Tampilkan postingan dengan label Saham. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham. Tampilkan semua postingan

17 April 2009

Review Sepekan: IHSG Spektakuler

Sabtu, 18/04/2009 06:37 WIB



Jakarta - Hari pertama perdagangan saham setelah pesta demokrasi pemilu langsung diwarnai dengan hingar bingar. IHSG pun mencatatkan rekor yang spektakuler sekaligus menjadi pekan terbaiknya kembali.

Investor kembali percaya diri mengkoleksi saham-saham di tengah kondisi bursa global yang juga sudah membaik. Salah satu barometernya adalah Wall Street yang semakin pulih, berkat laporan keuangan sejumlah perbankan yang ternyata melebihi ekspektasi seperti Goldman Sachs, JPMorgan dan Citigroup.

Selain faktor eksternal yang mendukung, investor juga semangat oleh sentimen pemilu yang berlangsung aman meski ada kekisruhan seputar DPT. Apalagi pemenang pemilu ini adalah partai incumbent sehingga diharapkan tidak akan terlalu banyak mengubah kebijakan yang ada.

Selain pergerakan yang spektakuler, IHSG juga mencatat transaksi yang luar biasa. Jika di awal-awal tahun transaksi bisa sangat lesu hingga di bawah Rp 1 triliun, maka pekan ini transaksi kembali mencetak rekor hingga Rp 5 triliun.

Pergerakan IHSG selama pekan ini adalah:
  • Senin (13/4/2009): IHSG melonjak hingga 74,653 poin (5,09%) ke posisi 1.540,403
  • Selasa (14/4/2009): IHSG terus naik hingga 29,858 poin (1,94%) menjadi 1.570,261.
  • Rabu (15/4/2009): IHSG naik 23,402 poin (1,49%) menjadi 1.593,663.
  • Kamis (16/4/2009): IHSG menguat 31,424 poin (1,97%) menjadi 1.625,087.
  • Jumat (17/4/2009) IHSG terus naik 9,703 poin (0,6%) menjadi 1.634,790.
Berikut review Panin Sekuritas untuk pergerakan IHSG pekan ini:

IHSG sepanjang pekan lalu bergerak menguat +169 poin(+11,53%) dari pembukaan
1.465,75 hingga ditutup pada hari Jumat pada 1.634,79. Semua sektor terlihat bergerak menguat.

Beberapa saham yang telah lama "tidur" akhirnya bergerak menguat dalam dua hari terakhir perdagangan pekan lalu. Sebagai contoh saham BNBR dan grup Bakrie lainnya terlihat mendominasi perdagangan pada hari Kamis dan Jumat.

Pemilu legislatif yang relatif aman pada pekan sebelumnya memberikan sinyal bahwa kondisi politik dalam negeri cukup stabil. Faktor kestabilan politik menjadi salah satu pertimbangan penting bagi investor asing yang ingin masuk ke emerging market.

Masuknya capital inflow selain terlihat dari nilai tukar rupiah yang terus menguat
hingga Rp 10.705/US$, serta nilai transaksi bursa yang tiba-tiba melonjak pada pekan
ini. Angin segar dari kondisi dalam negeri juga ditunjang oleh perkembangan makro
ekonomi global yang terus membaik.

Investor global memperkirakan krisis finansial dan resesi sudah memasuki "bottom-nya". Paket stimulus dari berbagai negara maju dinilai akan mampu memulihkan perekonomian global.
Nurul Qomariah - detik Finance, Foto : Indra Detik com



10 April 2009

Pasar Saham Bisa Terdongkrak Euforia Hasil Pemilu

Sabtu, 11/04/2009 09:44 WIB


Jakarta - Perdagangan saham awal pekan depan diprediksi akan lebih semangat karena pelaku pasar sedang dilanda euforia hasil pemilu. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa melambung.

"Kalau kita lihat hasil pemilu yang aman dan incumbent yang menang, akan jadi euforia di pasar saham di awal pekan depan," kata Alfatih, analis dari BNI Securities ketika dihubungi detikFinance, Sabtu (11/4/2009).

Alfatih juga menjelaskan, pasar sudah mulai mengantisipasi berlanjutnya pemerintahan SBY meski koalisi partai dan pemilu presiden belum terjadi.

"Karena pasar melihat asumsi, untuk saat ini pasar terlihat lebih senang ada kontinuitas karena calon barunya belum terlihat lebih baik dari saat ini," katanya.


Euforia hasil pemilu ini menurut Alfatif kemungkinan hanya bersifat sementara di awal-awal pekan, setelah itu pasar akan kembali rasional melihat faktor-faktor lainnya.

"Kondisi ekonomi global, data-data ekonomi, pembagian dividen akan jadi perhatian lagi setelah euforia usai," katanya.

Antusias investor diprediksi akan berlanjut pada saham-saham BUMN, perbankan dan komoditas dengan investor lokal yang masih akan mendominasi perdagangan.

Namun menurut menurut Alfatih tidak tertutup kemungkinan investor asing pun mulai melirik pasar saham Indonesia setelah melihat hasil pemilu yang aman dan berlanjutnya pemerintahan SBY.

"Jika SBY menang, kemungkinan kebijakan ekonominya tidak akan terlalu banyak berubah tinggal melanjutkan yang sudah baik dan memperbaiki kekurangan yang ada," cetus Alfatih.

Sementara itu Ikhsan Binarto, analis dari Optima Securities dalam prediksinya mengatakan sentimen hasil pemilu bisa menjadi katalis bagi pergerakan indeks.

Dia memprediksi indeks pekan depan akan berada di kisaran 1.440-1.490 sedangkan pilihan saham yakni: BUMI, CTRP, DEWA, INCO, dan ELTY.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu (8/4/2009) sebelum libur pemilu dan paskah, IHSG anjlok 25,107 poin (1,68%) menjadi 1.465,750. Foto : Indro (Detik Finance), Irna Gustia (Detik Finance)




15 Maret 2009

Masih Murah, Investor Tak Buru-buru Lepas Blue Chip


Senin, 16/03/2009 07:43 WIB

Jakarta - Harga saham-saham unggulan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai masih tergolong murah sehingga investor tidak akan buru-buru melepas blue chip. Saham lapis dua juga mulai dilirik.

Valuasi saham blue chip dinilai masih belum maksimal karena sejak awal tahun terus dalam posisi tertekan padahal ada beberapa saham blue chip kinerjanya bagus di tahun 2008.

Kepercayaan pelaku pasar mulai tumbuh sedikit diikuti asing yang masih dalam posisi beli. Alhasil, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham Senin (16/3/2009) diprediksi masih bisa positif.

Asalkan, kondisi bursa regional ikut mendukungnya. Bursa saham Nikkei Jepang pada Senin pagi ini dibuka menguat tipis 60,92 poin (0,8%) ke posisi 7.630,20.

