Tampilkan postingan dengan label BEI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BEI. Tampilkan semua postingan

18 November 2009

Antam Resmi Mundur, 14% Saham Newmont Dibeli Pemda dan Bakrie


Foto: Tambang Newmont
Pemerintah secara resmi menunjuk konsorsium Pemda NTB dan Multicapital untuk menjadi pembeli divestasi 14 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara, setelah akhirnya PT Aneka Tambang Tbk (Antam) resmi menyatakan mundur dari konsorsium.

"Saya sudah kirimkan surat kepada Newmont bahwa Pemda yang akan melaksanakan. Surat ini juga ditembuskan ke Pemda NTB," ujar Dirjen Minerbapabum, Bambang Setiawan di Kantor Direktorat Jendaral Minerbapabum, Jalan DR Supomo, Jakarta, Rabu (18/11/2009).

Dengan sudah adanya keputusan ini, lanjut Bambang, maka Sales Purchase and Agreement (SPA) divestasi 14 persen saham Newmont sudah dapat dilakukan dalam waktu dekat.

"Saya harapkan Minggu ini sudah selesai, tidak perlu menunggu tanggal 23 November," kata Bambang.

Bambang menyatakan, pihaknya telah berupaya agar Antam bisa berpartisipasi dalam pembelian divestasi 14 persen saham Newmont tersebut. Bambang mengaku telah menawarkan tiga opsi kepada Antam dan Pemda NTB namun kata sepakat tidak tercapai.

Ketiga opsi yang ditawarkan yaitu Antam berdiri sendiri di luar konsorsium dan ambil 15,5 persen dari 31 persen saham divestasi Newmont, sementara konsorsium Pemda NTB dan Multicapital mendapatkan sisanya.

Kedua, Pemda NTB, Multicapital dan Antam masuk dalam satu konsorsium untuk membeli 31 persen saham Newmont, dengan pembagian Pemda NTB mendapat 25 persen, Multicapital sekitar 37,5 persen dan Antam sebesar 37,5 persen.

Ketiga, Pemda NTB, Multicapital dan Antam masuk dalam satu konsorsium untuk membeli 31 persen saham Newmont, dengan Antam mendapatkan 15,5 persen dan sisanya untuk konsorsium Pemda NTB dan Multicapital.

"Kita kasih tiga opsi tapi tetap tidak ketemu. Antam bilang itu tidak sesuai dengan strategis bisnis mereka, jadi mereka tidak bisa masuk," ungkapnya.

Sebelumnya Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh menyerahkan keputusan untuk kembali masuk dalam konsorsium pembelian 14 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT) kepada direksi Antam.

" Apakah Antam akan betul-betul berpartisipasi atau tidak, kita serahkan kepada Direksi Antam," ungkap Darwin usai bertemu Menteri Energi Inggris Joan Ruddock di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (18/11/2009).

Menurut Darwin, sebagai perusahaan terbuka Antam tentunya harus mempertimbangkan juga pemegang saham lain di BUMN tambang itu dalam mengambil keputusan untuk kembali masuk atau tidak dalam konsorsium tersebut.

"Seperti yang sudah disampaikan kita harus hormati seluruh keputusan Antam sebagai perusahaan terbuka," tandasnya. Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

17 November 2009

Regional Rubuh, IHSG Kukuh


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bisa bertahan di teritori positif hingga akhir perdagangan, meski mayoritas bursa-bursa regional terkoreksi.

Penguatan saham BRI (BBRI) mampu menahan IHSG hingga bertahan di teritori positif, meski tadi sempat terantuk-antuk ke teritori negatif.

Pada perdagangan Selasa (17/11/2009), IHSG ditutup menguat 5,114 poin (0,21%) ke level 2.473,789. Indeks LQ 45 juga menguat 1,293 poin (0,27%) ke level 489,113.

Bursa-bursa regional mayoritas ditutup melemah.
  • Indeks Hang Seng melemah 29,83 poin (0,13%) ke level 22.914,15.
  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 7,84 poin (0,24%) ke level 3.282,89.
  • Indeks KOSPI melemah 6,49 poin (0,41%) ke level 1.585,98.
  • Indeks S&P/ASX melemah 25,8 poin (0,54%) ke level 4.729,4.
  • Indeks Nikkei-225 melemah 61,25 poin (0,63%) ke level 9.729,93.
Demikian pula Bursa Eropa juga dibuka melemah. Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,38%, DAX 30 melemah 0,28% dan CAC 40 melemah 0,31%.

Perdagangan cukup moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 97.459 kali pada volume 6.780 juta lembar saham senilai Rp 4,339 triliun. Sebanyak 84 saham naik, 88 saham turun dan 84 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer anara lain BRI (BBRI) naik Rp 200 menjadi Rp 7.700, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 200 menjadi Rp 7.400, Astra International (ASII) naik Rp 100 menjadi Rp 33.650, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 50 menjadi Rp 2.425, Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 8.900, PTBA naik Rp 50 menjadi Rp 15.350.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 250 menjadi Rp 27.050, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 50 menjadi Rp 4.875, International Nickel (INCO) turun Rp 50 menjadi Rp 3.900, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 25 menjadi Rp 2.575, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 250 menjadi Rp 22.650. Nurul Qomariyah - detikFinance

28 Juni 2009

IHSG Siaga Menanti Inflasi

Senin, 29/06/2009 07:30 WIB

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak terbatas menunggu data inflasi yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu, 1 Juli 2009. Gerak IHSG mulai terbatas, dengan fokus masih pada saham komoditas.

Sepanjang pekan lalu, IHSG tercatat telah menguat 2,5% dari pembukaan 1.990,47 hingga penutupan 2.040,19. Meski demikian penguatan indeks diwarnai oleh profit taking yang terjadi pada sesi 2 perdagangan Jumat.

"Investor mulai merealisasikan keuntungan setelah dalam 2 hari terakhir indeks menguat tajam. Saham yang menjadi pendorong kenaikan indeks pada pekan lalu antara lain ASII, BBRI, SMGR, PGAS, UNVR, INTP," demikian review dari Panin Sekuritas.

Panin Sekuritas mencatat, bursa regional sepanjang pekan lalu terlihat menguat menyusul sinyal pulihnya perekonomian global dari resesi terburuk sejak 1930. Harga komoditas terlihat juga mengalami rebound diawali oleh reboundnya harga minyak mentah setelah sempat merosot ke level $67/barel pada pekan sebelumnya.

