Tampilkan postingan dengan label Obama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obama. Tampilkan semua postingan

05 November 2008

Kota Obama di Jepang Rayakan Kemenangan Obama


Rabu, 05/11/2008 18:34 WIB
Tokyo - Barack Obama terpilih menjadi presiden baru AS. Masyarakat Jepang di Kota Obama pun diliputi kegembiraan. Mereka bahagia dengan kemenangan politikus yang punya nama sama dengan kota mereka.

Teriakan "Obama! Obama! Obama!" dilontarkan warga kota tersebut begitu mendengar kemenangan Obama.

Bahkan ada kelompok gadis-gadis Jepang yang menamakan diri "Obama Girls". Mereka merayakan kemenangan Obama dengan memamerkan tarian hula-hula khas Hawaii, tempat Obama pernah tinggal bersama nenek dan kakeknya. Demikian seperti diberitakan News.com.au, Rabu (5/11/2008).

"Ini hebat. Saya terus mengikuti pemilihan ini di TV. Saya berharap Obama bisa membuat dunia lebih damai," tutur salah seorang anggota "Obama Girls".

Kota Obama hanya berpenduduk 32 ribu jiwa. Dalam bahasa Jepang, Obama berarti "pantai kecil". Kota Obama tadinya merupakan kota nelayan. Namun kini kota di Jepang barat itu telah berubah menjadi wisata.

Dengan usia kota yang telah 500 tahun lebih, kota itu punya beberapa kuil kuno yang menjadi kebanggaan. Namun kota itu kurang dikenal, bahkan di kalangan turis Jepang. Tapi itu sebelum kampanye Obama menuai keberhasilan.

Sejak Obama gencar berkampanye, Kota Obama tersebut telah berulang kali dijadikan fitur di media internasional dan domestik. Buntutnya, jumlah pengunjung pun meningkat hingga 20 persen. Demikian disampaikan Shigeyoshi Takeda, pimpinan biro pariwisata Kota Obama.

"Kami punya pengunjung yang jauh lebih banyak sejak kampanye itu, khususnya warga asing. Padahal sebelumnya kami jarang kedatangan warga asing," ujarnya.
(ita/ita)Rita Uli Hutapea - detikNews

JK Ucapkan Selamat kepada Obama


Rabu, 05/11/2008 12:49 WIB
Jakarta - Wapres Jusuf Kalla mengucapkan selamat atas terpilihnya Barack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat. Ia memuji kemenangan Obama sebagai hal yang luar biasa.

"Sebagaimana kita menduga dan mengharapkan Obama terpilih menjadi presiden meskipun masih electoral vote. Makanya, saya ucapkan selamat kepada Obama," kata JK di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (5/11/2008).

Dikatakan dia, kemenangan Obama di atas perkiraan orang. "Sudah 70 persen. Luar biasa memang," ujarnya.

Menurut dia, terpilihnya Obama merupakan harapan rakyat AS dan dunia.

"Yang penting bukan politisi semacam Bush dan Republik. Ini harapan dunia. Sangat jarang AS mengalami dua kesulitan sekaligus. Kalau bukan politik, pasti hanya kesulitan ekonomi. Tetapi, pada era Bush betul-betul kedua-duanya. Rakyat AS ingin perubahan. Dan ini juga harapan dunia. Yang penting bukan politisi seperti Bush. Jadi kita ucapkan selamat," papar Ketua Umum Partai Golkar ini.

(aan/iy)

McCain Ucapkan Selamat kepada Obama


Rabu, 05/11/2008 11:43 WIB
Phoenix - Bertempat di Phoenix, Arizona, senator John McCain akhirnya mengakui kekalahannya atas kandidat presiden AS dari Partai Demokrat, Barack Obama. Di depan ribuan pendukungnya, McCain yang didampingi Cindy, istrinya, serta Sarah Palin, kandidat wakil presiden Republik beserta suaminya mengatakan bahwa ia siap mendukung Obama.

"Saya baru saja menelepon senator Barack Obama dan mengucapkan selamat...", ujar McCain yang sebelum menyelesaikan kalimatnya, ribuan pendukung McCain yang hadir mencemooh kemenangan Obama. McCain yang tampil tenang kemudian menjelaskan kepada para pendukungnya bahwa ia menerima kekalahan tersebut.