Nikkei mengikuti penguatan yang terjadi di Wall Street pada akhir pekan lalu. Indeks Dow Jones pada Jumat naik 53,92 poin (0,8%) menjadi 7.223,98, S&P naik 5,81 poin (0,8%) menjadi 765,55 dan Nasdaq naik 5,40 poin (0,4%) menjadi 1.431,50.

Namun secara keseluruhan perdagangan dalam perdagangan pekan lalu indeks Dow Jones Industrial Average melonjak hingga 9%, Standard & Poors 500 melejit 10,7% dan Nasdaq lompat 10,6% yang didukung sektor keuangan.

Sementara pada penutupan perdagangan saham Jumat pekan lalu (13/3/2009) IHSG menguat 17,023 poin (1,3%) menjadi 1.327,437.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Disamping saham blue chip yang rally, saham second liner pun turut meramaikan bursa sehingga menguat 17 poin ke posisi 1.327 dan sempat menembus level kritis 1.330. Kondisi bursa regional yang mendukung akan menaikkan confidence level investor kembali masuk ke bursa. Investor asing terlihat masih akumulasi hingga saat ini. Pergerakan indeks berpeluang menguat kembali dikisaran 1.320 -1.346 dengan pilihan saham: AALI, INDF, LSIP, BBCA dan ASII.

eTrading Securities

Politik mulai menyelimuti pasar, kampanye terbuka di mulai hari ini. Pada sektor komoditas, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekspor sektor perkebunan meskipun harga sawit rendah (US$ 22 bn F09 vs US$ 19bn A08). Di sisi pertambangan, E&Y memperkirakan M&A turun 40% tahun ini, akibat dari melemahnya harga komoditas. Hari ini CPO +3%, Coal steady +1%, Nickel -2% dan Tin -0,7%. Crude Oil -5%, OPEC mempertahannya produksi dan emas -1%.

Sektor komoditas tetap disukai, harga CPO memberi titik terang ke sektor kommoditas. Investor boleh kembali mencermati saham komoditas favorit di tahun sebelumnya.

Di akhir pekan lalu, saham AS melanjutkan kenaikan untuk keempat harinya, dengan Dow menambah 53,92 poin (+0,8%) ke level 7.223,98, S&P500 +0,38% dan Nasdaq +0,38%. Penguatan di pekan lalu tercatat sebagai yang terbaik sejak November 2008, terkait dengan beberapa faktor seperti data penjualan ritel yang melebihi ekspektasi, hukuman penjara Madoff dan antisipasi investor atas perubahan aturan akunting mark-to-market.

Saham Citigroup +6,59% AIG +21,95% dan Bank of America -1,54%. General Motors +24,77% setelah menegaskan bahwa ia tidak memerlukan suntikan dana pemerintah untuk sementara. Dalam wawancaranya di hari Minggu, Chairman Federal Reserve Ben Bernanke mengatakan bahwa resesi akan berakhir di tahun 2009.Irna Gustia - detikFinance, (Foto: Indro-detikFinance)

08 Desember 2008

2 Hari Terbaik di Wall Street


Selasa, 09/12/2008 06:52 WIB
New-York - Saham-saham di Wall Street kembali bergerak menguat, berkat optimisme atas rencana investasi infrastruktur besar-besaran yang diluncurkan presiden terpilih Barack Obama.

Saham-saham juga bergerak positif berkat perkembangan rencana pemberian bailout untuk sektor otomotif, sehingga bisa mencegah kebangkrutan sektor tersebut. Ini adalah kenaikan harga saham terbaik selama 2 hari berturut-turut, setelah bursa Wall Street terpuruk ke level terendahnya pada 21 November lalu.

Di perdagangan Jumat akhir pekan lalu, saham-saham juga telah menguat tajam, setelah munculnya harapan bahwa yang terburuk dari krisis akan segera berakhir. Kenaikan itu ternyata berlanjut hingga awal pekan ini.

Pada perdagangan Senin (8/12/2008), indeks Dow Jones menguat 298,76 poin (3,46%) ke level 8.934,18. Indeks Standard & Poor's 500 naik 33,63 poin (3,84%) ke level 909,70 dan Nasdaq menguat 62,43 poin (4,14%) ke level 1.571,74.

Saham-saham sektor konstruksi dan material bergerak menguat setelah Obama mengumumkan rencana investasi infrastruktur besar-besaran yagn diharapkan bisa menciptakan 2,5 juta lapangan pekerjaan baru. Saham Caterpillar naik hingga 11%, Terx Group yang merupakan pengembang gedung dan pertambangan juga naik hingga 18%.

Investor juga semakin punya harapan bailout untuk sektor otomotif akan segera dikeluarkan. Saham General Motors naik hingga 20%, sementara Ford juga naik hingga 24%.

"Lihat pada sektor yang sedang bekerja, segala sesuatu yang berhubungan dengan infrastruktur sekarang sedang terangkat. Secara jelas, orang-orang yang membuat 'hal ini' sedang dalam posisi di atas," jelas Kevin Kruzzenski, kepala analis KeyBanck Capital Markets seperti dikutip dari Reuters, Selasa (9/12/2008).

Kenaikan harga saham yang sudah terjadi selama 2 hari berturut-turut ini sekaligus mengangkat bursa dari keterpurukan pada level terburuk dalam 11 tahun terakhir pada 21 November lagi. Indeks S&P 500 kembali menggapai level 900, atau tercatat naik 22% sejak level terburuk itu. Namun jika dihitung sepanjang tahun ini, indeks S&P 500 masih tercatat turun 38%.

Sementara indeks Dow Jones juga kembali menembus level 9.000, untuk pertama kalinya sejak sekitar sebulan lalu.

Perdagangan cukup aktif di New York Stock Exchange dengan transaksi mencapai 1,74 miliar dan di Nasdaq transaksi mencapai 2,33 miliar.Nurul Qomariyah - detikFinance
Foto: Reuters

Investor Percantik Portofolio Saham



Selasa, 09/12/2008 07:35 WIB
Jakarta - Setelah melalui masa-masa sepi di pekan lalu karena tipisnya perdagangan, investor saham mulai bersiap mengoleksi saham-saham pilihan menjelang tutup tahun 2008. Investasi saham akan dipercantik yang dicerminkan dengan naiknya harga.

Menjelang akhir tahun, investor biasanya melakukan aksi window dressing yakni mempercantik portofolio sahamnya. Saham-saham unggulan akan mulai dikejar terutama yang memiliki fundamental dan kinerja baik.

Alhasil, pada perdagangan saham Selasa (9/12/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan menuju teritori positif terlebih bursa saham regional juga menguat yang bisa menjadi pendorongnya.

Indeks Jepang pada Selasa pagi ini dibuka menguat 0,44% atau 36,64 poin menjadi 8.365,69, KOSPI naik 1% atau 11,04 poin menjadi 1.116,09 dan Australia naik 0,3% atau 10,2 poin menjadi 3.641,8.