Nilai tukar rupiah yang diawal pekan sempat anjlok ke level Rp 10.500-an, berangsur menguat hingga kembali ke level Rp 10.200/USD. Gerak nilai tukar rupiah juga menjadi salah satu isu utama pergerakan IHSG.

Sementara Wall Street menutup akhir pekan lalu dengan cukup beragam. Pada perdagangan Jumat (26/6/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup turun 34,01 poin (0,40%) ke level 8.438,39, Nasdaq naik 8,68 poin (0,47%) ke level 1.838,22.

Untuk pekan ini, gerak IHSG masih akan mengikuti tren bursa regional, selain sentimen inflasi dalam negeri. Gerak harga minyak dan komoditas juga masih akan menjadi penentu.

Pada Senin (29/6/2009), IHSG diprediksi akan bergerak pada kisaran yang sempit dengan peluang penguatan yang sangat tipis. Apalagi bursa regional belum terlalu semangat. Indeks Nikkei-225 di Bursa Tokyo dibuka melemah 11,62 poi (0,12%) ke level 9.865,77.

Berikut rekomendasi untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Pada pekan ini kami perkirakan indeks akan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat terbatas. Saham pertambangan tampaknya masih menjadi pendorong indeks pada awal pekan menyusul masih kuatnya harga komoditas. Beberapa data makroekonomi seperti data inflasi dan BI Rate akan menjadi sentimen yang dapat menggerakkan indeks pekan ini. Secara teknikal, dari weekly chart terlihat indeks cenderung bergerak mendatar. Sementara kisaran support-resistance hari ini pada 2.021-2.067.

Optima Securities:

Indeks akhirnya bergerak sideways dengan melemah tipis 4 poin ke posisi 2.040 atau di level middle bandnya. Adanya private placement saham BCA di bawah harga pasar saat berimbas negatif bagi sektor banking. Selanjutnya IHSG akan mengantisipasi data inflasi dan BI rate selama pekan ini. Karenanya investor bisa mencermati sektor perbankan dan properti. IHSG akan bergerak di level 2.020-2.060.Nurul Qomariyah - detikFinance

31 Mei 2009

Inflasi dan Kabar GM Paling Dinanti Investor Saham






Jakarta - Ada dua berita yang akan menjadi perhatian pelaku pasar di awal Juni ini. Apalagi kalau bukan pengumuman inflasi Juni oleh BPS pada Senin siang ini dan kabar jadi tidaknya pailit terhadap General Motors (GM).

Dua faktor tersebut akan mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (1/6/2009). Ada kemungkinan pelaku pasar melakukan aksi ambil untung setelah IHSG mengalami kenaikan tajam pekan lalu.

Pelaku pasar memprediksi terjadi inflasi 0,1%-0,2% di bulan Mei setelah bulan sebelumnya di bulan April mengalami deflasi 0,31%. Namun meski mengalami inflasi, untuk angka inflasi year on year diprediksi turun di kisaran 6,2% dibanding inflasi year on year April yang sebesar 7,31%.

Jika angka inflasi terus membaik bukan tidak mungkin IHSG akan punya peluang menunju level 2.000 dalam jangka pendek ini. Terlebih jika BI dalam RDG BI pada 3 Juni 2009 ikut memotong suku bunga BI Rate dari posisi saat ini 7,25%. Penurunan BI Rate akan membuat deposan beralih sedikit ke pasar saham.

Sementara sentimen dari eksternal yang paling ditunggu pelaku pasar adalah penentuan pailit tidaknya produsen otomotif terbesar di AS yakni GM.

Indeks Nikkei Jepang pada Senin pagi ini dibuka turun 15,46 poin (0,16%) menjadi 9.507,04. Nikkei mengikuti pergerakan di Wall Street yang mulai terbatas karena deg-deg kan menjelang tenggat waktu pendaftaran kebangkrutan GM.

Pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 96,53 poin (1,15%) ke level 8.500,33. Indeks Standard & Poor's 500 juga naik 12,31 poin (1,36%) ke level 919,14, Nasdaq naik 22,54 poin (1,29%) ke level 1.774,33.

Sedangkan IHSG pada penutupan perdagangan saham, Jumat (29/5/2009) naik 13,955 poin (0,73%) menjadi 1.916,831.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Gap di level 1.934-1.946 pada bulan September 2008 mulai tertutup seiring kenaikan intraday yang mencapai level 1.941. Indeks akhirnya ditutup naik 13 poin ke posisi 1916 ditopang oleh saham ADRO setelah sebelumnya menyentuh upper band. Kondisi yang sudah overbought akan memicu profit taking yang wajar. Keluarnya data inflasi Mei akan menjadi fokus investor selain harga komoditas. Kisaran IHSG ada di1.880-1.960 dengan pilihan saham: ADRO, BBRI, ENRG, MEDC dan BTEL. Irna Gustia - detikFinance,

23 Mei 2009

Review IHSG: Bertahan di Level 1.800


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini mencatat rekor yang signifikan, meski diakhiri oleh pelemahan tipis di akhir pekan. Pergerakan IHSG masih sangat dimotori oleh pergerakan saham-saham grup Bakrie, terutama PT Bumi Resources Tbk.

Pergerakan IHSG pada pekan ini juga dipengaruhi oleh sentimen lonjakan harga minyak mentah dunia yang sempat menembus US$ 62 per barel. Lonjakan harga minyak itu langsung membuat harga saham-saham komoditas menanjak tajam.

Kenaikan IHSG di awal pekan termotivasi oleh keluarnya rekomendasi JP Morgan yang menaikkan peringkat saham di Rusia dan Indonesia seiring dengan pemulihan ekonomi global yang membuat pasar negara berkembang jadi tujuan utama dari investor.

Setelah penguatan tajam, IHSG selanjutnya mengalami koreksi. Namun koreksi tidak terlalu besar bahkan terkesan melawan arus bursa regional yang mengalami koreksi cukup besar.

Pergerakan IHSG sepanjang pekan ini adalah:

Pada perdagangan saham Senin (18/5/2009) IHSG melompat 52,654 poin (3,01%) menjadi 1.803,568.
Pada perdagangan Selasa (19/5/2009), IHSG ditutup melonjak 82,448 poin (4,57%) ke level 1886,016.
Pada perdagangan Saham, Rabu (20/5/2009) IHSG turun 0,294 poin (0,02%) menjadi 1.885,722.
Pada perdagangan Jumat (22/5/2009), IHSG ditutup melemah tipis 4,013 poin (0,21%) ke level 1881,709.

