Tampilkan postingan dengan label Facebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Facebook. Tampilkan semua postingan

02 April 2009

Sentimen Indonesia vs Malaysia Marak di Facebook

Kamis, 02/04/2009 14:56 WIB


Segelintir orang membuat kelompok 'Ganyang Malaysia' di Facebook. Pihak Malaysia pun membalas dengan 'Ganyang Indonesia'. Duh!

Malaysia dan Indonesia memiliki hubungan yang unik. Di satu sisi kedua negara ini adalah saudara serumpun. Di sisi lain, kerap ada sentimen Indonesia versus Malaysia yang dihembus-hembuskan.

Salah satunya adalah melalui fasilitas Groups di Facebook. Segelintir pengguna internet asal Malaysia dilaporkan telah membuat kelompok bernama 'Ganyang Indonesia!!!'.

Informasi yang diterima detikINET dari pembaca, Kamis (2/4/2009) menyebutkan adanya kelompok tersebut.

Saat dikunjungi detikINET, Kamis (2/4/2009) pukul 14:15 WIB, kelompok itu telah menjaring 274 anggota. Selain dari Malaysia, beberapa anggota nampaknya juga berasal dari Indonesia.

Dalam deskripsinya, grup 'Ganyang Indonesia' agaknya didirikan sebagai reaksi atas grup bernama 'Ganyang Malaysia'. Sang pembuat grup Ganyang Indonesia pun nampak penuh marah dan dendam dalam deskripsi tersebut.

Kata-kata kotor, caci maki dan umpatan menghiasi deskripsi tersebut. "Kalau nak lawan, 'no holds barred'. Lihat macam mana kawan kawan kita dari Ganyang Malaysia!!! maki hamun orang Malaysia. Tak pe rakan rakan, biar indon tunjuk dia ***, kerana dia memang ***! GANYANG INDONESIA!!!"

Dalam kedua grup itu, binatang babi jadi ikon. Di 'Ganyang Indonesia', Babi ditampilkan dalam bentuk kartun sedangkan di 'Ganyang Malaysia' berbentuk foto olah digital. Wicak Hidayat-detiknet

01 April 2009

Tersangka Pemerkosaan Diburu via Facebook


Kamis, 02/04/2009 11:05 WIB
Pria yang satu ini jelas amat sedih. Pacar tercintanya telah jadi korban perkosaan orang yang tidak dikenal. Polisi pun tidak jua mampu menangkap si pelaku. Tak mau berpangku tangan, dia pun berpaling pada Facebook untuk mencari tersangka.

Dikutip detikINET dari Telegraph, Kamis (2/4/2009), sebuah grup bernama 'Find the Sale Rapist' pun dibuat sang pria di Facebook. Di situ terdapat konten foto kamera CCTV tersangka berikut detail insiden pemerkosaan yang terjadi di kota Manchester, Inggris pada Agustus tahun lalu.

Para pengguna Facebook yang mungkin mengenali si pelaku diharapkan langsung mengontak polisi. 'Pria ini harus ditangkap secepatnya karena dia membahayakan publik', demikian tertera dalam halaman Facebook grup tersebut

Si pria yang kekasihnya jadi korban perkosaan itu mengaku terpaksa memanfaatkan Facebook karena sampai sekarang usaha aparat untuk melacak tersangka belum membuahkan hasil. Sejauh ini, grup Facebok tersebut telah punya sekitar 6000 anggota.

"Kami hanya ingin pemerkosa itu tertangkap dan dengan Facebook di mana banyak orang melihatnya akan meningkatkan kemungkinan tersebut," papar si pria yang tidak disebutkan namanya dengan alasan hukum. ( fyk / faw ) Fino Yurio Kristo - Detiknet

16 Maret 2009

Facebook, Membuat Networking atau Not Working?

Rabu, 11/03/2009 17:23 WIB Jakarta - Facebook sejatinya digunakan untuk menjalin pertemanan atau networking. Namun dalam perkembangannya, laksana candu, ada yang menggunakan situs jejaring sosial ini secara berlebihan sehingga mengganggu aktivitas kesehariannya.

Hal inilah yang kemudian menjadi kekhawatiran terbesar bos/pemilik perusahaan ketika memutuskan melakukan pemblokiran. Yaitu karena takut produktivitas karyawan menurun lantaran terlalu sering Facebook-an.

Awal kehadirannya di tengah persaingan situs jejaring sosial, Facebook menggebrak dengan fitur-fiturnya yang dianggap revolusioner atau lain dari yang lain. Fitur yang paling terkenal di Facebook adalah tagging atau memberi tanda tiap-tiap orang yang ada dalam foto tersebut sesuai dengan namanya masing-masing. Selain tagging, keunggulan Facebook yang lain adalah tersedia berbagai aplikasi di situs ini dan fasilitas chatting.

Sehingga jika ingin
chatting dengan teman, user tak perlu lagi membuka aplikasi baru. Seorang karyawati yang berkantor di Jakarta Selatan bernama Kinan mengaku, jika setiap hari datang ke kantor dan menyalakan komputer, maka secara otomatis pasti bakal terbuka pula halaman Facebook miliknya. "Soalnya sudah di-save page, jadi tak perlu login lagi," ujarnya Rabu (11/3/2009).