Penguatan bursa regional terdorong oleh kenaikan saham di Wall Street pada awal pekan ini karena optimisme atas rencana investasi infrastruktur besar-besaran yang diluncurkan presiden terpilih Barack Obama.

Saham-saham di Wall Street juga bergerak positif berkat perkembangan rencana pemberian bailout untuk sektor otomotif, sehingga bisa mencegah kebangkrutan sektor tersebut. Ini adalah kenaikan harga saham terbaik selama 2 hari berturut-turut, setelah bursa Wall Street terpuruk ke level terendahnya pada 21 November lalu.

Di perdagangan Jumat akhir pekan lalu, saham-saham juga telah menguat tajam, setelah munculnya harapan bahwa yang terburuk dari krisis akan segera berakhir. Kenaikan itu ternyata berlanjut hingga awal pekan ini.

Pada perdagangan Senin (8/12/2008), indeks Dow Jones menguat 298,76 poin (3,46%) ke level 8.934,18. Indeks Standard & Poor's 500 naik 33,63 poin (3,84%) ke level 909,70 dan Nasdaq menguat 62,43 poin (4,14%) ke level 1.571,74.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

eTrading Securities

Bursa Indonesia pada perdagangan akhir pekan kemarin ditutup terkoreksi tipis terkait aksi profit taking yang dilakukan investor untuk menghindari volatilitas ketika bursa Indonesia libur panjang. Indeks ditutup terkoreksi tipis 0,2% ke level 1.202 setelah selama 2 hari berturut-turut menguat. Pada akhir pekan kemarin, Bank Sentral Eropa kembali memangkas suku bunga sebesar 75 bps ke level 2,5% seturut langkah beberapa bank sentral lainnya di dunia untuk menstimulus likuiditas dan menahan laju perlambatan ekonomi.

Bursa US sendiri telah menguat 2 kali berturut-turut selama bursa Indonesia libur. Bursa US pada Jumat dan Senin ini menguat lebih dari 560 poin setelah pada Jumat, kongres US menyetujui proposal bail-out senilai US$15 miliar bagi 3 perusahaan otomotif terbesar US dan pada Senin malam terkait testimoni Barack Obama yang menyatakan akan menaikkan infrastructure spending untuk mengangkat perekonomian dan menyerap tenaga kerja secara massal. Malam tadi, Dow ditutup +3,4%, Nasdaq +4,1% dan S&P500 +3,8%. Harga minyak dunia pada akhir pekan lalu sempat menyentuh level terendah dalam 4 tahun terakhir di level us$40,8 sebelum akhirnya rebound ke level US$43,7 setelah OPEC menyatakan akan kembali memotong kuota produksinya pada pertemuan akhir bulan ini. Bursa Regional sendiri pada awal pekan kemarin mayoritas ditutup menguat memfaktorkan kenaikan pada bursa US dan disetujuinya proposal Bail-out bagi sektor otomotif US. Sementara pagi ini, Bursa Regional kembali dibuka menguat Nikkei +1,4%, STI +4,1%, SSEC +3,5%.

Bursa Indonesia sendiri diperkirakan akan bergerak menguat pada awal pekan ini untuk memfaktorkan penguatan bursa US dan Asia selama libur panjang kemarin. Sentimen positif yang beredar selama bursa Indonesia libur kemarin diperkirakan akan mampu membawa indeks menguat cukup signifikan. Sektor banking, Telco's dan Property diperkirakan akan menjadi penggerak indeks seiring sentimen buruk yang akan menimpa
sektor mining dengan merosotnya harga minyak dan komoditas lainnya. Rentang pergerakan indeks hari ini akan berkisar pada level 1190 - 1240.(ir/ir)Irna Gustia - detikFinance
(Foto: Indro-detikfinance)

27 November 2008

Qtel Akhirnya Sepakat Harga Tender Offer Indosat Rp 7.388


Jakarta - Qatar Telecom (Qtel) akhirnya bersedia memberikan harga tender offer saham Indosat sebesar Rp 7.388 per saham. Harga itu berarti naik dari usulan semula Qtel untuk harga tender offer Indosat sebesar Rp 6.416 per saham.

"Mereka bersedia di 7.388, nggak ada masalah., Tidak keberatan mereka. Tapi mereka masih ada problem teknis sama Menkominfo. Nah itu bukan urusan saya, saya cuman mengurusi masalah tender offer saja," kata Ketua Bapepam LK Fuad Rahmany saat ditemui dikantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (28/11/2008).

Qtel membeli saham milik STT di Indosat sebanyak 40,8% pada harga US$ 1,8 miliar pada Juni 2008. Qtel selanjutnya melakukan tender offer atas sisa saham publik, dan menawarkan harga Rp 6.416 per saham. Harga tender offer ini jauh di bawah harga pembelian saham Indosat milik Singapore Technologies Telemedia (STT) yang sebesar Rp 7.388 per saham.

Namun harga dari Qtel sebesar Rp 6.416 per saham itu ditolak oleh Bapepam LK dan meminta Qtel membuat harga yang sama dengan pembelian saham milik STT untuk tender offernya.

Harga tender offer Indosat ini juga berarti lebih tinggi dari harga saham Indosat saat ini. Pada perdagangan sesi I, saham ISAT ditutup stagnan di level Rp 4.250.

Mengenai keberatan Qtel untuk melakukan pemisahan usaha atau spin off untuk usaha jaraingan tetap dari jaringan bergerak Indosat, Fuad menolak berkomentar.

"Itu urusan Menkominfo, tunggu saja, Mungkin mereka masih perlu waktu," pungkas FuadWahyu Daniel - detikFinance
Foto: Dok detikcom

Review IHSG: Sangat Fluktuatif


Kamis, 27/11/2008 17:53 WIB
Jakarta - IHSG masih meneruskan penguatannya, meski sempat diwarnai profit taking. Penguatan IHSG ini sejalan dengan pergerakan bursa regional lainnya, yang mengikuti Wall Street.

Pada perdagangan Kamis (27/11/2008), IHSG ditutup naik tipis 8,923 poin (0,75%) ke level 1.202,074. Perdagangan di lantai BEI mencatat frekuensi 69.871 kali pada volume 3.065 juta lembar saham senilai Rp 2,267 triliun.

Berikut review IHSG oleh eTrading Securities:

Bursa Indonesia meneruskan rally penguatannya selama tiga hari berturut-turut dan ditutup di level 1.202 (+0,74%) dengan trading value Rp 2,2 trilliun.

Pergerakan indeks sendiri sangat fluktuatif pada perdagangan hari ini. Pada sesi pertama, indeks sempat menguat sampai ke level 1.222, namun banyaknya investor yang melakukan aksi profit taking menyebabkan indeks terpuruk ke teritori negatif, bahkan sempat menyentuh level terendah di 1.185.