Berikut review oleh Panin Sekuritas:

Pada perdagangan hari Jumat akhirnya IHSG ditutup melemah -0,21% di 1.881,70. Meski demikian jika diakumulasikan, sepanjang pekan lalu IHSG mencatat kenaikan sebesar +7,47% dari pembukaan 1.750,91. Melemahnya bursa regional menyusul beberapa data perekonomian yang 'lebih buruk' dibandingkan perkiraan menyebabkan investor melakukan aksi ambil untung di akhir pekan.

Tercatat saham-saham bluechip yang mendorong indeks naik pada awal pekan lalu seperti ASII, PGAS, BUMI, dan UNTR ditutup melemah pada perdagangan Jumat. Investor menilai beberapa saham unggulan yang merupakan indeks mover sudah mulai memasuki area jenuh beli.
Review IHSG: Bertahan di Level 1.800,

Hasil Uji Kelayakan Calon Direksi BEI Diumumkan Senin



Jakarta - Bapepam Umumkan Paket Direksi BEI Senin Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) telah menyelesaikan rapat membahas hasil fit and proper test dua paket direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang digelar di Bogor, Jawa Barat. Hasil akan diumumkan Senin (25/5/2009).

"Hasil fit and proper test diumumkan Senin depan," ujar Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek Bapepam Nurhaida saat dihubungi detikFinance, Jumat (22/5/2009).

Bapepam-LK telah menggelar rapat di Bogor, Jawa Barat sejak siang tadi. Salah satu agenda rapat yang dibahas adalah fit & proper test dua paket direksi BEI. Dua paket direksi yang sedang berkompetisi telah melalui proses fit & proper test pada Senin (18/5/2009) hingga Rabu (20/5/2009).

Sebelumnya, Kepala Bapepam-LK Fuad Rahmany mengatakan pengumuman hasil fit and proper test akan dilakukan paling lambat hari ini, Jumat (22/5/2009).

Namun menurut Nurhaida pengumuman belum bisa dilakukan hari ini, dengan alasan hasil rapat akan dikirimkan terlebih dahulu ke semua anggota bursa (AB/sekuritas/broker). Dua paket yang akan maju dipimpin oleh Direktur Utama PT Panin Sekuritas I Made Rugeh Ramia dan Komisaris Utama PT Bahana Securities Ito Warsito.

Paket Ito akan tersusun sebagai berikut:

  1. Direktur Utama: Ito Warsito (Komisaris utama PT Bahana Securities).
  2. Direktur Perdagangan dan Keanggotaan: Wan Wei Yiong (kepala divisi pemasaran BEI).
  3. Direktur Pengembangan Usaha: Friderica Widyasari Dewi (sekretaris perusahaan BEI).
  4. Direktur Peraturan dan Pengawasan: Uriep Budhi Prasetyo (direktur PT Dhanawibawa Artha Cemerlang).
  5. Direktur Penilaian Perusahaan: Eddy Sugito (direktur pencatatan BEI).
  6. Direktur Teknologi Informasi: Adikin Basirun (direktur utama PT Pacific Dua Ribu Investindo).
  7. Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia: Supandi (kepala divisi perdagangan saham BEI).

Susunan paket Rugeh sebagai berikut:

  1. Direktur Utama: I Made Rugeh Ramia (direktur utama PT Panin Sekuritas Tbk).
  2. Direktur Perdagangan dan Keanggotaan: Ferry Budiman Tanja (direktur utama PT Ciptadana Securities).
  3. Direktur Pengembangan Usaha: Rosinu (direktur PT Trimegah Securities Tbk).
  4. Direktur Peraturan dan Pengawasan: Hamdi Hassyarbaini (kepala divisi Pengawasan Transaksi BEI).
  5. Direktur Penilaian Perusahaan: A Wishnu Handoyono (direktur utama PT Bhakti Securities).
  6. Direktur Teknologi Informasi: Achmad Zaky Hamid (konsultan IT dan mantanDirektur PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia/KPEI).
  7. Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia: Susy Meilina (direktur PT UOB Kay Hian Securities).
Indro Bagus SU - detikFinance, Nurhaida (Foto: dok detikcom)

14 Mei 2009

Saham Grup Bakrie Rontok, IHSG Terjungkal 66 Poin


Kamis, 14/05/2009 16:14 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang tinggi yang membuatnya terjungkal ke jalur merah. Saham-saham grup Bakrie mengalami kerontokan yang hebat.

Tingginya transaksi saham lebih banyak didominasi oleh aksi jual. Pelaku pasar melakukan aksi ambil untung di saham grup Bakrie karena menilai harganya sudah terlalu tinggi. IHSG juga terpental ke zona negatif mengikuti bursa saham regional yang hampir semuanya anjlok.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis (14/5/2009) IHSG terjungkal 66,329 poin (3,58%) menjadi 1.785,003. Pada sesi satu IHSG terpangkas 35,453 poin (1,91%) menjadi 1.815,879.

Indeks LQ-45 turun 13,470 poin (3,75%) menjadi 345,358 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 13,647 poin (4,51%) menjadi 288,860.

Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 203.360 kali, dengan volume 30,297 miliar unit saham, senilai Rp 7,806 triliun. Sebanyak 60 saham naik, 155 saham turun dan 47 saham stagnan.

Saham-saham yang turun harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 250 menjadi Rp 1.950, Bakrie & Brothers (BNBR) turun Rp 4 menjadi Rp 100, Bakrie Telecom (BTEL) turun Rp 13 menjadi Rp 153, Bakrieland Development (ELTY) turun Rp 40 menjadi Rp 255, Bakrie Sumatra Plantations (UNSP) turun Rp 90 menjadi Rp 800 dan Darma Henwa (DEWA) turun Rp 15 menjadi Rp 225.

Sedangkan saham-saham yang naik harganya antara lain, Truba Alam Engineering (TRUB) naik Rp 18 menjadi Rp 160, Sierad Produce (SIPD) naik Rp 6 menjadi Rp 57 dan Central Proteinaprima (CPRO) naik Rp 5 menjadi Rp 115.