Lain lagi dengan Yulia. Ia mungkin tergolong freak untuk Facebook-an. Bagaimana tidak? Diakuinya, seringkali jika mengutak-atik ponsel yang ia lakukan hanyalah mengecek Facebook, bukan untuk cek SMS atau telepon. "Sepanjang hari memantau Facebook, tapi di sela-sela jam kerja. Sejumlah aplikasi di Facebook juga sering dijajal," tukasnya. Sementara menurut pengakuan pembaca detikINET bernama Arief Munandar, dirinya malah bersyukur di perusahaan tempatnya bekerja Facebook diblokir sejak 6 Maret lalu.

Alasannya, karena dianggap mengganggu produktivitas.
Bahkan bukan Facebook saja, situs lain seperti Friendster, situs trading online hingga layanan blog juga menjadi korban pemblokiran. "Banyak sekali pemain saham online di sini. Sering schedule saya kacau karena terbentur dengan para pemain saham gadungan ini," ketusnya. Promosi, Obama dan Caleg Pun demikian, Facebook tak selalu dicitrakan negatif. Banyak pula manfaat yang menyertai situs besutan Mark Zuckerberg ini. Misalnya, Facebook dapat dijadikan sebagai media yang efektif untuk melakukan promosi.

Menurut pembaca
detikINET yang berinisial 'Smote', lewat Facebook, justru perusahaan bisa memanfaatkan karyawannya untuk melakukan marketing produk mereka kepada jaringan teman karyawannya. Jadi tak perlu lagi mencari massa untuk melakukan promosi. Penawaran produk bisa dilakukan melalui jaringan pertemanan yang sudah tersedia di Facebook.

Selain itu, bukti sahih yang telah terbukti manjur adalah ketika Facebook dijadikan sebagai senjata oleh Barack Obama untuk memenangkan pemilu memperebutkan kursi nomor satu di Amerika Serikat.
Saat itu, melalui account Facebook-nya, Obama berhasil menggalang kekuatan hingga ratusan ribu pendukung yang mengusungnya untuk menjadi presiden AS. Cara ini pula yang coba dilakukan oleh para caleg Tanah Air untuk mempromosikan dirinya sekaligus meminta dukungan. Mereka ada yang membuat grup khusus, namun ada pula yang meng-add pengguna Facebook lain satu per satu. ( ash / faw )Ardhi Suryadi-Detiknet

19 Februari 2009

'Facebook Picu Kanker dan Stroke'



Jumat, 20/02/2009 07:17 WIB
London - Kecanduan Facebook bisa memicu penyakit berbahaya seperti kanker karena situs itu menurunkan level kontak fisik seseorang. Itulah klaim yang dikemukakan ahli psikologi Inggris, Dr Aric Sigman.

Menurut Dr Aric yang mempublikasikan artikelnya di jurnal Biologist, situs semacam Facebook atau MySpace memang dibuat untuk memperkaya kehidupan sosial. Namun kenyataannya malah membuat orang terpisah satu sama lain karena keasyikan berinteraksi secara virtual.

Menurutnya, fenomena tersebut dapat menimbulkan efek biologis. Kurangnya pertemuan face to face dikatakannya bisa mengubah kerja gen, mengganggu respon kekebalan, level hormon, fungsi arteri dan mempengaruhi keadaan mental.

Ujung-ujungnya, keadaan tersebut diklaim bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan serius seperti kanker, stroke sampai dementia.

Dikutip detikINET dari BBC, Jumat (20/2/2009), Dr Aric memaparkan bahwa situs jejaring berperan penting membuat orang semakin terisolasi. Buktinya, waktu yang dihabiskan orang untuk berinteraksi langsung turun secara drastis semenjak adopsi media elektronik melonjak.

Ia mengklaim, interaksi di dunia nyata dengan orang lain memberi manfaat bagi tubuh, yang tidak diperoleh dari relasi virtual. Dijelaskannya, level hormon ataupun gen yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh berubah-ubah menurut jumlah waktu yang dihabiskan orang untuk berinteraksi fisik. ( fyk / faw ) Fino Yurio Kristo - detikinet
facebook (ist)

18 Desember 2008

Facebook Dilarang Masuki Kantor Pemerintah


Jumat, 19/12/2008 13:17 WIB
Podgorica - Hegemoni Facebook sepertinya sudah mulai dianggap mengancam konsentrasi para pegawai kantor. Di Montenegro misalnya, kantor-kantor pemerintah sudah memblokir akses ke situs jejaring sosial ini.

Hal itu tak lain karena kian banyaknya para karyawan yang beralih untuk Facebook-an. Alhasil, situs tersebut men-generate trafik yang besar di tengah jam kerja.

"Untuk itu, selama jam kerja, kami menutup akses ke situs-situs yang men-generate trafik yang besar dan berpotensi terserang program jahat," bunyi aturan baru tersebut, seperti dikutip detikINET dari PC Magazine, Jumat (19/12/2008).

Sontak, banyak yang kaget dengan peraturan baru ini, sehingga ketika ingin coba membuka Facebook dari komputernya, hanya terpampang pesan penolakan akses di layar.

Selain itu, yang menjadi korban pencekalan ini ternyata tak hanya Facebook, tetapi juga menyeret situs berbagi video YouTube yang juga populer di Montenegro.

Penetrasi internet di Montenegro memang termasuk sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Facebook dan YouTube menjadi situs primadona di negara ini. Ardhi Suryadhi - detikinet
Ilustrasi (Ist.)