Tampilkan postingan dengan label Sofyan Jalil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sofyan Jalil. Tampilkan semua postingan

30 Oktober 2008

Dirut PPA Diganti Senin Depan


Jumat, 31/10/2008 12:50 WIB
Jakarta - PT Perusahaan (PPA) akan memiliki direktur utama baru mulai Senin 3 November 2008. Pemerintah sudah memilih satu dari tiga calon yang ada untuk menggantikan M Syahrial.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil sebelum shalat Jumat di Gedung Garuda, Jakarta (31/10/2008).

"Namanya sudah saya kantongi, nanti Senin, Syahrial (Direktur Utama PPA) resmi digantikan oleh yang baru. Nanti hanya dirutnya saja yang diganti," ungkapnya.

Namun Sofyan enggan membeberkan nama calon Direktur Utama PPA yang baru tersebut. Sebelumnya Ia pernah mengatakan, calon yang sudah melakukan uji kelayakan dan kepatutan ada tiga orang. Satu berasal dari internal, dan dua sisanya calon dari eksternal.

"Kita tunggu saja senin siapa yang jadi penggantinya," tandasnya.

Nama-nama nalon-calon yang beredar adalah Boyke Mukijat, Edgar Ekaputra dan Rizal Gozali.(ang/ir)Angga Aliya ZRF - detikFinance
(Foto: dok detikFinance)

08 Oktober 2008

Transaksi Saham BEI Masih Dihentikan Hingga Kamis


Kamis, 09/10/2008 00:52 WIB
Jakarta - Perdagangan saham di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap ditiadakan hingga Kamis (9/10/2008) ini. Transaksi kemungkinan baru akan dibuka hari Jumat, 10 Oktober 2008.

Demikian disampaikan Menneg BUMN yang juga Menkeu ad interim Sofyan Djalil usai rapat terbatas di kantor presiden, Jakarta, Kamis (9/10/2008) dini hari.

"Sampai kapan tutup, kita akan terus melihat situasi dalam satu atau dua tiga hari. Yang pasti, besok tidak buka, tapi mungkin Jumat buka. Tapi kita akan lihat sampai kita dapat laporan yang bagus tetang situasi itu," jelasnya.
Seperti diketahui, BEI akhirnya memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan saham pada hari ini pukul 11.08 waktu JATS, setelah IHSG anjlok hingga 10,38%.
Ketika perdagangan saham ditutup pukul 11.08 JATS, Rabu (8/10/2008) IHSG merosot tajam hingga 168,052 poin atau 10,38 persen ke posisi 1.451,669. Posisi IHSG ini merupakan terendah sejak September 2006.

"Penutupan pasar ini untuk mencegah kejatuhan saham lebih lanjut dan menenangkan pelaku pasar," kata Direktur Perdagangan BEI MS Sembiring, Rabu (8/10/2008).

Sofyan menilai, penghentian sementara transaksi saham ini sudah sesuai prosedur. "Dan ditambah lagi BEI sedang lakukan investigasi atas perdagangan yang diduga nyimpang. Jadi
selama tutup ini dilakukan kajian-kajian," jelas Sofyan.

Mengenai perintah presiden agar BUMN_BUMN melakukan pembelian kembali saham atau buy back, menurut Sofyan hanya akan dilakukan oleh BUMN yang memiliki banyak dana dan memiliki pasar bagus, namun harga sahamnya anjlok karena kondisi yang tidak mendukung.
"Maka (BUMN) diminta untuk beli kembali sesuai kemampuan financial mereka," jelas Sofyan.

Selain itu, lanjut Sofyan, BUMN-BUMN besar juga diminta untuk berkoordinasi dalam pemenuhan kebutuhan valasnya agar tidak memperparah situasi.

"Supaya BUMN nggak spekulasi di valas. BUMN yang butuh dolar agar koordinasi dengan BI, mengajukan kebutuhan valas ke BI lalu sampaikan ke Menneg BUMN. Tujuannya agar dalam situasi demikian BUMN tidak perparah situasi," urainya.

Selain itu, BUMN yang punya banyak dolar AS diluar negeri juga diminta menarik dananya untuk kemudian disimpan di bank lokal agar tidak digunakan untuk spekulasi.
"Presiden mendengar langsung dari BUMN dan memberi instruksi ke BUMN besar agar tidak mengambil langkah yang memperparah situasi," pungkasnya.

(qom/qom)Luhur Hertanto - detikFinance
foto: dok detikcom)