"Saya tahu bahwa kemenangannya merupakan kebanggaan bagi kaum Afrika-Amerika. Tapi kemenangannya juga merupakan pilihan rakyat AS. Di negara kita, kesempatan itu terbuka bagi semua orang, tak terkecuali senator Obama yang memiliki ide dan kemampuan," ujar McCain yang mencoba menenangkan pendukungnya yang kebanyakan berkulit putih.

McCain yang sesekali berdiam sejenak kemudian mengingatkan agar bangsa AS tidak mundur ke perilaku rasis yang telah ada selama berabad-abad. "Kita semua orang Amerika. Buat saya, itu ikatan paling penting," jelas McCain mengenai pendiriannya atas Barack Obama yang terpilih sebagai presiden kulit hitam pertama di AS.

Kontan ucapan McCain tersebut disambut tepuk tangan meriah oleh para pendukungnya. "Tuhan memberkati Anda dan Tuhan memberkati Amerika," tutup McCain sambil berkaca-kaca.(alf/asy)Alfian Banjaransari - detikNews

Barack Obama Presiden AS!


Rabu, 05/11/2008 11:15 WIB
Washington - Sejarah baru telah tercipta di AS. Barack Obama dipastikan menjadi presiden kulit hitam pertama di AS. Obama menjadi presiden AS ke-44.

Meski hasil resmi belum diumumkan, namun hampir dapat dipastikan kandidat dari partai Demokrat tersebut menguasai 297 electoral votes sementara McCain hanya mendapat 145 electoral votes. Demikian seperti dilansir BBC, Rabu (5/11/2008).

Ribuan warga AS yang memadati Grant Park di Chicago bersorak sorai ketika mengetahui senator dari Chicago tersebut telah meraih 297 electoral votes. Banyak di antaranya yang menangis karena gembira.

Diperkirakan, lautan manusia akan terus memadati Grant Park di Chicago, yang berada di Negara Bagian Illinois, tempat Barack Obama selama ini berkiprah sebagai senator.

Untuk memenangi kursi kepresidenan, kandidat harus meraih setidaknya 270 suara elektoral. Seperti diketahui, dalam sistem pemilu AS, presiden dan wakil presiden sebenarnya tidak dipilih secara langsung oleh rakyat. Melainkan melalui para utusan negara bagian yang disebut dengan elektor. Setiap negara bagian memiliki jumlah elektor yang telah ditentukan. Jumlahnya berbeda-beda untuk tiap negara bagian. Mereka inilah yang nantinya akan memilih presiden sesuai hasil di negara bagian masing-masing.

Jadi kandidat yang meraih suara terbanyak (popular vote) belum tentu akan memenangi pilpres. Sebab yang menentukan adalah perolehan jumlah suara elektoral (electoral votes).
(alf/ita)Alfian Banjaransari - detikNews

Pendukung Obama Siapkan Pesta Kemenangan


Rabu, 05/11/2008 08:08 WIB
Jakarta - Penghitungan hasil pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) belum selesai. Namun, para pendukung Barrack Obama sudah menyiapkan perayaan
kemenangan.

Seperti dikutip dari CNN, Rabu (5/11/2008), masyarakat Chicago misalnya, sangat antusias menyambut kemenangan senatornya, meski belum tentu hal itu
terjadi.

Perayaan di kota Chicago dipusatkan di Grant Park. Dan kini, ribuan orang tengah berduyun-duyun menuju Grant Park untuk merayakan kemenangan Obama.

Meski demikian, para pengamat mengingatkan agar masing-masing kandidat yang
berlaga tidak berpuas diri dulu. Hal ini mengingat persentase suara yang masuk masih sangat kecil, sehingga belum bisa digunakan untuk memprediksi siapa pemenang pilpres kali ini.