Namun sesaat sebelum penutupan, indeks kembali terkerek ke teritori positif. Saham mining yang menjadi katalis kemarin ditutup melemah 3,27%. Hal ini dipicu oleh terkoreksinya saham BUMI yang ditutup di level Rp920 sebesar 9,8% setelah sempat auto rejection ke atas selama dua hari terakhir. Keputusan mengenai konfirmasi akuisisi Northstar tehadap BUMI akan diketahui besok.

Pergerakan IHSG bergerak inline dengan menguatnya bursa regional seperti Topix (+1,45%), Hang Seng (+1,37%), dan SSE (+1,46%) dipicu oleh pemotongan suku bunga sebesar 108 basis poin menjadi 5,58% oleh bank sentral Cina.

Sementara bursa India disuspen hari ini seiring adanya aksi serangan teroris di Mumbai. Walaupun perdagangan obligasi, saham, dan valas ditiadakan , aksi jual rupee besar-besaran tetap terjadi . Rupee diperdagangkan di level INR 49,88/USD. Nurul Qomariyah - detikFinance

24 November 2008

Hasil Due Dilligence PTBA Akuisisi Bumi Segera Keluar



Senin, 24/11/2008 18:04 WIB
Jakarta - PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) Tbk akan segera mengeluarkan due dilligence (uji kelayakan) soal rencana pembelian saham PT Bumi Resources Tbk.

Hal tersebut disampaikan Dirut PTBA Sukrisno di Kantor Kementerian BUMN, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (24/11/2008)

"Soal BUMI, belum bisa saya sampaikan hari ini, tunggu saja. Mudah-mudahan dalam satu dua hari ini sudah selesai due dilligence-nya," ujarnya.

PTBA dalam membeli saham Bumi ikut dalam konsorsium Northstar Pacific yang terafiliasi dengan Texas Pacific Group di Indonesia. Menurut Sukrisno, PTBA tetap berminat untuk membeli saham Bumi.

"Sampai saat ini masih, tapi bisa saja, karena saya melihat saham BUMI telah Rp 600 sekian. Itu kan satu pertimbangan, kira-kira pertanggungjawabannya gimana," ujarnya.

Namun jika hasil due dilligence itu ternyata pembelian saham tidak terbukti menguntungkan perusahaan, maka PTBA cabut dari rencana itu. PTBA menyiapkan dana internal dan eksternal untuk membeli saham Bumi.

"Karena itu, pertimbangannya kan begitu banyak. Ini kan harganya turun terus, apakah kita jadi masuk. 3 yang harus jadi pertimbangan, pertama, menguntungkan perusahaan, kedua, clean, ketiga, transparan. Kalau tidak menguntungkan bagi perusahaan, barangkali kita nggak ngambil," ujarnya.Angga Aliya ZRF - detikFinance
Foto: Reuters

Review IHSG: Bakrie Mulai Dilirik


Senin, 24/11/2008 17:37 WIB
Jakarta - IHSG tercatat hanya melemah tipis. Saham-saham emiten grup Bakrie tercatat mulai dilirik investor karena harganya yang sudah sangat sangat murah, di bawah nilai bukunya.

Pada perdagangan saham sesi Senin (24/11/2008) IHSG hanya melemah 4,875 poin (0,43%) menjadi 1.141,401. Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 43.455 kali, dengan volume 2,601 miliar unit saham, senilai Rp 1,558 triliun.

Berikut review IHSG oleh eTrading Securities:

Bursa Indonesia kembali ditutup di teritori negatif pada awal pekan. Indeks ditutup melemah 0,42% ke level 1.141,401 (bergerak inline dengan bursa regional yang mayoritas ditutup melemah).

Sentimen positif datang dari AS setelah Citigroup, bank terbesar kedua di AS dilaporkan telah memperoleh dana bailout sebesar US$ 20 milliar dari pihak pemerintah dan menyetujui untuk membatasi gaji eksekutifnya. Bursa US sendiri pada perdagangan kemarin ditutup di level 8.046, rebound 494 poin (pihak investor melakukan massive buying satu jam sebelum market ditutup).

Harga minyak yang sempat menguat menembus level US$50 pada pembukaan sesi pertama kembali terkoreksi ke level US$49 pada penutupan sesi kedua.

Pada perdagangan hari ini pergerakan IHSG sendiri cukup fluktuatif (pada awal pembukaan indeks sempat berada di teritori positif, walaupun pada akhirnya ditutup melemah) dengan trading value yang masih minim, hanya sebesar Rp1,5 trilliun.

Saham Grup Bakrie yang dalam sepekan terakhir ini ditutup selalu melemah akhirnya mencatat hasil yang cukup memuaskan hari ini, di mana BUMI merupakan top value stock hari ini dengan trading value mencapai Rp539 milliar dan berhasil ditutup di level Rp710 (stagnan) dan ELTY ditutup di level Rp65 (+4,83%). Investor mulai tertarik untuk mengoleksi beberapa saham Bakrie karena nilainya yang dianggap sudah undervalue dan struktur fundamental yang masih kuat.

Beberapa sektor yang berhasil ditutup menguat hari ini adalah property (3,7%), infrastruktur (+1,03%), dan finance (+1,67%). Sementara melemahnya sektor pertambangan sampai 4% dipicu harga batu bara yang terus anjlok dan pada pekan kemarin berada di level $85,7/ton.

Saham yang menjadi top gainer hari ini adalah LPKR (+15,62%) dan BTEL (+4%) sedangkan top losernya berasal dari ANTM (-5,88%) dan TINS (-6,54%).Nurul Qomariyah - detikFinance

05 November 2008

Kontroversi Intervensi Pemerintah di Saham BUMI


Rabu, 05/11/2008 13:12 WIB
Jakarta - Pembatalan pencabutan penghentian sementara perdagangan saham (suspensi) PT Bumi Resources Tbk (BUMI) semakin menimbulkan kontroversi. Campur tangan pemerintah dalam kasus ini menambah kisruh persoalan suspensi grup Bakrie.

"Kita harus mempertanyakan, yang dimaksud pemerintah sebagaimana diumumkan dalam pengumuman resmi BEI, pemerintah yang mana? Masalah ini jadi rancu, karena setahu saya sebelumnya pemerintah mendesak agar suspensi grup Bakrie segera dibuka," ujar Direktur PT Financorpindo Nusa, Edwin Sinaga saat dihubungi detikFinance, Rabu (5/11/2008).

Dalam surat keterangan resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal hari ini, Rabu (5/11/2008) menyatakan "Mengingat adanya permintaan dari pemerintah, maka bursa memutuskan untuk menunda pembukaan suspensi Perdagangan Efek BUMI hingga pengumuman lebih lanjut".

