nasdaq +4,1% dan S&P500 +3,8%. Harga minyak dunia pada akhir pekan lalu sempat menyentuh level terendah dalam 4 tahun terakhir di level us$40,8 sebelum akhirnya rebound ke level US$43,7 setelah OPEC menyatakan akan kembali memotong kuota produksinya pada pertemuan akhir bulan ini. Bursa Regional sendiri pada awal pekan kemarin mayoritas ditutup menguat memfaktorkan kenaikan pada bursa US dan disetujuinya proposal Bail-out bagi sektor otomotif US. Sementara pagi ini, Bursa Regional kembali dibuka menguat Nikkei +1,4%, STI +4,1%, SSEC +3,5%.

Bursa Indonesia sendiri diperkirakan akan bergerak menguat pada awal pekan ini untuk memfaktorkan penguatan bursa US dan Asia selama libur panjang kemarin. Sentimen positif yang beredar selama bursa Indonesia libur kemarin diperkirakan akan mampu membawa indeks menguat cukup signifikan. Sektor banking, Telco's dan Property diperkirakan akan menjadi penggerak indeks seiring sentimen buruk yang akan menimpa
sektor mining dengan merosotnya harga minyak dan komoditas lainnya. Rentang pergerakan indeks hari ini akan berkisar pada level 1190 - 1240.(ir/ir)Irna Gustia - detikFinance
(Foto: Indro-detikfinance)

04 Desember 2008

US$ 500 Juta Dana Asing Mulai Masuk ke Pasar Modal



Jumat, 05/12/2008 12:30 WIB
Bandung - Gelombang dana asing mulai masuk lagi ke Indonesia, setelah pada puncak krisis keuangan global akibat krisis di AS, dana-dana itu keluar dari Indonesia.

Hal ini dikatakan oleh Peneliti Ekonomi dari Direktorat Kebijakan Moneter BI Wiwiek Sistowidayat dalam workshop wartawan ekonomi dan moneter tentang "Instrumen Moneter BI & Pasar Valuta Asing" di Hotel Grand Preanger, Bandung, Jumat (5/12/2008).

"Capital Inflow sudah mulai terjadi lagi, khususnya terlihat pada instrumen SUN (Surat Utang Negara) dan juga di pasar modal," ujarnya.

Dipaparkan Wiwiek, pada pasar modal, aliran dana asing yang mulai masuk saat ini sudah berjumlah kurang lebih US$ 500 juta, sementara di SUN sudah mencapai US$ 5 juta.

"Kondisi ini memperlihatkan bahwa perekonomian domestik kita masih membaik, sehingga investor asing mulai kembali. Tapi kita belum tahu ke depannya, karena mereka kan bisa keluar masuk kapan saja," pungkasnya.Wahyu Daniel - detikFinance
Foto: Reuters

29 November 2008

Northstar Ambil Alih Utang Bakrie ke Odickson US$ 575 Juta


Jumat, 28/11/2008 23:44 WIB
Jakarta - Northstar Pacific sepakat untuk mengambil alih utang PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) kepada Odickson Finance sebesar US$ 575 juta. Sebagai imbalannya, Northstar akan menjadi pemilik saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Demikian disampaikan Presdir BNBR Nalinkant A Rathod dalam jumpa pers di Wisma Bakrie 2 pada Jumat (28/11/2008)

"PT Bakrie & Brothers mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan Northstar Pacific untuk membentuk satu kerjasama yang sudah tertuang dalam Sales and Purchase Agreement (SPA) pada 31 Oktober untuk membentuk strategic partnership," ujar Nalinkant.

Ia menjelaskan, kerjasama ini diterjemahkan dalam bentuk pengambilalihan aset-aset yang telah dijaminkan BNBR ke Odickson Finance. Dengan kerjasama ini, Northstar secara tidak langsung mengambil kontrol dari aset-aset portofolio BNBR.