IHSG mengikuti anjloknya bursa regional seperti Hang Seng turun 3,04%, KOSPI turun 2,68%, Nikkei turun 2,64%, Shanghai turun 0,9%, STI Singapura turun 2,41% dan Taiwan turun 1,87%.
Irma Gustia, Detik Finance

17 April 2009

Review Sepekan: IHSG Spektakuler

Sabtu, 18/04/2009 06:37 WIB



Jakarta - Hari pertama perdagangan saham setelah pesta demokrasi pemilu langsung diwarnai dengan hingar bingar. IHSG pun mencatatkan rekor yang spektakuler sekaligus menjadi pekan terbaiknya kembali.

Investor kembali percaya diri mengkoleksi saham-saham di tengah kondisi bursa global yang juga sudah membaik. Salah satu barometernya adalah Wall Street yang semakin pulih, berkat laporan keuangan sejumlah perbankan yang ternyata melebihi ekspektasi seperti Goldman Sachs, JPMorgan dan Citigroup.

Selain faktor eksternal yang mendukung, investor juga semangat oleh sentimen pemilu yang berlangsung aman meski ada kekisruhan seputar DPT. Apalagi pemenang pemilu ini adalah partai incumbent sehingga diharapkan tidak akan terlalu banyak mengubah kebijakan yang ada.

Selain pergerakan yang spektakuler, IHSG juga mencatat transaksi yang luar biasa. Jika di awal-awal tahun transaksi bisa sangat lesu hingga di bawah Rp 1 triliun, maka pekan ini transaksi kembali mencetak rekor hingga Rp 5 triliun.

Pergerakan IHSG selama pekan ini adalah:
  • Senin (13/4/2009): IHSG melonjak hingga 74,653 poin (5,09%) ke posisi 1.540,403
  • Selasa (14/4/2009): IHSG terus naik hingga 29,858 poin (1,94%) menjadi 1.570,261.
  • Rabu (15/4/2009): IHSG naik 23,402 poin (1,49%) menjadi 1.593,663.
  • Kamis (16/4/2009): IHSG menguat 31,424 poin (1,97%) menjadi 1.625,087.
  • Jumat (17/4/2009) IHSG terus naik 9,703 poin (0,6%) menjadi 1.634,790.
Berikut review Panin Sekuritas untuk pergerakan IHSG pekan ini:

IHSG sepanjang pekan lalu bergerak menguat +169 poin(+11,53%) dari pembukaan
1.465,75 hingga ditutup pada hari Jumat pada 1.634,79. Semua sektor terlihat bergerak menguat.

Beberapa saham yang telah lama "tidur" akhirnya bergerak menguat dalam dua hari terakhir perdagangan pekan lalu. Sebagai contoh saham BNBR dan grup Bakrie lainnya terlihat mendominasi perdagangan pada hari Kamis dan Jumat.

Pemilu legislatif yang relatif aman pada pekan sebelumnya memberikan sinyal bahwa kondisi politik dalam negeri cukup stabil. Faktor kestabilan politik menjadi salah satu pertimbangan penting bagi investor asing yang ingin masuk ke emerging market.

Masuknya capital inflow selain terlihat dari nilai tukar rupiah yang terus menguat
hingga Rp 10.705/US$, serta nilai transaksi bursa yang tiba-tiba melonjak pada pekan
ini. Angin segar dari kondisi dalam negeri juga ditunjang oleh perkembangan makro
ekonomi global yang terus membaik.

Investor global memperkirakan krisis finansial dan resesi sudah memasuki "bottom-nya". Paket stimulus dari berbagai negara maju dinilai akan mampu memulihkan perekonomian global.
Nurul Qomariah - detik Finance, Foto : Indra Detik com



10 April 2009

Pasar Saham Bisa Terdongkrak Euforia Hasil Pemilu

Sabtu, 11/04/2009 09:44 WIB


Jakarta - Perdagangan saham awal pekan depan diprediksi akan lebih semangat karena pelaku pasar sedang dilanda euforia hasil pemilu. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa melambung.

"Kalau kita lihat hasil pemilu yang aman dan incumbent yang menang, akan jadi euforia di pasar saham di awal pekan depan," kata Alfatih, analis dari BNI Securities ketika dihubungi detikFinance, Sabtu (11/4/2009).

Alfatih juga menjelaskan, pasar sudah mulai mengantisipasi berlanjutnya pemerintahan SBY meski koalisi partai dan pemilu presiden belum terjadi.

"Karena pasar melihat asumsi, untuk saat ini pasar terlihat lebih senang ada kontinuitas karena calon barunya belum terlihat lebih baik dari saat ini," katanya.


Euforia hasil pemilu ini menurut Alfatif kemungkinan hanya bersifat sementara di awal-awal pekan, setelah itu pasar akan kembali rasional melihat faktor-faktor lainnya.

"Kondisi ekonomi global, data-data ekonomi, pembagian dividen akan jadi perhatian lagi setelah euforia usai," katanya.

Antusias investor diprediksi akan berlanjut pada saham-saham BUMN, perbankan dan komoditas dengan investor lokal yang masih akan mendominasi perdagangan.

Namun menurut menurut Alfatih tidak tertutup kemungkinan investor asing pun mulai melirik pasar saham Indonesia setelah melihat hasil pemilu yang aman dan berlanjutnya pemerintahan SBY.

"Jika SBY menang, kemungkinan kebijakan ekonominya tidak akan terlalu banyak berubah tinggal melanjutkan yang sudah baik dan memperbaiki kekurangan yang ada," cetus Alfatih.

Sementara itu Ikhsan Binarto, analis dari Optima Securities dalam prediksinya mengatakan sentimen hasil pemilu bisa menjadi katalis bagi pergerakan indeks.

Dia memprediksi indeks pekan depan akan berada di kisaran 1.440-1.490 sedangkan pilihan saham yakni: BUMI, CTRP, DEWA, INCO, dan ELTY.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu (8/4/2009) sebelum libur pemilu dan paskah, IHSG anjlok 25,107 poin (1,68%) menjadi 1.465,750. Foto : Indro (Detik Finance), Irna Gustia (Detik Finance)




27 Maret 2009

IHSG Naik Tajam 42 Poin

Jumat, 27/03/2009 16:09 WIB


(Foto: Indro-detikFinance)
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat tajam di akhir pekan ini dan menjadi jawara di tingkat regional. Transaksi saham berlangsung ramai dengan aksi beli yang tinggi pada saham-saham unggulan.