"Saya rasa pemerintah juga harus memberikan penjelasan alasan penundaan tersebut, supaya fair. Kita juga harus tahu pemerintah punya pola pikir apa atas intervensi ini. Pemerintah harus jelaskan soal ini," tegas Edwin.

Sebagaimana dikatakan Edwin, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Fuad Rahmany sebagai otoritas yang sah di atas BEI, sebelumnya telah memberikan lampu hijau pembukaan suspensi grup Bakrie.

Namun anehnya, secara tiba-tiba pemerintah mengintervensi BEI agar pembukaan suspensi BUMI hari ini dibatalkan.

Apa yang menjadi pertanyaan Edwin sebetulnya wajar. Sebab otoritas pemerintah yang berkoordinasi langsung dengan BEI telah memberikan lampu hijau pembukaan suspensi grup Bakrie. Pertanyaannya kemudian, pemerintah yang mana yang melakukan intervensi ini?

"Ini harus dikonfirmasi langsung ke Bapepam atau Menkeu. Tapi dengan adanya intervensi ini, jalannya cerita kasus grup Bakrie menjadi semakin menarik untuk terus menerus diamati. Bola semakin liar," ujar Edwin.

Salah satu aspek menarik yang harus diamati adalah intervensi pemerintah terhadap BEI terjadi Rabu pagi ini. Sebab, jika pemerintah telah meminta BEI menunda pembukaan suspensi BUMI, maka tadi pagi BEI tidak mengumumkan rencana pembukaan suspensi BUMI.

Artinya, intervensi pemerintah dilakukan setelah pengumuman pembukaan suspensi BUMI dipublikasikan oleh BEI sekitar pukul 08.00 WIB dan sebelum pukul 09.15 WIB.

Kronologi pembatalan pencabutan saham BUMI.

* Sekitar pukul 08.00 WIB 5 November 2008 BEI mengumumkan melalui situsnya akan membuka saham BUMI mulai sesi I pukul 09.30 JATS transaksi Rabu 5 November 2008 di semua pasar.
* Pukul 09.15 WIB, berita menyebar di perusahaan sekuritas bahwa suspensi saham BUMI batal yang diumumkan melalui layar sistem perdagangan.
* Pukul 09.30 WIB terbukti saham BUMI tidak ada transaksinya di lantai Bursa.
* Pukul 11.30 WIB, BEI mengumumkan alasan pembatalan pencabutan suspensi.

(dro/ir)Indro Bagus SU - detikFinance

Review IHSG: Kecolongan di Menit-menit Akhir

Rabu, 05/11/2008 17:40 WIB
Jakarta - IHSG yang sempat merekah hingga 40 poin, akhirnya harus kehilangan poin di menit-menit akhir. Aksi profit taking justru terjadi setelah Barack Obama terpilih jadi presiden AS.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu (5/11/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 3,510 poin (0,26%) menjadi 1.366,275. Sebelumnya pada sesi I IHSG menguat 30,771 poin (2,25%) menjadi 1.400,556. Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 80.965 kali, dengan volume 3,275 miliar unit saham, senilai Rp 2,683 triliun.

Berikut review IHSG oleh eTrading Securities:

Bursa mengakhiri rally selama 5 hari berturut-turut dengan ditutup turun tipis pada perdagangan hari ini di level 1.366,275 (-0.25%) dengan total nilai transaksi sebesar Rp 2,683 triliun.

Pada awal perdagangan indeks masih berada di teritori positif dan sempat menguat di level 1.427,665 namun indeks tidak dapat melanjutkan penguatan setelah investor asing melakukan aksi profit taking dengan foreign net sell Rp 36,5 miliar.

Aksi profit taking investor asing dilakukan bersamaan dengan penguatan dollar atas rupiah setelah Barack Obama terpilih menjadi presiden ke-44 AS.

Rupiah ditransaksikan melemah 37.5 poin ke posisi Rp 10.912. Selain itu penurunan indeks juga dipicu oleh kekhawatiran para pelaku pasar atas rencana RDG BI besok untuk mengumumkan level BI rate yang saat ini 9,5%.

Beberapa sektor yang ditutup positif hari ini diantaranya sektor konsumer (+0,79%), infrastruktur (+1,10%), finansial (+1,84%) dan perkebunan (+2,64%) yang masih dipicu sentimen positif setelah angka inflasi Oktober cukup rendah 0,45% QoQ vs 1,97% QoQ pada bulan September.

Beberapa saham yang berhasil naik TLKM (+4,62%) Rp 5.650, AALI (+2,48%) Rp 8.250, BBRI (+4,22%) Rp 3.700, LSIP (+2,80%) Rp 2.750.
(qom/qom)Nurul Qomariyah - detikFinance

01 November 2008

Bakrie Jual Murah Saham Bumi, Lepasnya Andalan Grup Bakrie



Sabtu, 01/11/2008 14:42 WIB
Paparan Publik Bakrie
Jakarta - PT Bakrie and Brothers Tbk akhirnya melepas seluruh kepemilikannya di PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kepada konsorsium Northstar Pacific senilai US$ 1,3 miliar. Penjualan BUMI kepada konsorsium Northstar Pacific itu sekaligus menandai pelepasan andalan Grup Bakrie, demi melunasi utang-utangnya.

BNBR terpaksa melepas seluruh portofolionya di BUMI lantaran sedang dililit utang gadai saham dengan jumlah pokok sebesar Rp 11,51 triliun dan bunga pinjaman sekitar Rp 1,22 triliun. Totalnya sekitar Rp 12,73 triliun.

Rencana penjualan BUMI pun langsung mendapat sambutan hangat. Investor dari dalam dan luar negeri berebut saham BUMI, termasuk para BUMN.

Siapa pun pasti ngiler dengan BUMI. Hingga semester I-2008, BUMI berhasil membukukan laba bersih hingga US$ 436,8 juta atau sekitar Rp 4,5 triliun. Perolehan laba tersebut berarti naik hingga 150% dibandingkan semester I-2007, terutama berkat naiknya harga batubara.

Namun kilauan kinerja BUMI tersebut tidak terjadi dalam waktu sekejap dan sempat mengalami jatuh bangun hingga pergantian bisnis inti.

Sementara harga sahamnya pun terus menanjak. Jika pada tahun 2006 harganya hanya berkisar padaRp 760, maka pada tahun-tahun berikutnya harga saham BUMI terus menanjak dan mencapai titik tertingginya pada 23 Juni 2008 sebesar Rp 8.500.

Namun semenjak kabar gadai saham BUMI muncul, sahamnya terus tergerus. Pada 6 Oktober 2008, saham BUMI ditutup pada Rp 2.175, sebelum akhirnya disuspensi pada perdagangan 7 Oktober.

Berikut sepenggal kisah dari Bumi Resources yang dulunya sempat bernama PT Bumi Modern Tbk, seperti dikutip detikFinance dari situs BUMI dan sumber-sumber lain, Sabtu (1/11/2008):

Tahun 1990, mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.