"Dan Northstar berada dalam posisi untuk menjadi strategic partner di BUMI. Jumlah utang yang sangat signifikan BNBR kepada Odickson telah diambil alih oleh Northstar. Dan dia (Northstar) akan mengukuhkan dirinya untuk membentuk joint venture di BNBR," jelas Nalinkant.

Dalam catatan detikFinance, BNBR memiliki pinjaman sebesar US$ 1,086 miliar ke Odickson Finance baru dibayar US$ 118,7 juta atau tersisa sekitar US$ 967,3 juta. Jika memang yang diambil hanya US$ 575 juta, maka utang ke Odickson yang masih tersisa adalah sekitar US$ 392,3 juta.

"Semua utang selesai, semua kewajiban dapat dipenuhi. Tinggal yang US$ 200 juta yang akan kita selesaikan sebelum akhir tahun ini," jelasnya.

Ia menambahkan, kesepakatan akhir masih akan dihitung lagi, termasuk berapa nilai dari aset yang diambil alih Northstar.

Dalam catatan detikFinance, sisa pinjaman saat ini yang masih harus dibayarkan BNBR mencapai US$ 1,146 miliar plus Rp 501,7 miliar kepada Odickson Finance, JP Morgan, ICICI, Mandiri Sekuritas, PT Sucorinvest Gani, PT PNM Investments Management, PT Sarijaya Securities, PT Dinar Sekuritas.

Sementara utang gadai saham Bumi Resources (BUMI) dan Bakrie Sumatra Plantation (UNSP) ke Recapital Securities dan PT Aldira sebesar Rp 144,9 miliar sudah mengalami gagal bayar. Wahyu Daniel, Angga Aliya ZRF - detikFinance

27 November 2008

Review IHSG: Sangat Fluktuatif


Kamis, 27/11/2008 17:53 WIB
Jakarta - IHSG masih meneruskan penguatannya, meski sempat diwarnai profit taking. Penguatan IHSG ini sejalan dengan pergerakan bursa regional lainnya, yang mengikuti Wall Street.

Pada perdagangan Kamis (27/11/2008), IHSG ditutup naik tipis 8,923 poin (0,75%) ke level 1.202,074. Perdagangan di lantai BEI mencatat frekuensi 69.871 kali pada volume 3.065 juta lembar saham senilai Rp 2,267 triliun.

Berikut review IHSG oleh eTrading Securities:

Bursa Indonesia meneruskan rally penguatannya selama tiga hari berturut-turut dan ditutup di level 1.202 (+0,74%) dengan trading value Rp 2,2 trilliun.

Pergerakan indeks sendiri sangat fluktuatif pada perdagangan hari ini. Pada sesi pertama, indeks sempat menguat sampai ke level 1.222, namun banyaknya investor yang melakukan aksi profit taking menyebabkan indeks terpuruk ke teritori negatif, bahkan sempat menyentuh level terendah di 1.185.

Namun sesaat sebelum penutupan, indeks kembali terkerek ke teritori positif. Saham mining yang menjadi katalis kemarin ditutup melemah 3,27%. Hal ini dipicu oleh terkoreksinya saham BUMI yang ditutup di level Rp920 sebesar 9,8% setelah sempat auto rejection ke atas selama dua hari terakhir. Keputusan mengenai konfirmasi akuisisi Northstar tehadap BUMI akan diketahui besok.

Pergerakan IHSG bergerak inline dengan menguatnya bursa regional seperti Topix (+1,45%), Hang Seng (+1,37%), dan SSE (+1,46%) dipicu oleh pemotongan suku bunga sebesar 108 basis poin menjadi 5,58% oleh bank sentral Cina.