Investor lokal dan asing menyerbu saham-saham unggulan di sektor infrastruktur, tambang dan bank. Animo beli investor cukup tinggi di akhir pekan ini.

IHSG melejit di tengah variatifnya bursa saham regional seperti Hang Seng naik 0,07%, KOSPI turun 0,51%, Nikkei turun 0,11%, Shanghai naik 0,54%, STI Singapura turun 0,85% dan Taiwan naik 0,8%.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat (27/3/2009) IHSG melonjak 42,772 poin (3,01%) menjadi 1.462,745. Pada sesi satu, IHSG menguat 43,327 poin (3,05%) menjadi 1.463,300.

Indeks LQ-45 naik 9,904 poin (3,53%) menjadi 290,160 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 9,899 poin (4,26%) menjadi 242,224.

Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 69.488 kali, dengan volume 3,082 miliar unit saham, senilai Rp 2,204 triliun. Sebanyak 117 saham naik, 36 saham turun dan 58 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 40 menjadi Rp 840, Telkom (TLKM) naik Rp 500 menjadi Rp 7.600, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 250 menjadi Rp 7.100, Astra International (ASII) naik Rp 550 menjadi Rp 15.800, Indosat (ISAT) naik Rp 125 menjadi Rp 4.725 dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 100 menjadi Rp 4.475.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain, Lautan Luas (LTLS) turun Rp 30 menjadi Rp 940, Jasa Marga (JSMR) turun Rp 10 menjadi Rp 920 dan Matahari Putra Prima (MPPA) turun Rp 30 menjadi Rp 560.

15 Maret 2009

Masih Murah, Investor Tak Buru-buru Lepas Blue Chip


Senin, 16/03/2009 07:43 WIB

Jakarta - Harga saham-saham unggulan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai masih tergolong murah sehingga investor tidak akan buru-buru melepas blue chip. Saham lapis dua juga mulai dilirik.

Valuasi saham blue chip dinilai masih belum maksimal karena sejak awal tahun terus dalam posisi tertekan padahal ada beberapa saham blue chip kinerjanya bagus di tahun 2008.

Kepercayaan pelaku pasar mulai tumbuh sedikit diikuti asing yang masih dalam posisi beli. Alhasil, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham Senin (16/3/2009) diprediksi masih bisa positif.

Asalkan, kondisi bursa regional ikut mendukungnya. Bursa saham Nikkei Jepang pada Senin pagi ini dibuka menguat tipis 60,92 poin (0,8%) ke posisi 7.630,20.

Nikkei mengikuti penguatan yang terjadi di Wall Street pada akhir pekan lalu. Indeks Dow Jones pada Jumat naik 53,92 poin (0,8%) menjadi 7.223,98, S&P naik 5,81 poin (0,8%) menjadi 765,55 dan Nasdaq naik 5,40 poin (0,4%) menjadi 1.431,50.

Namun secara keseluruhan perdagangan dalam perdagangan pekan lalu indeks Dow Jones Industrial Average melonjak hingga 9%, Standard & Poors 500 melejit 10,7% dan Nasdaq lompat 10,6% yang didukung sektor keuangan.

Sementara pada penutupan perdagangan saham Jumat pekan lalu (13/3/2009) IHSG menguat 17,023 poin (1,3%) menjadi 1.327,437.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Disamping saham blue chip yang rally, saham second liner pun turut meramaikan bursa sehingga menguat 17 poin ke posisi 1.327 dan sempat menembus level kritis 1.330. Kondisi bursa regional yang mendukung akan menaikkan confidence level investor kembali masuk ke bursa. Investor asing terlihat masih akumulasi hingga saat ini. Pergerakan indeks berpeluang menguat kembali dikisaran 1.320 -1.346 dengan pilihan saham: AALI, INDF, LSIP, BBCA dan ASII.

eTrading Securities

Politik mulai menyelimuti pasar, kampanye terbuka di mulai hari ini. Pada sektor komoditas, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekspor sektor perkebunan meskipun harga sawit rendah (US$ 22 bn F09 vs US$ 19bn A08). Di sisi pertambangan, E&Y memperkirakan M&A turun 40% tahun ini, akibat dari melemahnya harga komoditas. Hari ini CPO +3%, Coal steady +1%, Nickel -2% dan Tin -0,7%. Crude Oil -5%, OPEC mempertahannya produksi dan emas -1%.

Sektor komoditas tetap disukai, harga CPO memberi titik terang ke sektor kommoditas. Investor boleh kembali mencermati saham komoditas favorit di tahun sebelumnya.

Di akhir pekan lalu, saham AS melanjutkan kenaikan untuk keempat harinya, dengan Dow menambah 53,92 poin (+0,8%) ke level 7.223,98, S&P500 +0,38% dan Nasdaq +0,38%. Penguatan di pekan lalu tercatat sebagai yang terbaik sejak November 2008, terkait dengan beberapa faktor seperti data penjualan ritel yang melebihi ekspektasi, hukuman penjara Madoff dan antisipasi investor atas perubahan aturan akunting mark-to-market.

Saham Citigroup +6,59% AIG +21,95% dan Bank of America -1,54%. General Motors +24,77% setelah menegaskan bahwa ia tidak memerlukan suntikan dana pemerintah untuk sementara. Dalam wawancaranya di hari Minggu, Chairman Federal Reserve Ben Bernanke mengatakan bahwa resesi akan berakhir di tahun 2009.Irna Gustia - detikFinance, (Foto: Indro-detikFinance)

03 Maret 2009

Manajer Sarijaya Gantung Diri


Rabu, 04/03/2009 09:38 WIB
Jakarta - Satu lagi korban pasar modal yang meregang nyawa. Setelah kasus bunuh diri nasabah Bank Century yang membeli reksa dana Antaboga Delta Sekuritas Indonesia, kini kejadian bunuh diri menimpa manajer PT Sarijaya Permana Sekuritas.

Korban bernama Afwan Surya Hendra adalah manajer SPS di kantor pusat Jalan Sudirman Jakarta. Korban ditemukan tewas dengan cara gantung diri pada Selasa malam (3/3/320090 pukul 21.00 WIB.

"Penyebab pastinya belum tahu," kata seorang kerabat korban ketika dihubungi detikFinance, Rabu (4/3/2009).

