Tampilkan postingan dengan label Morinho. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Morinho. Tampilkan semua postingan

06 Oktober 2008

Liga Champions Mourinho: Inggris Masih Mendominasi


Selasa, 07/10/2008 12:28 WIB
Milan - Pindah dan melatih tim Italia tak serta-merta membuat Jose Mourinho yakin dengan performa di Liga Champions. Dia malah memprediksi kompetisi tersebut masih akan jadi milik Premiership.

Mourinho pastinya punya banyak alasan untuk mengungkapkan komentar tersebut. Yang paling bisa dilihat tentu saja penampilan empat klub Seri A di dua matchday pertama Liga Champions yang meraih hasil beragam.

AS Roma menelan kekalahan memalukan atas CFR Cluj meski kemudian menang meyakinkan saat bertandang ke Bordeaux, sementara Inter Milan malah diimbangi Werder Bremen setelah sebelumnya menundukkan Panathinaikos 2-0. Hasil serupa diraih Juventus yang sukses menundukkan Zenit namun kemudian diimbangi Bate 2-2, sedangkan Fiorentina dua kali bermain imbang dengan Bayern Munich dan Steaua Bucharest.

Kondisi empat klub Inggris memang tak jauh beda, kecuali Liverpool yang meraih hasil 100%. Namun performa tim Premiership dalam dua tahun terakhir yang menempatkan tiga wakilnya di babak semifinal diyakini Mourinho masih mungkin akan terjadi tahun ini.

"Benar kalau Inggris sudah mendominasi Liga Champions dalam beberapa tahun terakhir. Saya tidak mengatakan kalau kami akan mampu mengubah itu - tapi saya pikir kami berempat (bersama Fiorentina, AS Roma dan Juventus) bisa sampai ke babak 16 besar," ungkap Mourinho dalam wawancaranya dengan BBC Inside Sport seperti diberitakan Independent.

Dari empat klub Seri A tersebut, bisa dibilang hanya Inter dan Juventus yang punya peluang besar maju hingga babak-babak berikutnya. Selain punya sejarah bagus di kompetisi antarklub terbaik tersebut, keduanya juga punya skuad yang cukup untuk bertarung dengan klub raksasa dari negeri seberang.

Sayangnya sejauh ini performa Juventus justru belum meyakinkan, bahkan di kompetisi lokal dengan tak pernah menang dalam tiga laga terakhir. Inter sendiri belum pernah lagi memenangi Liga Champions sejak musim 1964/65, padahal Jose Mourinho yang diharapkan bisa menghapus dahaga tersebut justru punya trek rekor yang kurang bagus setelah mengantar FC Porto jadi juara.

"Jika keempat tim Liga Inggris lolos juga, yang kelihatannya sangat mungkin terjadi, itu akan sangat bagus buat kami. Jika saya harus memenangi Liga Champions, saya tak melihat adanya perbedaan (peluang) antara kami dengan Bayern Munich, Barcelona, Real Madrid dan Juventus."

"Hanya ada satu piala untuk 10 atau 12 tim terbaik. Pada akhirnya tropi tersebut akan menjadi milik satu klub. Tentu saja kami akan berjuang untuk itu," pungkas Mourinho.
( din / ian )Doni Wahyudi - detiksport

23 September 2008

Sheva: Begitulah Mourinho


Rabu, 24/09/2008 00:10 WIB
Milan - Kebiasaan Jose Mourinho yang suka mengumbar kata-kata pedas masih terbawa hingga ia melatih di Seri A. Andriy Shevchenko tak kaget dengan hal itu. Menurutnya, memang demikianlah sifat Mourinho.

Dulu, ketika masih melatih Chelsea di Premier League, beberapa rivalnya sesama manajer pasti sudah terbiasa kupingnya dibuat memerah oleh Mourinho. Tanyakan saja kepada Arsene Wenger. Manajer Arsenal asal Prancis itu pernah disebutnya "voyeur" alias tukang ngintip karena terlalu sering mengomentari urusan Chelsea.
Atau seberapa seringnya ia saling melempar psy war dengan Sir Alex Ferguson. Hal itu bisa dimaklumi mengingat ia, bersama The Blues, telah muncul sebagai pengganggu dominasi Sir Alex dan Manchester United di Premier League.
Namun, sepedas apapun komentar Mourinho ia tetaplah sosok yang dirindukan. Sir Alex tak ragu mengakui ia telah kehilangan rival berat ketika The Special One mundur dari jabatannya sebagai manajer Chelsea tahun 2007.
Kini kebiasaannya itu masih terbawa hingga melatih Inter Milan di Seri A. baru tiga pekan Liga Italia berjalan, ia sudah memiliki musuh baru bernama Pietro Lo Monaco, salah seorang petinggi Catania. Lo Monaco sebal dengan perkataan Mourinho yang mengatakan Inter bisa saja menekuk Catania hingga 5-1.

Kasus adu mulut antara keduanya pun mengundang pejabat Italia untuk berkomentar. Roberto Maroni, menteri dalam negeri Italia, bahkan sampai memperingatkan Lo Monaco untuk tak kehilangan kendali. "Saya tidak berhak ikut campur, tapi ketika seorang direktur mengatakan bahwa seorang pelatih perlu ditampar wajahnya, saya berharap Lega Calcio atau Federasi Sepakbola Italia segera mengambil tindakan," demikian ucap sang menteri.
Kini ada satu orang lagi yang berkomentar mengenai Mourinho, yakni Shevchenko. Karena pernah berada di bawah arahan pria asal Portugal itu di Chelsea, Sheva pun paham betul bagaimana sifat mantan bosnya itu.
"Mourinho belum berubah, masih seperti ketika di Inggris dulu. Dia selalu mengungkapkan apa yang ada di pikirannya, apa yang menurutnya benar," tandasnya di Reuters.

Sikap Mourinho yang blak-blakan itu tak hanya mengundang benci, tetapi juga respek. Gelandang Inter, Amantino Mancini, suatu waktu menyebut sifatnya yang tak suka basa-basi itu justru sebuah hal yang mengesankan.
"Dia akan langsung mengatakannya di depan muka Anda jika bermain sangat jelek. Kejujuran semacam itu membuat saya sangat terkesan."

( roz / arp )Rossi Finza Noor - detiksport,Reuters/Yiorgos Karahalis