Tampilkan postingan dengan label Eri Firmansyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Eri Firmansyah. Tampilkan semua postingan

05 November 2008

Kontroversi Intervensi Pemerintah di Saham BUMI


Rabu, 05/11/2008 13:12 WIB
Jakarta - Pembatalan pencabutan penghentian sementara perdagangan saham (suspensi) PT Bumi Resources Tbk (BUMI) semakin menimbulkan kontroversi. Campur tangan pemerintah dalam kasus ini menambah kisruh persoalan suspensi grup Bakrie.

"Kita harus mempertanyakan, yang dimaksud pemerintah sebagaimana diumumkan dalam pengumuman resmi BEI, pemerintah yang mana? Masalah ini jadi rancu, karena setahu saya sebelumnya pemerintah mendesak agar suspensi grup Bakrie segera dibuka," ujar Direktur PT Financorpindo Nusa, Edwin Sinaga saat dihubungi detikFinance, Rabu (5/11/2008).

Dalam surat keterangan resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal hari ini, Rabu (5/11/2008) menyatakan "Mengingat adanya permintaan dari pemerintah, maka bursa memutuskan untuk menunda pembukaan suspensi Perdagangan Efek BUMI hingga pengumuman lebih lanjut".

"Saya rasa pemerintah juga harus memberikan penjelasan alasan penundaan tersebut, supaya fair. Kita juga harus tahu pemerintah punya pola pikir apa atas intervensi ini. Pemerintah harus jelaskan soal ini," tegas Edwin.

Sebagaimana dikatakan Edwin, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Fuad Rahmany sebagai otoritas yang sah di atas BEI, sebelumnya telah memberikan lampu hijau pembukaan suspensi grup Bakrie.

Namun anehnya, secara tiba-tiba pemerintah mengintervensi BEI agar pembukaan suspensi BUMI hari ini dibatalkan.

Apa yang menjadi pertanyaan Edwin sebetulnya wajar. Sebab otoritas pemerintah yang berkoordinasi langsung dengan BEI telah memberikan lampu hijau pembukaan suspensi grup Bakrie. Pertanyaannya kemudian, pemerintah yang mana yang melakukan intervensi ini?

"Ini harus dikonfirmasi langsung ke Bapepam atau Menkeu. Tapi dengan adanya intervensi ini, jalannya cerita kasus grup Bakrie menjadi semakin menarik untuk terus menerus diamati. Bola semakin liar," ujar Edwin.

Salah satu aspek menarik yang harus diamati adalah intervensi pemerintah terhadap BEI terjadi Rabu pagi ini. Sebab, jika pemerintah telah meminta BEI menunda pembukaan suspensi BUMI, maka tadi pagi BEI tidak mengumumkan rencana pembukaan suspensi BUMI.

Artinya, intervensi pemerintah dilakukan setelah pengumuman pembukaan suspensi BUMI dipublikasikan oleh BEI sekitar pukul 08.00 WIB dan sebelum pukul 09.15 WIB.

Kronologi pembatalan pencabutan saham BUMI.

* Sekitar pukul 08.00 WIB 5 November 2008 BEI mengumumkan melalui situsnya akan membuka saham BUMI mulai sesi I pukul 09.30 JATS transaksi Rabu 5 November 2008 di semua pasar.
* Pukul 09.15 WIB, berita menyebar di perusahaan sekuritas bahwa suspensi saham BUMI batal yang diumumkan melalui layar sistem perdagangan.
* Pukul 09.30 WIB terbukti saham BUMI tidak ada transaksinya di lantai Bursa.
* Pukul 11.30 WIB, BEI mengumumkan alasan pembatalan pencabutan suspensi.

(dro/ir)Indro Bagus SU - detikFinance

01 November 2008

BEI Minta Bakrie & Brothers Segera Gelar Paparan Publik


Sabtu, 01/11/2008 19:10 WIB
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) segera menggelar paparan publik setelah mencapai kesepakatan dengan Northstar Pacific untuk pelepasan 35% saham PT Bumi Resources Tbk senilai US$ 1,3 miliar.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BEI Erry Firmansyah kepada detikFinance, Sabtu (1/11/2008).

"Kalau memang sudah terjadi transaksi, maka kita akan minta mereka segara lakukan public ekspose untuk menjelaskan tansaksi tersebut secara detail untuk kemudian dapat segera kita buka suspensinya," jelas Erry.

Presdir BUMI, Ari S Hudaya sore ini mengumumkan kesepakatan dengan Northstar Pacific untuk pembelian saham BUMI. BNBR akan menggunakan dana hasil penjualan BUMI tersebut untuk membayar utangnya.

Dari penjualan PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) dan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) sebelumnya, BNBR, menurut Ari telah mengantongi US$ 1,357 miliar. BNBR memiliki utang gadai saham dengan jumlah pokok sebesar Rp 11,51 triliun dan bunga pinjaman sekitar Rp 1,22 triliun. Totalnya sekitar Rp 12,73 triliun.

BEI telah menghentikan perdagangan saham 3 emiten Grup Bakrie yakni BNBR, BUMI dan ENRG (Energi Mega Persada) sejak 7 Oktober lalu ditengah kejatuhan pasar saham dan kabar gadai saham yang simpang siur.

Tiga emiten Grup Bakrie lain yang juga sempat disuspensi sudah kembali diperdagangkan sejak 17 Oktober lalu yakni PT PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).(qom/qom)Wahyu Daniel - detikFinance
Erry Firmansyah (Foto: Indro/detikcom)

08 Oktober 2008

BEI Periksa Anomali Transaksi Saham Sebelum Suspensi


Rabu, 08/10/2008 16:14 WIB
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan melakukan pemeriksaan intensif terhadap anomali transaksi perdagangan saham yang terjadi hari ini, Rabu (8/10/2008). Sebab, nilai transaksi hari ini hanya sebesar Rp 952,165 miliar, namun IHSG anjlok hingga 10,38%.

"Kami akan melakukan pemeriksaan atas anomali transaksi hari ini. Masih belum bisa dipastikan apakah ada transaksi ilegal. Namun jika melihat nilai transaksi hari ini yang hanya sebesar Rp 952 miliar, sedangkan IHSG anjlok hingga 10,38% sangat irrasional," ujar Direktur Utama BEI, Erry Firmansyah dikantornya, SCBD, Jakarta, Rabu (8/10/2008).

Pada perdagangan Sesi I hari ini, IHSG anjlok tajam 168,52 poin (10,38%) ke level 1451,669 dari penutupan kemarin di level 1619,721. Oleh karena itu, BEI melakukan suspensi pada pukul 11.06 WIB. Suspensi juga dilakukan pada Sesi II hari ini.

"Untuk kemungkinan dilakukan suspensi pada perdagangan besok, kami akan melakukan pembicaraan dulu dengan Bapepam dan Departemen Keuangan," ujar Erry.

Saham-saham unggulan mengalami penurunan tajam hingga harus terkena auto rejection. Saham Indosat meluncur hebat hingga Rp 1.200 atau 23,3% menjadi Rp 3.950. Penurunan saham Indosat langsung diikuti saham unggulan lain seperti Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA), Astra Internasional (ASII) yang ikut turun tajam.

Saham PTBA turun Rp 1.750 atau 25% menjadi Rp 5.250 dan saham ASII turun Rp 3.200 atau 20% menjadi Rp 12.800.

"Diduga ada segilintir investor yang melakukan short sell terhadap saham-saham ini meski BEI sudah melarang short sell selama Oktober ini," kata seorang pelaku pasar, Rabu (8/10/2008).

(dro/ir)Indro Bagus SU - detikFinance