Korban beralamat di jalan Jalan Batu Ampar Batu Permata 4 Ujung RT 07 RW 05 No 7 Condet Jakarta Timur

Sarijaya saat ini memang tengah mengalami kesulitan likuiditas karena kegiatan perdagangan saham perseroan dibekukan oleh Bursa Efek Indonesia setelah kasus penggelapan nasabah yang dilakukan Komisaris Utama Sarijaya Herman Ramli senilai Rp 245 miliar.

Herman Ramli kini masih mendekam di tahanan Bareskrim Mabes Polri. Selain kasus penipuan, Herman Ramli juga tersandung kasus money laundering.

Karyawan Sarijaya juga saat ini banyak yang gelisah karena pembayaran gaji mereka tersendat.Indro Bagus SU - detikFinance
(Foto: Indro-detikFinance)

19 Januari 2009

Auto Rejection Bisa Normal Lagi Jika Nilai Transaksi Stabil


Senin, 19/01/2009 11:55 WIB
Jakarta - Sebelum krisis finansial global, Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan auto rejection dengan batas normal kisaran 30%. BEI mengaku bisa saja menerapkan auto rejection seperti sebelum krisis asalkan nilai transaksi harian stabil Rp 2,7 triliun.

Saat ini normalisasi batas penolakan pesanan otomatis (auto rejection) seperti sebelum krisis masih menunggu likuiditas atau rata-rata transaksi harian stabil yang stabil.

"Penerapan batas auto rejection kembali normal baru akan kita lakukan kalau rata-rata transaksi harian sudah mencapai Rp 2,7 triliun," ujar Direktur Perdagangan Saham, Penelitian dan Pengembangan Bursa Efek Indonesia, MS. Sembiring di Hotel Grand Hyatt, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (19/1/2009).

BEI baru saja mulai menerapkan batas auto rejection dengan parameter baru terhitung hari ini, Senin (19/1/2009). Sembiring belum dapat memberikan komentar lebih lanjut mengenai dampak penerapan batas baru tersebut.

BEI mmenerapkan 3 klasifikasi auto rejection simetris yakni 35% untuk harga saham Rp 50-200, 25% untuk harga saham Rp 200- 5.000 dan 20% untuk harga saham di atas Rp 5.000.

Auto rejection kali ini dinilai lebih luwes dari sebelumnya yang menerapkan auto rejection asimetris 10% untuk batas bawah dan 20% untuk batas atas.

"Belum (akan diganti seperti semula), kan baru hari pertama. Tapi akan kita pantau terus. Jika tidak memberi pengaruh pada meningkatnya likuiditas, akan kita review kembali," jelas Sembiring.

Sembiring mengatakan, pada pekan lalu rata-rata transaksi harian BEI sudah di atas Rp 2 triliun. Menurutnya, jika dengan penerapan batas baru auto rejection semakin menambah likuiditas harian, BEI akan mengkaji normalisasi batas auto rejection seperti semula.

"Kalau rata-rata transaksi harian sudah kembali di kisaran Rp 2,7 triliun, BEI akan mengkaji untuk mengembalikan batas auto rejection ke batas normalnya," ujar Sembiring.(dro/ir)Indro Bagus SU - detikFinance
(Foto: Indro-detikFinance)

08 Desember 2008

Investor Percantik Portofolio Saham



Selasa, 09/12/2008 07:35 WIB
Jakarta - Setelah melalui masa-masa sepi di pekan lalu karena tipisnya perdagangan, investor saham mulai bersiap mengoleksi saham-saham pilihan menjelang tutup tahun 2008. Investasi saham akan dipercantik yang dicerminkan dengan naiknya harga.

Menjelang akhir tahun, investor biasanya melakukan aksi window dressing yakni mempercantik portofolio sahamnya. Saham-saham unggulan akan mulai dikejar terutama yang memiliki fundamental dan kinerja baik.

Alhasil, pada perdagangan saham Selasa (9/12/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan menuju teritori positif terlebih bursa saham regional juga menguat yang bisa menjadi pendorongnya.

Indeks Jepang pada Selasa pagi ini dibuka menguat 0,44% atau 36,64 poin menjadi 8.365,69, KOSPI naik 1% atau 11,04 poin menjadi 1.116,09 dan Australia naik 0,3% atau 10,2 poin menjadi 3.641,8.

Penguatan bursa regional terdorong oleh kenaikan saham di Wall Street pada awal pekan ini karena optimisme atas rencana investasi infrastruktur besar-besaran yang diluncurkan presiden terpilih Barack Obama.

Saham-saham di Wall Street juga bergerak positif berkat perkembangan rencana pemberian bailout untuk sektor otomotif, sehingga bisa mencegah kebangkrutan sektor tersebut. Ini adalah kenaikan harga saham terbaik selama 2 hari berturut-turut, setelah bursa Wall Street terpuruk ke level terendahnya pada 21 November lalu.

Di perdagangan Jumat akhir pekan lalu, saham-saham juga telah menguat tajam, setelah munculnya harapan bahwa yang terburuk dari krisis akan segera berakhir. Kenaikan itu ternyata berlanjut hingga awal pekan ini.

Pada perdagangan Senin (8/12/2008), indeks Dow Jones menguat 298,76 poin (3,46%) ke level 8.934,18. Indeks Standard & Poor's 500 naik 33,63 poin (3,84%) ke level 909,70 dan Nasdaq menguat 62,43 poin (4,14%) ke level 1.571,74.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

eTrading Securities

Bursa Indonesia pada perdagangan akhir pekan kemarin ditutup terkoreksi tipis terkait aksi profit taking yang dilakukan investor untuk menghindari volatilitas ketika bursa Indonesia libur panjang. Indeks ditutup terkoreksi tipis 0,2% ke level 1.202 setelah selama 2 hari berturut-turut menguat. Pada akhir pekan kemarin, Bank Sentral Eropa kembali memangkas suku bunga sebesar 75 bps ke level 2,5% seturut langkah beberapa bank sentral lainnya di dunia untuk menstimulus likuiditas dan menahan laju perlambatan ekonomi.