Tahun 1997, PT Bakrie Capital Indonesia mengambil alih seluruh saham yang dimiliki Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 (AJB Bumiputera) sebanyak 58,51%.

13 Agustus 1998, RUPSLB Bumi Modern menyetujui perubahan bisnis inti dari sektor perhotelan dan turisme ke bisnis migas serta pertambangan.

Tahun 2000, perseroan mengambil alik 97,5% saham Gallo Oil (Jersey) Ltd. Gallo Oil didirikan di Jersey pada 17 Desember 1997.

20 September 2000, Departemen Hukum dan HAM menyetujui perubahan nama dari PT Bumi Modern Tbk menjadi PT Bumi Resources Tbk.

November 2001, BUMI mengakuisisi 80% saham PT Arutmin Indonesia dari BHP Minerals Exploration Inc. Ketika itu, Arutmin merpakan tambang batubara terbesar keempat di Indonesia dengan 4 tambang terbuka di Senakin, Satui, Asam-asam dan Batulicin, yang semuanya berlokasi di Kalimatan Selatan.

Oktober 2003, BUMI mengakuisisi 100% saham PT Kaltim Prima Coal (KPC), sekaligus menempatkan BUMI sebagai produsen batubara terbesar di Indonesia.

April 2004, perseroan mengakuisisi 19,99% saham Arutmin yang dimiliki PT Ekakarsa Yasakarya Indonesia. Dengan demikian, kepemilikan BUMI di Arutmin mencapai 99,99%.

Desember 2005, BUMI memfinalisasi divestasi saham KPC. Hasilnya, kepemilikan BUMI di KPC baik langsung ataupun tidak langsung mencapai 95%.

21 April 2008, induk BUMI, PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) menggadaikan saham BUMI untuk memperoleh pinjaman pendek dari Odickson Finance di harga Rp 6.790 per saham.

7 Oktober 2008, 6 emiten Grup Bakrie disuspensi, termasuk BUMI.

31 Oktober 2008, BNBR mencapai kesepakatan untuk pembelian 35% saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai US$ 1,3 Miliar.
(qom/qom)Nurul Qomariyah, Indro Bagus SU - detikFinance

Jual Bumi Resources, Bakrie Tak Punya Opsi Beli Kembali


Sabtu, 01/11/2008 16:41 WIB
Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menjual 35% saham PT Bumi Resources Tbk senilai US$ 1,3 miliar. Pembelian itu juga tidak menyertakan opsi beli kembali atau buy back atas saham yang sudah dibeli Northstar Pacific.

"Transaksi ini adalah straight deal dan tidak ada opsi buy back," tegas Presiden Director BUMI Ari S Hudaya dalam konferensi pers di lobi Wisma Bakrie II, Jakarta, Sabtu (1/11/2008).

Ari mengungkapkan, dana hasil penjualan saham BUMI itu akan digunakan untuk membayar utang. Dari penjualan PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) dan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) sebelumnya, BNBR, menurut Ari telah mengantongi US$ 1,357 miliar.

"Meski utang belum jatuh tempo, tapi kita tidak mau spekulasi dengan kondisi market sekarang. Aksi korporasi itu dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban lebih cepat dari yang dijawadwalkan, sebagai bentuk tanggapan proaktif manajeman terhadap kondisi pasar yang irasional sejak terjadinya krisis subprime di AS. Kondisi tersebut menyebabkan rontoknya pasar modal dunia dan terjadinya kekeringan likuiditas. Jadi kita harapkan dengan deal ini, utang bisa selesai," urai Ari.

BNBR terpaksa melepas seluruh portofolionya di BUMI akibat belitan utang gadai saham dengan jumlah pokok sebesar Rp 11,51 triliun dan bunga pinjaman sekitar Rp 1,22 triliun. Totalnya sekitar Rp 12,73 triliun. Hasil penjualan 15,3% saham ELTY dan 5,6% saham UNSP hanya meraup dana sebesar US$ 56 juta atau setara dengan Rp 516,6 miliar.

Padahal sisa pokok pinjaman berikut bunga yang masih harus dibayarkan BNBR mencapai Rp 12,73 triliun. Artinya, jika dikurangi perolehan penjualan ELTY dan UNSP, total yang masih harus dibayarkan BNBR mencapai Rp 12,213 triliun.

Saham BNBR, BUMI dan ENRG (Energi Mega Persada) sudah disuspensi sejak 7 Oktober lalu hingga hari ini. Sementara 3 emiten Grup Bakrie lainnya, ELTY, UNSP dan BTEL sudah dicabut suspensinya.

Terkait suspensi tersebut, Ari mengatakan bahwa pihaknya menyerahkan kepada otoritas Bursa Efek Indonesia, meski tambahan suspensi sebelumnya diajukan oleh BNBR. BNBR juga sudah mengirim surat terkait tercapainya kesepakatan dengan Northstar Pacific pada Jumat (31/10/2008) malam.

Northstar Pacific merupakan afiliasi dari Texas Pacific Group (TPG) , sebuah private equity fund kelas dunia. TPG sendiri saat ini merupakan pemilik 71,61% saham Bank BTPN, setelah melakukan akuisisi pada 14 Maret 2008.
(qom/qom)Wahyu Daniel - detikFinance

30 Oktober 2008

Triwulan III-2008 PGN Raih Laba Rp 2 Triliun



Kamis, 30/10/2008 18:46 WIB
Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mencetak laba bersih sebesar Rp 2,04 triliun, meningkat sebesar Rp 740,20 miliar atau 57% dari Triwulan III 2007 yang tercatat sebesar Rp 1,30 triliun.

Sekretaris Perusahaan PGN Heri Yusup dalam siaran pers, Kamis (30/10/2008) menjelaskan bahwa kenaikan ini terutama di dorong oleh peningkatan volume pasokan dan volume penjualan dengan telah selesainya proyek pipa transmisi gas bumi Sumatera Selatan Jawa Barat (SSWJ).

PGN melaporkan perolehan pendapatan sebesar Rp 9,02 triliun meningkat sebesar Rp 2,89 triliun atau 47% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun demikian, terjadi peningkatan signifikan dari biaya penyusutan, yang pada triwulan III-2007 hanya sebesar Rp 654,19 miliar menjadi sebesar Rp 1,09 triliun atau naik sebesar 67%.

Volume penjualan sampai dengan akhir September 2008 menunjukkan peningkatan sebesar 41,04% menjadi 565,83 MMScfd dari 402,66 MMScfd pada kurun waktu yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, pada periode triwulan III-2008 ini kegiatan usaha transportasi gas bumi juga menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,08% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 734,30 MMScfd menjadi 746,81 MMScfd.