Berdasarkan hasil sementara, McCain diperkirakan mendapat delapan electoral vote smeentara Obama baru mendapat tiga. Electoral vote McCain didapat dari negara bagian Kentucky dimana ia menang telak. Obama sendiri diperkirakan menang di Vermont. Saat ini penghitungan masih dilakukan di kedua negara bagian tersebut bersamaan dengan negara bagian lain seperti Virginia, Indiana, dan Georgia.

Para pengamat mengingatkan agar spekulasi mengenai presiden berikutnya tak
mendasarkan data dari popular vote (suara pemilih), namun dari electoral vote (suara perwakilan negara bagian) karena electoral vote lah yang akan menentukan siapa presiden AS berikutnya.

Di AS, sebanyak 538 electoral college diperebutkan. Siapapun yang ingin melenggang menuju Gedung Putih harus meraup 270 electoral college.(alf/ndr)Alfian Banjaransari - detikNews

Fidel Castro Berharap Obama Menang


Rabu, 05/11/2008 05:25 WIB
Jakarta - Dunia menantikan dan menaruh harap kepada pemimpin AS pengganti George W Bush tersebut. Tak terkecuali negara-negara Amerika Latin, yang selama ini dianggap sebagai "pekarangan belakang" negeri Paman Sam tersebut.

Sebagaimana diberitakan AFP, Selasa (4/11/2008) para pemimpin negara-negara
Amerika Latin menyatakan kesediaannya bekerja sama dengan presiden AS terpilih, siapapun orangnya. Meski demikian, kecenderungan yang timbul adalah dukungan, meski tak langsung, terhadap kandidat dari partai Demokrat, Barack Obama.

Mantan pemimpin Kuba Fidel Castro yang selama ini dikenal anti AS malah
terang-terangan memuji Obama yang dinilainya "lebih cerdas" daripada rivalnya yang "doyan berkelahi", John McCain dari partai Republik.

Pernyataan Castro yang dimuat surat kabar pemerintah Kuba merupakan bagian dari gelombang besar dukungan terhadap Obama yang mengalir dari sebagian besar penjuru dunia, tak terkecuali Amerika Latin.

"Tidak ada keraguan lagi, Obama lebih cerdas, berbudaya, dan teratur bila dibandingkan dengan rivalnya yang doyan berkelahi, John McCain," jelas Castro yang kini telah digantikan adiknya Raul.

Rekan Castro, yang juga dikenal anti AS, Presiden Hugo Chavez juga secara
tersirat mendukung Obama. Chavez berkata bahwa, "Dengan Obama, akan ada secercah cahaya di cakrawala,".

Sebaliknya menurut Chavez, bila McCain yang mengenai hubungan AS-Venezuela akan "berat".

Uniknya, keberpihakan terhadap Obama tidak hanya terdapat di negara Latin yang berseberangan dengan AS. Di negara Latin yang pro AS pun dukungan dan pujian terhadap kandidat presiden AS kulit hitam itu kian mengemuka.

Presiden Paraguay Fernando Lugo dalam lawatannya ke Meksiko menyebutkan bahwa 'Kemenangan Obama bukanlah suatu hal yang mengejutkan'. Menurutnya, siapapun yang menjadi presiden AS mendatang bukan masalah.

"Yang penting, ia memahami proses-proses yang terjadi di Amerika Latin serta berkomitmen terhadap hubungan baik dengan negara-negara di kawasan," jelasnya.(alf/ndr)Alfian Banjaransari - detikNews

04 November 2008

Harapan Warga Kenya Akan Kemenangan Obama


Pemilu Bersejarah AS Dimulai
Getty Images
Barack Obama dan John McCain (kanan)
Selasa, 4 November 2008 | 18:44 WIB

WASHINGTON,SELASA-Setelah kampanye yang panjang, dan paling mahal dalam sejarah pemilihan AS, rakyat AS mulai memberikan suara untuk memilih presiden ke 44, Selasa (4/11).

Jadwal pencoblosan di sekitar Negara Bagian Vermont (wilayah timur AS) dimulai pukul 05.00 waktu setempat (Selasa pukul 17.00 WIB) dan diikuti sejumlah negara bagian lain di wilayah timur pada pukul 06.00 atau 07.00.

John McCain dari partai Republik dan calon partai Demokrat, Barack Obama sudah kembali ke daerah asal mereka, Arizona dan Illinois, untuk kampanye terakhir dan memberikan suara.