Bursa US sendiri telah menguat 2 kali berturut-turut selama bursa Indonesia libur. Bursa US pada Jumat dan Senin ini menguat lebih dari 560 poin setelah pada Jumat, kongres US menyetujui proposal bail-out senilai US$15 miliar bagi 3 perusahaan otomotif terbesar US dan pada Senin malam terkait testimoni Barack Obama yang menyatakan akan menaikkan infrastructure spending untuk mengangkat perekonomian dan menyerap tenaga kerja secara massal. Malam tadi, Dow ditutup +3,4%, Nasdaq +4,1% dan S&P500 +3,8%. Harga minyak dunia pada akhir pekan lalu sempat menyentuh level terendah dalam 4 tahun terakhir di level us$40,8 sebelum akhirnya rebound ke level US$43,7 setelah OPEC menyatakan akan kembali memotong kuota produksinya pada pertemuan akhir bulan ini. Bursa Regional sendiri pada awal pekan kemarin mayoritas ditutup menguat memfaktorkan kenaikan pada bursa US dan disetujuinya proposal Bail-out bagi sektor otomotif US. Sementara pagi ini, Bursa Regional kembali dibuka menguat Nikkei +1,4%, STI +4,1%, SSEC +3,5%.

Bursa Indonesia sendiri diperkirakan akan bergerak menguat pada awal pekan ini untuk memfaktorkan penguatan bursa US dan Asia selama libur panjang kemarin. Sentimen positif yang beredar selama bursa Indonesia libur kemarin diperkirakan akan mampu membawa indeks menguat cukup signifikan. Sektor banking, Telco's dan Property diperkirakan akan menjadi penggerak indeks seiring sentimen buruk yang akan menimpa
sektor mining dengan merosotnya harga minyak dan komoditas lainnya. Rentang pergerakan indeks hari ini akan berkisar pada level 1190 - 1240.(ir/ir)Irna Gustia - detikFinance
(Foto: Indro-detikfinance)

04 Desember 2008

US$ 500 Juta Dana Asing Mulai Masuk ke Pasar Modal



Jumat, 05/12/2008 12:30 WIB
Bandung - Gelombang dana asing mulai masuk lagi ke Indonesia, setelah pada puncak krisis keuangan global akibat krisis di AS, dana-dana itu keluar dari Indonesia.

Hal ini dikatakan oleh Peneliti Ekonomi dari Direktorat Kebijakan Moneter BI Wiwiek Sistowidayat dalam workshop wartawan ekonomi dan moneter tentang "Instrumen Moneter BI & Pasar Valuta Asing" di Hotel Grand Preanger, Bandung, Jumat (5/12/2008).

"Capital Inflow sudah mulai terjadi lagi, khususnya terlihat pada instrumen SUN (Surat Utang Negara) dan juga di pasar modal," ujarnya.

Dipaparkan Wiwiek, pada pasar modal, aliran dana asing yang mulai masuk saat ini sudah berjumlah kurang lebih US$ 500 juta, sementara di SUN sudah mencapai US$ 5 juta.

"Kondisi ini memperlihatkan bahwa perekonomian domestik kita masih membaik, sehingga investor asing mulai kembali. Tapi kita belum tahu ke depannya, karena mereka kan bisa keluar masuk kapan saja," pungkasnya.Wahyu Daniel - detikFinance
Foto: Reuters

29 November 2008

Northstar Ambil Alih Utang Bakrie ke Odickson US$ 575 Juta


Jumat, 28/11/2008 23:44 WIB
Jakarta - Northstar Pacific sepakat untuk mengambil alih utang PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) kepada Odickson Finance sebesar US$ 575 juta. Sebagai imbalannya, Northstar akan menjadi pemilik saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Demikian disampaikan Presdir BNBR Nalinkant A Rathod dalam jumpa pers di Wisma Bakrie 2 pada Jumat (28/11/2008)

"PT Bakrie & Brothers mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan Northstar Pacific untuk membentuk satu kerjasama yang sudah tertuang dalam Sales and Purchase Agreement (SPA) pada 31 Oktober untuk membentuk strategic partnership," ujar Nalinkant.

Ia menjelaskan, kerjasama ini diterjemahkan dalam bentuk pengambilalihan aset-aset yang telah dijaminkan BNBR ke Odickson Finance. Dengan kerjasama ini, Northstar secara tidak langsung mengambil kontrol dari aset-aset portofolio BNBR.

"Dan Northstar berada dalam posisi untuk menjadi strategic partner di BUMI. Jumlah utang yang sangat signifikan BNBR kepada Odickson telah diambil alih oleh Northstar. Dan dia (Northstar) akan mengukuhkan dirinya untuk membentuk joint venture di BNBR," jelas Nalinkant.

Dalam catatan detikFinance, BNBR memiliki pinjaman sebesar US$ 1,086 miliar ke Odickson Finance baru dibayar US$ 118,7 juta atau tersisa sekitar US$ 967,3 juta. Jika memang yang diambil hanya US$ 575 juta, maka utang ke Odickson yang masih tersisa adalah sekitar US$ 392,3 juta.

"Semua utang selesai, semua kewajiban dapat dipenuhi. Tinggal yang US$ 200 juta yang akan kita selesaikan sebelum akhir tahun ini," jelasnya.

Ia menambahkan, kesepakatan akhir masih akan dihitung lagi, termasuk berapa nilai dari aset yang diambil alih Northstar.

Dalam catatan detikFinance, sisa pinjaman saat ini yang masih harus dibayarkan BNBR mencapai US$ 1,146 miliar plus Rp 501,7 miliar kepada Odickson Finance, JP Morgan, ICICI, Mandiri Sekuritas, PT Sucorinvest Gani, PT PNM Investments Management, PT Sarijaya Securities, PT Dinar Sekuritas.

Sementara utang gadai saham Bumi Resources (BUMI) dan Bakrie Sumatra Plantation (UNSP) ke Recapital Securities dan PT Aldira sebesar Rp 144,9 miliar sudah mengalami gagal bayar. Wahyu Daniel, Angga Aliya ZRF - detikFinance

27 November 2008

Qtel Akhirnya Sepakat Harga Tender Offer Indosat Rp 7.388


Jakarta - Qatar Telecom (Qtel) akhirnya bersedia memberikan harga tender offer saham Indosat sebesar Rp 7.388 per saham. Harga itu berarti naik dari usulan semula Qtel untuk harga tender offer Indosat sebesar Rp 6.416 per saham.

"Mereka bersedia di 7.388, nggak ada masalah., Tidak keberatan mereka. Tapi mereka masih ada problem teknis sama Menkominfo. Nah itu bukan urusan saya, saya cuman mengurusi masalah tender offer saja," kata Ketua Bapepam LK Fuad Rahmany saat ditemui dikantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (28/11/2008).