Untuk perolehan Laba Usaha triwulan III tahun 2008 tercatat sebesar Rp. 3,51 triliun atau naik 63% dari kurun waktu yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp. 2,16 triliun. EBITDA perseroan juga tumbuh sebesar 64% dari Rp 2,81 triliun di triwulan III 2007 menjadi Rp 4,61 triliun di triwulan III 2008. Hal ini disebabkan oleh peningkatan volume penjualan.

Kinerja perusahaan ke depan diharapkan terus meningkat seiring dengan penyerapan gas oleh pelanggan khususnya pembangkit listrik dan pelanggan industri. Disamping itu penyelesaian proyek distribusi sebagai jaringan pendukung yang akan turut memberikan kontribusi yang signifikan.Irna Gustia - detikFinance
(Foto: dok PGN)

Auto Rejection Asimetris Positif Tapi Belum Tambah Likuiditas



Jumat, 31/10/2008 08:55 WIB
Jakarta - Penerapan batas penolakan otomatis (auto rejection) secara asimetris belum tentu menyelesaikan masalah likuiditas pasar modal. Namun dinilai cukup efektif mendorong rebound IHSG.

"Pada dasarnya penerapan auto rejection asimetris ada bagusnya. Hanya saja harus hati-hati karena ini tidak menyelesaikan masalah likuiditas," ujar analis PT BNI Securities, Muhammad Alfatih saat dihubungi detikFinance, Jumat (31/10/2008).

Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengumumkan pemberlakuan auto rejection asimetris yaitu batas atas 20% sedangkan batas bawah tetap 10% yang akan dilakukan mulai perdagangan Sesi I hari ini.

"Kalau kita lihat cukup fair. Setelah indeks kita jatuh cukup dalam beberapa pekan belakangan, dorongan rebound yang sudah terlihat sejak dua hari yang lalu dapat mendorong IHSG naik lebih tinggi," ujar Alfatih.

Alfatih menambahkan, jika dilihat dari sentimen investor pada perdagangan Kamis kemarin (30/10/2008), sebenarnya IHSG bisa naik lebih tinggi lagi.

"Namun karena tertahan oleh auto rejection atas 10% (batas lama), laju kenaikan IHSG sedikit tertahan," ujarnya.

Oleh karenanya, ia mengatakan kebijakan yang diambil BEI sudah tepat, meski ia mengingatkan bahwa auto rejection asimetris tidak menyelesaikan masalah likuiditas.

"Penyelesaian masalah likuiditas lebih efektif dengan kebijakan-kebijakan makro ekonomi dan perbankan seperti GWM dan sebagainya. Namun penerapan auto rejection asimetris bisa menstimulus investor untuk melakukan investasi kembali," papar Alfatih.

Mengenai potensi gerak IHSG hari ini, Alfatih mengatakan kisaran pergerakan IHSG akan berada di level 1.200-1.250 dengan support di kisaran 1.080-1.100.

"Kalau melihat indeks regional hari ini, agak minus tipis. Kelihatannya akan ada sedikit aksi profit taking. IHSG kemungkinan bakal ikut terkena aksi profit taking. Kita harapkan aksi ini tidak terlalu mendorong pasar hari ini," ujarnya. (dro/ir)

24 Oktober 2008

Bursa Saham Guncang Lagi



Jumat, 24/10/2008 15:20 WIB
Jakarta - Bursa-bursa saham makin terguncang hebat. Setelah Asia, kini giliran bursa Eropa yang mencatat penurunan tajam. Saham-saham di emerging market menderita penurunan besar karena investor secara bersamaan memilih untuk keluar, guna meminimalkan risiko.

Pada perdagangan Jumat (24/10/2008), bursa saham Asia mengawali dengan kemerosotan tajam. Indeks Hang Seng anjlok 7,75%, KOSPI merosot 10,6%, Nikkei-225 turun 9,6%, Straits Times turun 7,54%, IHSG merosot 7,22%.

Bursa-bursa Eropa melanjutkan kemelorotan di bursa Asia. Pada awal perdagangan akhir pekan ini, indeks DAX Frankfurt turun 6,63%, CAC 40 turun 4,91%, FTSE turun 5,51%.

"Katalis penurunan hari ini adalah perhatian investor tentang profitabilitas korporasi. Ada tekanan pada saham-saham pertambangan dan terus berlanjutnya risiko pembalikan yang memukul emerging markets," jelas Jeremy Batstone-Carr, head of private research Charles Stanley, seperti dikutip dari Reuters.

Tak hanya pasar saham, mata uang pun bergerak liar. Euro merosot tajam menembus 1,27 dolar, yang merupakan level terendah dalam 2 tahun terakhir.

"Masih belum ada tanda-tanda menyerah dari lonjakan dolar akhir-akhir ini, terutama di Eropa yang muncul spekulasi akan ada penurunan suku bunga lagi sebelum akhir tahun sehingga menekan pound dan euro," ujar Gary Thomson dari CMC Markets seperti dikutip dari AFP.

Sementara harga-harga komoditas juga terus berjatuhan. Minyak mentah dunia yang sempat naik, akhirnya kembali turun.
Pada perdagangan di Asia, minyak jenis light untuk pengiriman Desember turun 64 sen ke US$ 67,20 per barel. Sementara minyak jenis Brent turun 56 sen ke levle US$ 65,36 per barel.

Padahal harga sempat naik tipis menjelang pertemuan OPEC di Wina, yang diperkirakan akan memutuskan penurunan produksi.(qom/ir)Nurul Qomariyah - detikFinance
Foto: Reuters

12 Oktober 2008

Suspensi Saham Grup Bakrie Paling Cepat Dibuka Selasa Besok


Senin, 13/10/2008 10:42 WIB
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana membuka suspensi perdagangan saham seluruh emiten-emiten grup Bakrie pada perdagangan Selasa 14 Oktober 2008 setelah paparan publik yang akan digelar hari ini Senin 13 Oktober 2008.

"Rencananya suspensi saham grup Bakrie akan dibuka besok, setelah mereka melakukan paparan publik siang ini," ujar Direktur Utama BEI, Erry Firmansyah dalam jumpa pers di gedung BEI, SCBD, Jakarta, Senin (13/10/2008).

Erry mengatakan, setelah grup Bakrie menyampaikan hasil paparan publik Senin sore nanti, BEI akan melihat dan menilai apakah informasi yang disampaikan sudah mencukupi. "Jika sudah kami akan membuka suspensi besok," jelas Erry.

Enam emiten grup Bakrie tersebut adalah PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan lima anak usahanya PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL). Mereka di suspensi sejak perdagangan Selasa (7/10/2008), setelah terkena penghentian perdagangan otomatis (autorejection) pada perdagangan Sesi II Senin (6/10/2008).