Obama sejauh ini memimpin di jajak pendapat dan diperkirakan akan tercapai rekor jumlah pemilih terbesar di Amerika Serikat.

Dalam pemungutan suara pertama, Obama mengalahkan McCain dengan 15 suara dan 6 suara di Dixville Notch, New Hampshire. Kota itu selama 60 tahun belakangan menjadi daerah pertama yang memberikan suara dan mulai membuka tempat pemungutan suara tengah malam dengan partisipasi warga 100%. Tahun 2004 lalu, George W. Bush menang di kota ini dalam pemilihan untuk masa jabatan keduanya. Kemenangan Demokrat di kota ini merupakan pertama kalinya dalam waktu 40 tahun belakangan.

Kedua calon presiden yang bersaing menghabiskan hari-hari akhir yang melelahkan Senin kemarin dengan berkunjung ke beberapa negara bagian penting. Senator McCain menyelesaikan maraton di 7 negara bagian dan mendesak pendukungnya untuk berjuang meraih kemenangan.

Sementara itu Senator Obama dalam kampanye terakhirnya di Virgina mengatakan kepada para pemilih bahwa dia punya satu kata; 'Esok.'

Jajak pendapat yang dilakukan USA Today/Gallup yang diterbitkan Senin memperlihatkan pemilih cenderung mendukung Obama dengan selisih suara 11% dari McCain, yaitu 53-42%. Beberapa jajak pendapat nasional lain memperlihatkan Obama unggul antara 5% hingga 11%.

Namun beberapa faktor tampaknya mempengaruhi hasil jajak pendapat itu. Faktor tersebut antara lain warna kulit Obama mungkin membuat pemilih yang ikut jajak pendapat tidak ingin terkesan rasis, dan apakah para pemilih pertama yang ikut jajak memang akan memberikan suara di TPS.

Pemungutan suara berakhir pukul 19.00-21.00 (Rabu pukul 07.00-09.00 WIB). Batas waktu pemungutan suara dapat mundur sesuai kebijakan otoritas setempat jika atas alasan masih banyak calon pemilih mengantre menjelang waktu penutupan. Siapa presiden AS yang ke-44, John McCain (72) atau Barack Obama (47), bisa diketahui di Indonesia, Rabu (5/11) malam WIB.

26 Oktober 2008

Rumah Obama di Menteng Ternyata akan Dijual!

Senin, 27/10/2008 10:38 WIB
Jejak Obama: Kamar Tidur yang Tak Berubah
Jakarta - Rumah bekas Barack Obama yang berada di Jl Ramli Menteng Dalam Jakarta Selatan makin tampak sepi saja. Sang penghuni hanya kadang-kadang saja menempatinya. Rumah yang sempat ditinggali Barack Obama pada 1970-an itu dikabarkan akan dijadikan museum. Namun, ternyata rumah itu akan dijual!

Pesona rumah tua yang berada di gang sempit itu menjadi buah bibir saat Barack Obama menyatakan diri menjadi calon presiden AS dari Partai Demokrat awal tahun lalu. Semua media massa, termasuk media-media raksasa seantero dunia melihat rumah sederhana itu dari dekat. Rumah itu bak menjadi magnet yang luar biasa!

Awalnya, tak ada yang melongok rumah itu sampai akhirnya detikcom memberitakannya pada 2007 lalu. Sejak rumah itu diberitakan, penghuni rumah mengaku sering didatangi wartawan, termasuk wartawan dari media asing. Saking banyaknya wartawan yang datang, penghuni rumah tidak mengizinkan semuanya bisa memasukinya. Hanya wartawan tertentu yang beruntung.

Catatan detikcom, penghuni rumah saat ini, mengaku tak akan menjual rumah tersebut kepada orang lain. Mereka sangat senang bahwa ternyata rumah tersebut adalah bekas rumah Obama. Selain itu, mereka juga merasa nyaman tinggal di rumah itu, meski rumah itu berada di gang sempit.