Sementara bursa India disuspen hari ini seiring adanya aksi serangan teroris di Mumbai. Walaupun perdagangan obligasi, saham, dan valas ditiadakan , aksi jual rupee besar-besaran tetap terjadi . Rupee diperdagangkan di level INR 49,88/USD. Nurul Qomariyah - detikFinance

24 November 2008

Review IHSG: Bakrie Mulai Dilirik


Senin, 24/11/2008 17:37 WIB
Jakarta - IHSG tercatat hanya melemah tipis. Saham-saham emiten grup Bakrie tercatat mulai dilirik investor karena harganya yang sudah sangat sangat murah, di bawah nilai bukunya.

Pada perdagangan saham sesi Senin (24/11/2008) IHSG hanya melemah 4,875 poin (0,43%) menjadi 1.141,401. Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 43.455 kali, dengan volume 2,601 miliar unit saham, senilai Rp 1,558 triliun.

Berikut review IHSG oleh eTrading Securities:

Bursa Indonesia kembali ditutup di teritori negatif pada awal pekan. Indeks ditutup melemah 0,42% ke level 1.141,401 (bergerak inline dengan bursa regional yang mayoritas ditutup melemah).

Sentimen positif datang dari AS setelah Citigroup, bank terbesar kedua di AS dilaporkan telah memperoleh dana bailout sebesar US$ 20 milliar dari pihak pemerintah dan menyetujui untuk membatasi gaji eksekutifnya. Bursa US sendiri pada perdagangan kemarin ditutup di level 8.046, rebound 494 poin (pihak investor melakukan massive buying satu jam sebelum market ditutup).

Harga minyak yang sempat menguat menembus level US$50 pada pembukaan sesi pertama kembali terkoreksi ke level US$49 pada penutupan sesi kedua.

Pada perdagangan hari ini pergerakan IHSG sendiri cukup fluktuatif (pada awal pembukaan indeks sempat berada di teritori positif, walaupun pada akhirnya ditutup melemah) dengan trading value yang masih minim, hanya sebesar Rp1,5 trilliun.

Saham Grup Bakrie yang dalam sepekan terakhir ini ditutup selalu melemah akhirnya mencatat hasil yang cukup memuaskan hari ini, di mana BUMI merupakan top value stock hari ini dengan trading value mencapai Rp539 milliar dan berhasil ditutup di level Rp710 (stagnan) dan ELTY ditutup di level Rp65 (+4,83%). Investor mulai tertarik untuk mengoleksi beberapa saham Bakrie karena nilainya yang dianggap sudah undervalue dan struktur fundamental yang masih kuat.

Beberapa sektor yang berhasil ditutup menguat hari ini adalah property (3,7%), infrastruktur (+1,03%), dan finance (+1,67%). Sementara melemahnya sektor pertambangan sampai 4% dipicu harga batu bara yang terus anjlok dan pada pekan kemarin berada di level $85,7/ton.

Saham yang menjadi top gainer hari ini adalah LPKR (+15,62%) dan BTEL (+4%) sedangkan top losernya berasal dari ANTM (-5,88%) dan TINS (-6,54%).Nurul Qomariyah - detikFinance

20 November 2008

Harga Saham di Pasar Tunai Diseragamkan dengan Pasar Reguler


Jumat, 21/11/2008 13:18 WIB
Jakarta - Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menyamakan harga saham di pasar tunai dengan pasar reguler terhitung mulai 24 November 2008.

Penyeragaman harga itu dilakukan sehubungan dengan kurang aktifnya transaksi di pasar tunai yang berakibat harga terakhir yang terjadi (previous price) sering berbeda jauh dengan harga dengan harga yang terjadi di pasar reguler.

"Sehingga dapat menjadi tidak wajar jika digunakan sebagai harga acuan transaksi di pasar tunai," kata Direktur Perdagangan Saham dan Pengembangan Produk MS Sembiring, dalam pengumuman Jumat (21/11/2008).