BEI melihat ada ketidakjelasan dalam rontoknya seluruh saham-saham emiten grup Bakrie pada perdagangan Senin (6/10/208). Oleh karena itu, BEI memutuskan suspensi sejak perdagangan Selasa (7/10/2008).(dro/ir)Indro Bagus SU - detikFinance
(Foto: Indro-detikFinance)

08 Oktober 2008

BEI Periksa Anomali Transaksi Saham Sebelum Suspensi


Rabu, 08/10/2008 16:14 WIB
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan melakukan pemeriksaan intensif terhadap anomali transaksi perdagangan saham yang terjadi hari ini, Rabu (8/10/2008). Sebab, nilai transaksi hari ini hanya sebesar Rp 952,165 miliar, namun IHSG anjlok hingga 10,38%.

"Kami akan melakukan pemeriksaan atas anomali transaksi hari ini. Masih belum bisa dipastikan apakah ada transaksi ilegal. Namun jika melihat nilai transaksi hari ini yang hanya sebesar Rp 952 miliar, sedangkan IHSG anjlok hingga 10,38% sangat irrasional," ujar Direktur Utama BEI, Erry Firmansyah dikantornya, SCBD, Jakarta, Rabu (8/10/2008).

Pada perdagangan Sesi I hari ini, IHSG anjlok tajam 168,52 poin (10,38%) ke level 1451,669 dari penutupan kemarin di level 1619,721. Oleh karena itu, BEI melakukan suspensi pada pukul 11.06 WIB. Suspensi juga dilakukan pada Sesi II hari ini.

"Untuk kemungkinan dilakukan suspensi pada perdagangan besok, kami akan melakukan pembicaraan dulu dengan Bapepam dan Departemen Keuangan," ujar Erry.

Saham-saham unggulan mengalami penurunan tajam hingga harus terkena auto rejection. Saham Indosat meluncur hebat hingga Rp 1.200 atau 23,3% menjadi Rp 3.950. Penurunan saham Indosat langsung diikuti saham unggulan lain seperti Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA), Astra Internasional (ASII) yang ikut turun tajam.

Saham PTBA turun Rp 1.750 atau 25% menjadi Rp 5.250 dan saham ASII turun Rp 3.200 atau 20% menjadi Rp 12.800.

"Diduga ada segilintir investor yang melakukan short sell terhadap saham-saham ini meski BEI sudah melarang short sell selama Oktober ini," kata seorang pelaku pasar, Rabu (8/10/2008).

(dro/ir)Indro Bagus SU - detikFinance

07 Oktober 2008

IHSG Terjelek Sedunia


Rabu, 08/10/2008 11:01 WIB
Bursa Asia Jatuh
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mencatat penurunan tertajam di banding bursa-bursa lain di dunia. Sementara rupiah relatif terjaga di posisi 9.596 per dolar AS atau turun 36 poin.

Pada perdagangan saham pukul 10.50 JATS, Rabu (8/10/2008) IHSG anjlok hingga 148,988 poin atau 9,2 persen ke posisi 1.470,733. Posisi IHSG ini terendah sejak September 2006.

IHSG juga mencatat penurunan terburuk dibanding bursa-bursa dunia lain yang hanya turun 4-5%.
Indeks Hang Seng turun 5,44%, Seoul turun 3,54%, KOSPI turun 3,42%, Nikkei turun 4,54%, STI Singapura turun 3,84% dan Taiwan turun 4,34%.

Saham di Australia turun 4,04% dan dibelahan Eropa FTSE pada 7 Oktober malah rebound 0,35%, Xetra Dax turun 1,12%.

Sementara saham-saham di Eropa masih belum buka, sedangkan Dow Jones pada penutupan 7 Oktober 2008 hanya turun 5,11%. Arab Saudi turun 7% pada 7 Oktober 2008.
Kekacauan yang terjadi di Bursa Efek Indonesia ini karena aksi jual investor asing yang terus berlanjut. Investor asing berburu likuiditas karena di negara asalnya sedang kekeringan likuiditas.

Adanya pernyataan dari JP Morgan Chase untuk menghindari surat utang di Indonesia makin membuat investor menjauhi IHSG.
Sementara kasus gagal bayar Danatama dan disuspensinya 6 saham kelompok Bakrie makin menambah rentetan sentimen negatif di pasar.
Perdagangan saham sesi satu ini juga berlangsung tipis dengan transaksi hanya senilai Rp 863 miliar. Hanya 5 saham naik, 168 saham turun dan 7 saham stagnan.
Saham-saham yang jeblok harganya antara lain, Telkom (TLKM) turun Rp 600 menjadi Rp 6.5550, Indosat (ISAT) turun Rp 1.200 menjadi Rp 3.950, Antam (ANTM) turun Rp 90 menjadi Rp 1.070 dan Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 1.700 menjadi Rp 5.300.(ir/ddn)Irna Gustia - detikFinance
(Foto: Indro-detikFinance)

06 Oktober 2008

Jeblok 10%, Transaksi Saham BEI Tidak Disuspensi


Senin, 06/10/2008 15:18 WIBIndro Bagus SU, Angga Aliya ZRF - detikFinance
Jakarta - Saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berguguran mencapai dasar terendah di tahun ini. Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah jebok 10%, otoritas BEI tidak melakukan penghentian transaksi.

Pada perdagangan saham sesi II, Senin (6/10/2008) pukul 15.04 WIB, IHSG terjun hingga 187,489 poin atau 10,23% ke level 1.645,018.

Penurunan IHSG ini merupakan yang terburuk di bursa Asia. Bursa kawasan rata-rata hanya turun 4-5% seperti Hang Seng turun 4,41%, Seoul turun 4,29%, Nikkei turun 4,25%, Shanghai turun 5,21%, STI Singapura turun 4,07%.

IHSG mengalami penurunan tajam karena imbas krisis di AS, pelemahan rupiah yang tidak terbendung ke level 9.575 per dolar AS dan naiknya angka inflasi September menjadi 0,97% dibanding Agustus 0,51%.

Dirut BEI Erry Firmansyah mengatakan pihaknya belum akan melakukan suspensi perdagangan saham meski IHSG telah anjlok hingga 10%.

"Belum tahu, masih kami tinjau perkembangan selanjutnya. Sejauh ini belum ada rencana," ujar Erry ketika dihubungi, Senin (6/10/2008).

Menurut Erry tidak ada ketentuan hingga penurunan level berapa transaksi saham harus dihentikan. "Secara peraturan tidak ada ketentuan angkanya, tergantung hasil pengamatan nanti," katanya.

Sementara Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) Fuad Rahmany mengatakan penurunan IHSG yang lebih dari 5% ini karena pasar merefleksikan penurunan yang harusnya terjadi pada saat libur lebaran.

"Karena kita kan selama hampir seminggu nggak ada trading. Jadi biasa lah market akan mendiskon awal sesi pertama ini. Tapi mereka melakukan adjusment karena market itu kan sangat rasional. Ini karena kita sudah lima hari, yang lain kan sudah turun-turun," jelasnya.(ir/qom)