Sumber detikcom, Senin (27/10/2008) membenarkan bahwa rumah tersebut saat ini sedang dalam status 'dijual'. Saat ini, sang penghuni rumah, Zulfian, sudah pindah dari rumah itu dan lebih memilih tinggal di rumah lain miliknya di kawasan Tebet. Sementara ibu kandungnya, Ny Nurpatmi, yang sempat ikut dan tinggal lama di rumah itu memilih kembali ke Aceh. "Rumah itu hanya ditinggali adik Ivan. Tapi dia jarang di sini, karena sering pergi ke Malaysia," kata sumber itu.

Rumah berlantai dua itu dihuni Obama bersama ibundanya Ann Dunham dan ayah tirinya Lolo Soetoro, serta adiknya Maya Soetoro pada awal 1970-an. Di kawasan Menteng Dalam Jakarta Selatan ini, Barack Obama yang pada masa kecilnya dipanggil Barry menghabiskan masa kanak-kanaknya bersama anak-anak Betawi saat itu.(asy/nrl)Arifin Asydhad - detikNews

22 Oktober 2008

Obama Imbau AS Waspadai Serangan Selama Pergantian Presiden


Kamis, 23/10/2008 12:45 WIB
Washington - Capres AS Barack Obama mengimbau warga AS untuk waspada terhadap serangan selama pergantian presiden AS.

Imbauan itu disampaikan Obama dalam konferensi pers di Richmond, Virginia seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (22/10/2008).

Menurut Obama, siapapun yang akan menggantikan Presiden George W. Bush akan menghadapi ancaman dan ujian. Itu disebabkan oleh serangkaian kebijakan buruk Bush yang mengakibatkan perang tidak berkesudahan dan perekonomian yang anjlok.

"Periode transisi ke pemerintahan baru senantiasa mengharuskan kita untuk waspada," kata Obama.

"Kita harus berhati-hati agar seiring kita meneruskan tongkat demokrasi, pihak lain tidak akan memanfaatkannya. Tak peduli apakah itu saya sendiri (sebagai presiden) atau Senator McCain," imbuh capres Partai Demokrat itu.

Pemilihan presiden AS tinggal dua pekan lagi. Saat ini, Obama terus mengungguli rivalnya John McCain dari Partai Republik. Bahkan dalam sejumlah polling AS, Obama berhasil memimpin atas McCain dengan selisih dua digit.(ita/iyRita Uli Hutapea - detikNews

13 Oktober 2008

Hillary Clinton Prediksi Obama Menang Telak Atas McCain


Selasa, 14/10/2008 12:45 WIB
Jakarta - Mantan ibu negara AS Hillary Clinton memprediksi Barack Obama akan meraih kemenangan besar dalam pemilihan presiden AS, 4 November 2008.

"Menurut saya, kita sedang mengarah ke kemenangan yang sangat besar," kata istri mantan presiden Bill Clinton itu seperti dilansir ABC News, Selasa (14/10/2008).

Dalam berbagai polling nasional, Obama kian jauh meninggalkan rivalnya, John McCain. Menurut polling terbaru Washington Post/ABC News, Obama unggul 10 poin atas McCain. Obama meraih 53 persen suara sedangkan McCain, rivalnya dari Partai Republik cuma mendapat 43 persen suara.

Belakangan ini para pendukung McCain kerap melontarkan kata-kata kasar terhadap Obama. Dalam sejumlah kampanye McCain, sebagian pendukung McCain meneriakkan kata-kata "teroris" dan "bunuh dia" terhadap Obama.

McCain yang juga kerap melontarkan serangan karakter terhadap Obama, belakangan ini mulai berubah. Senator Arizona itu berupaya meredakan kemarahan para pendukungnya. McCain bahkan mengimbau para pendukungnya untuk tetap menghormati Obama.

Hillary pun memuji upaya McCain itu. "Saya pikir mereka (massa pendukung McCain) telah bersikap negatif. Tapi menurut saya, Senator McCain sendiri secara terbuka telah mengatakan kalau itu bukan cara yang ingin dilakukannya. Dan saya hargai itu," kata bekas rival Obama dalam pencalonan presiden Partai Demokrat itu.(ita/iy)Rita Uli Hutapea - detikNews