Pasar tunai adalah pasar dimana perdagangan efek di bursa dilaksanakan berdasarkan proses tawar-menawar secara lelang yang berkesinambungan (continuous auction market) oleh Anggota Bursa melalui JATS dan penyelesaiannya dilakukan pada hari bursa yang sama dengan terjadinya transaksi bursa (T+0).Irna Gustia - detikFinance
(Foto: Indro-detikFinance)

19 November 2008

Rupiah 12.000/US$, IHSG Tergerus

Rabu, 19/11/2008 12:12 WIB
Jakarta - Pelemahan rupiah yang kembali menyentuh level 12.000 per dolar AS membuat pasar saham ikut tergerus. Saham-saham unggulan terpangkas signifikan.

Pada penutupan perdagangan saham sesi I, Rabu (19/11/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 23,729 poin (1,99%) menjadi 1.166,133.

Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB melemah 300 poin ke posisi 12.450 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terjadi karena masih tingginya permintaan terhadap dolar AS namun pasokan di pasar relatif terbatas.

IHSG mengikuti pelemahan yang terjadi hampir di semua bursa Asia seperti Hang Seng turun 0,22%, KOSPI turun 1,04%, Nikkei turun 2,18%, STI Singapura turun 1,06%, Taiwan turun 0,33%. Sedangkan indeks Shanghai naik 2,26%.

Pelaku pasar sangat membatasi pembelian saham karena fluktuasi yang terjadi di pasar global membuat investor harus berhati-hati. Transaksi saham pun hanya berlangsung tipis.

Perdagangan saham sesi siang mencatat transaksi sebanyak 16.859 kali, dengan volume 1,015 miliar unit saham, senilai Rp 462,4 miliar. Sebanyak 19 saham naik, 110 saham turun dan 39 saham stagnan.

Saham-saham yang turun harganya antara lain, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 225 menjadi Rp 2.750, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 350 menjadi Rp 5.550, United Tractors (UNTR) turun Rp 175 menjadi Rp 3.450 dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 250 menjadi Rp 8.300.(ir/qom)

05 November 2008

Kontroversi Intervensi Pemerintah di Saham BUMI


Rabu, 05/11/2008 13:12 WIB
Jakarta - Pembatalan pencabutan penghentian sementara perdagangan saham (suspensi) PT Bumi Resources Tbk (BUMI) semakin menimbulkan kontroversi. Campur tangan pemerintah dalam kasus ini menambah kisruh persoalan suspensi grup Bakrie.

"Kita harus mempertanyakan, yang dimaksud pemerintah sebagaimana diumumkan dalam pengumuman resmi BEI, pemerintah yang mana? Masalah ini jadi rancu, karena setahu saya sebelumnya pemerintah mendesak agar suspensi grup Bakrie segera dibuka," ujar Direktur PT Financorpindo Nusa, Edwin Sinaga saat dihubungi detikFinance, Rabu (5/11/2008).

Dalam surat keterangan resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal hari ini, Rabu (5/11/2008) menyatakan "Mengingat adanya permintaan dari pemerintah, maka bursa memutuskan untuk menunda pembukaan suspensi Perdagangan Efek BUMI hingga pengumuman lebih lanjut".

"Saya rasa pemerintah juga harus memberikan penjelasan alasan penundaan tersebut, supaya fair. Kita juga harus tahu pemerintah punya pola pikir apa atas intervensi ini. Pemerintah harus jelaskan soal ini," tegas Edwin.

Sebagaimana dikatakan Edwin, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Fuad Rahmany sebagai otoritas yang sah di atas BEI, sebelumnya telah memberikan lampu hijau pembukaan suspensi grup Bakrie.

Namun anehnya, secara tiba-tiba pemerintah mengintervensi BEI agar pembukaan suspensi BUMI hari ini dibatalkan.

Apa yang menjadi pertanyaan Edwin sebetulnya wajar. Sebab otoritas pemerintah yang berkoordinasi langsung dengan BEI telah memberikan lampu hijau pembukaan suspensi grup Bakrie. Pertanyaannya kemudian, pemerintah yang mana yang melakukan intervensi ini?

