Tampilkan postingan dengan label Tempo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tempo. Tampilkan semua postingan

18 November 2008

666, Angka Setan dan Cover Bakrie di Tempo


Rabu, 19/11/2008 10:03 WIB
Jakarta - Alkisah, hari itu tepat 6 Juni 2006 atau jika disingkat menjadi 666, yang dianggap sebagai angka setan bagi kaum Kristen. Warga kota Hell (Neraka) di Michigan berpesta untuk menyambutnya. Tapi tak ada ritual setan, tentu saja.

Pada hari yang sama, satu keluarga yang terdiri dari enam orang tewas dibunuh di Colombia utara. Otoritas setempat menduga, pembunuhan itu dilakukan oleh sebuah kelompok pemuja setan bertepatan dengan 666.

Pada hari yang sama pula, film horor The Omen 666 juga dirilis dan masuk box office.

Dan kini, 666 telah memicu kemarahan Aburizal Bakrie. Penyebabnya, angka 666 tertera di ilustrasi wajahnya yang menjadi cover Majalah Berita Mingguan Tempo terbaru yang bertajuk "Siapa Peduli Bakrie".

"Kenapa bukan 444 atau 888?" gugat Lalu Mara Satriawangsa, jubir Bakrie. Di dalam cover majalah Tempo, angka 666 sekilas terlihat di bagian kening gambar Ical.

Lalu melayanglah somasi Bakrie pada redaksi Tempo pada Senin 17 November sore lalu. Selain memprotes isi pemberitaan, Bakrie juga menyoal angka 666 yang dianggap mengandung SARA itu.

Tempo melayani somasi Bakrie. Dalam jawabannya, Tempo menyatakan angka itu tak berarti apa-apa.

"Kalau saya tanya pada yang menggambar, menurut mereka itu angka 9, bukan angka 6 dan bilangan itu tidak mengandung arti apa-apa," kata Pemred Tempo Toriq Hadad.

Toriq menegaskan angka-angka itu tidak ada kaitannya dengan keyakinan apa pun, apalagi dikaitkan dengan angka iblis. "Tidak ada kesengajaan sama sekali, itu repetisi angka secara vertikal dan horizontal," katanya.

Apa pun alasan Tempo, Bakrie menolak berdamai dan memperkarakan ke polisi.
(nrl/iy)Nurul Hidayati - detikNews

17 November 2008

Disomasi Bakrie, Tempo Merasa Tidak Ada yang Salah


Senin, 17/11/2008 19:30 WIB
Jakarta - Grup Bakrie menyomasi dan siap mengadukan Majalah Tempo ke polisi atas berita yang dinilai tidak benar. Tetapi Majalah Tempo merasa tidak ada yang salah dengan berita yang ditulisnya karena sudah mengkonfirmasi ke pihak yang bersangkutan.

Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Toriq Hadad menjelaskan, pihaknya baru saja menerima surat somasi dari Bakrie sekitar pukul 18.15 WIB. Dalam surat itu, Bakrie mengaku keberatan dengan berita di halaman 136 yang berjudul "Panas Digoyang Gempa Bumi".

Dalam berita tersebut, tertulis berdasarkan sumber Tempo, jasa Aburizal dalam menopang kebutuhan dana kampanye Yudhoyono-Jusuf Kalla cukup besar. Bahkan kabarnya Aburizal selalu memasok dana dua kali lipat dibanding Surya Paloh.

"Padahal itu sudah dikonfirmasikan dan kita cantumkan juga. Dia katakan Bakrie tidak menyumbang yang besar," katanya dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (17/11/2008) pukul 18.45 WIB.

Dalam berita tersebut memang sudah disebutkan bahwa Aburizal membantah informasi tersebut dan menyatakannya sebagai informasi yang salah.

Namun surat somasi sudah mendarat di meja Majalah Tempo. Menanggapi ini, Toriq mengaku pihaknya tidak ada persiapan khusus. Majalah Tempo akan mempelajari secara internal somasi tersebut dan akan menanggapinya sesuai aturan hukum juga.

Yang pasti, bagi Toriq, pihaknya sudah menulis berita yang dirasa perlu diketahui masyarakat sesuai dengan aturan jurnalistik.

"Saya tidak merasa melawan secara hukum, kita sudah sesuai azas jurnalistik yang benar dan berimbang, kalau Bakrie tidak puas, dia bisa pikir langkah secara hukum," ujarnya.

Jika dibaca saksama, artikel tersebut memang telah memenuhi kaidah jurnalistik. Artinya sudah seimbang dan dikonfirmasikan. Data-data yang tersedia juga pernah dimuat banyak media.Alih Istik Wahyuni - detikNews(lih/nrl