Qtel membeli saham milik STT di Indosat sebanyak 40,8% pada harga US$ 1,8 miliar pada Juni 2008. Qtel selanjutnya melakukan tender offer atas sisa saham publik, dan menawarkan harga Rp 6.416 per saham. Harga tender offer ini jauh di bawah harga pembelian saham Indosat milik Singapore Technologies Telemedia (STT) yang sebesar Rp 7.388 per saham.

Namun harga dari Qtel sebesar Rp 6.416 per saham itu ditolak oleh Bapepam LK dan meminta Qtel membuat harga yang sama dengan pembelian saham milik STT untuk tender offernya.

Harga tender offer Indosat ini juga berarti lebih tinggi dari harga saham Indosat saat ini. Pada perdagangan sesi I, saham ISAT ditutup stagnan di level Rp 4.250.

Mengenai keberatan Qtel untuk melakukan pemisahan usaha atau spin off untuk usaha jaraingan tetap dari jaringan bergerak Indosat, Fuad menolak berkomentar.

"Itu urusan Menkominfo, tunggu saja, Mungkin mereka masih perlu waktu," pungkas FuadWahyu Daniel - detikFinance
Foto: Dok detikcom

Review IHSG: Sangat Fluktuatif


Kamis, 27/11/2008 17:53 WIB
Jakarta - IHSG masih meneruskan penguatannya, meski sempat diwarnai profit taking. Penguatan IHSG ini sejalan dengan pergerakan bursa regional lainnya, yang mengikuti Wall Street.

Pada perdagangan Kamis (27/11/2008), IHSG ditutup naik tipis 8,923 poin (0,75%) ke level 1.202,074. Perdagangan di lantai BEI mencatat frekuensi 69.871 kali pada volume 3.065 juta lembar saham senilai Rp 2,267 triliun.

Berikut review IHSG oleh eTrading Securities:

Bursa Indonesia meneruskan rally penguatannya selama tiga hari berturut-turut dan ditutup di level 1.202 (+0,74%) dengan trading value Rp 2,2 trilliun.

Pergerakan indeks sendiri sangat fluktuatif pada perdagangan hari ini. Pada sesi pertama, indeks sempat menguat sampai ke level 1.222, namun banyaknya investor yang melakukan aksi profit taking menyebabkan indeks terpuruk ke teritori negatif, bahkan sempat menyentuh level terendah di 1.185.

Namun sesaat sebelum penutupan, indeks kembali terkerek ke teritori positif. Saham mining yang menjadi katalis kemarin ditutup melemah 3,27%. Hal ini dipicu oleh terkoreksinya saham BUMI yang ditutup di level Rp920 sebesar 9,8% setelah sempat auto rejection ke atas selama dua hari terakhir. Keputusan mengenai konfirmasi akuisisi Northstar tehadap BUMI akan diketahui besok.

Pergerakan IHSG bergerak inline dengan menguatnya bursa regional seperti Topix (+1,45%), Hang Seng (+1,37%), dan SSE (+1,46%) dipicu oleh pemotongan suku bunga sebesar 108 basis poin menjadi 5,58% oleh bank sentral Cina.

Sementara bursa India disuspen hari ini seiring adanya aksi serangan teroris di Mumbai. Walaupun perdagangan obligasi, saham, dan valas ditiadakan , aksi jual rupee besar-besaran tetap terjadi . Rupee diperdagangkan di level INR 49,88/USD. Nurul Qomariyah - detikFinance

24 November 2008

Hasil Due Dilligence PTBA Akuisisi Bumi Segera Keluar



Senin, 24/11/2008 18:04 WIB
Jakarta - PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) Tbk akan segera mengeluarkan due dilligence (uji kelayakan) soal rencana pembelian saham PT Bumi Resources Tbk.

Hal tersebut disampaikan Dirut PTBA Sukrisno di Kantor Kementerian BUMN, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (24/11/2008)

"Soal BUMI, belum bisa saya sampaikan hari ini, tunggu saja. Mudah-mudahan dalam satu dua hari ini sudah selesai due dilligence-nya," ujarnya.

PTBA dalam membeli saham Bumi ikut dalam konsorsium Northstar Pacific yang terafiliasi dengan Texas Pacific Group di Indonesia. Menurut Sukrisno, PTBA tetap berminat untuk membeli saham Bumi.

"Sampai saat ini masih, tapi bisa saja, karena saya melihat saham BUMI telah Rp 600 sekian. Itu kan satu pertimbangan, kira-kira pertanggungjawabannya gimana," ujarnya.

Namun jika hasil due dilligence itu ternyata pembelian saham tidak terbukti menguntungkan perusahaan, maka PTBA cabut dari rencana itu. PTBA menyiapkan dana internal dan eksternal untuk membeli saham Bumi.

"Karena itu, pertimbangannya kan begitu banyak. Ini kan harganya turun terus, apakah kita jadi masuk. 3 yang harus jadi pertimbangan, pertama, menguntungkan perusahaan, kedua, clean, ketiga, transparan. Kalau tidak menguntungkan bagi perusahaan, barangkali kita nggak ngambil," ujarnya.Angga Aliya ZRF - detikFinance
Foto: Reuters

20 November 2008

Harga Saham di Pasar Tunai Diseragamkan dengan Pasar Reguler


Jumat, 21/11/2008 13:18 WIB
Jakarta - Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menyamakan harga saham di pasar tunai dengan pasar reguler terhitung mulai 24 November 2008.

Penyeragaman harga itu dilakukan sehubungan dengan kurang aktifnya transaksi di pasar tunai yang berakibat harga terakhir yang terjadi (previous price) sering berbeda jauh dengan harga dengan harga yang terjadi di pasar reguler.

"Sehingga dapat menjadi tidak wajar jika digunakan sebagai harga acuan transaksi di pasar tunai," kata Direktur Perdagangan Saham dan Pengembangan Produk MS Sembiring, dalam pengumuman Jumat (21/11/2008).

Pasar tunai adalah pasar dimana perdagangan efek di bursa dilaksanakan berdasarkan proses tawar-menawar secara lelang yang berkesinambungan (continuous auction market) oleh Anggota Bursa melalui JATS dan penyelesaiannya dilakukan pada hari bursa yang sama dengan terjadinya transaksi bursa (T+0).Irna Gustia - detikFinance
(Foto: Indro-detikFinance)