"Ini harus dikonfirmasi langsung ke Bapepam atau Menkeu. Tapi dengan adanya intervensi ini, jalannya cerita kasus grup Bakrie menjadi semakin menarik untuk terus menerus diamati. Bola semakin liar," ujar Edwin.

Salah satu aspek menarik yang harus diamati adalah intervensi pemerintah terhadap BEI terjadi Rabu pagi ini. Sebab, jika pemerintah telah meminta BEI menunda pembukaan suspensi BUMI, maka tadi pagi BEI tidak mengumumkan rencana pembukaan suspensi BUMI.

Artinya, intervensi pemerintah dilakukan setelah pengumuman pembukaan suspensi BUMI dipublikasikan oleh BEI sekitar pukul 08.00 WIB dan sebelum pukul 09.15 WIB.

Kronologi pembatalan pencabutan saham BUMI.

* Sekitar pukul 08.00 WIB 5 November 2008 BEI mengumumkan melalui situsnya akan membuka saham BUMI mulai sesi I pukul 09.30 JATS transaksi Rabu 5 November 2008 di semua pasar.
* Pukul 09.15 WIB, berita menyebar di perusahaan sekuritas bahwa suspensi saham BUMI batal yang diumumkan melalui layar sistem perdagangan.
* Pukul 09.30 WIB terbukti saham BUMI tidak ada transaksinya di lantai Bursa.
* Pukul 11.30 WIB, BEI mengumumkan alasan pembatalan pencabutan suspensi.

(dro/ir)Indro Bagus SU - detikFinance

Review IHSG: Kecolongan di Menit-menit Akhir

Rabu, 05/11/2008 17:40 WIB
Jakarta - IHSG yang sempat merekah hingga 40 poin, akhirnya harus kehilangan poin di menit-menit akhir. Aksi profit taking justru terjadi setelah Barack Obama terpilih jadi presiden AS.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu (5/11/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 3,510 poin (0,26%) menjadi 1.366,275. Sebelumnya pada sesi I IHSG menguat 30,771 poin (2,25%) menjadi 1.400,556. Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 80.965 kali, dengan volume 3,275 miliar unit saham, senilai Rp 2,683 triliun.

Berikut review IHSG oleh eTrading Securities:

Bursa mengakhiri rally selama 5 hari berturut-turut dengan ditutup turun tipis pada perdagangan hari ini di level 1.366,275 (-0.25%) dengan total nilai transaksi sebesar Rp 2,683 triliun.

Pada awal perdagangan indeks masih berada di teritori positif dan sempat menguat di level 1.427,665 namun indeks tidak dapat melanjutkan penguatan setelah investor asing melakukan aksi profit taking dengan foreign net sell Rp 36,5 miliar.

Aksi profit taking investor asing dilakukan bersamaan dengan penguatan dollar atas rupiah setelah Barack Obama terpilih menjadi presiden ke-44 AS.

Rupiah ditransaksikan melemah 37.5 poin ke posisi Rp 10.912. Selain itu penurunan indeks juga dipicu oleh kekhawatiran para pelaku pasar atas rencana RDG BI besok untuk mengumumkan level BI rate yang saat ini 9,5%.

Beberapa sektor yang ditutup positif hari ini diantaranya sektor konsumer (+0,79%), infrastruktur (+1,10%), finansial (+1,84%) dan perkebunan (+2,64%) yang masih dipicu sentimen positif setelah angka inflasi Oktober cukup rendah 0,45% QoQ vs 1,97% QoQ pada bulan September.

Beberapa saham yang berhasil naik TLKM (+4,62%) Rp 5.650, AALI (+2,48%) Rp 8.250, BBRI (+4,22%) Rp 3.700, LSIP (+2,80%) Rp 2.750.
(qom/qom)Nurul Qomariyah - detikFinance