Tampilkan postingan dengan label Pertamina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertamina. Tampilkan semua postingan

05 Februari 2009

Direksi Baru Pertamina Hasil Kompromi Banyak Pihak


Kamis, 05/02/2009 12:13 WIB
Jakarta - Simpang siur direktur utama Pertamina terjawab setelah pemerintah menunjuk Karen Agustiawan menduduki kursi itu.

Jajaran direksi baru ini lebih segar karena rata-rata masih berusia 40-50 tahun. Namun penunjukan manajemen baru ini dinilai tak lepas dari kompromi banyak pihak.

"Tidak bisa dinilai komposisi direksi sekarang ideal atau tidak, tapi ini manajemen hasil kompromi, kelihatan siapa orangnya siapa," kata Direktur Reforminer Institute Pri Agung Rakhmanto ketika dihubungi detikFinance, Kamis (5/2/2009).

Pri menilai penunjukan direksi yang lebih cepat ini bisa mengakhiri ketidakpastian pemimpin di perusahaan minyak negara itu. "Karena selama ini orang ribut siapa yang harus memimpin Pertamina dan ini adalah hasil komprominya," katanya.

Dia menilai penunjukan Karen dilakukan karena pemerintah tidak mau ada resistensi dari internal Pertamina sendiri. Sedangkan penempatan Omar S Anwar sebagai wakil dirut juga dinilai untuk pembenahan manajerial di BUMN minyak itu.

Sementara penunjukkan tiga komisaris yakni Gita Wirjawan (mantan Presdir JP Morgan Indonesia), Homayun Boscha (mantan Presdir Caltex) dan Sonny Sumarsono (direkur Pertamina) sebagai perwakilan bebarapa kelompok di pemerintahan yang memakai orang-orang profesional.

"Jabatan dirut Pertamina memang panas, dalam 10 tahun saja sudah ganti 6 direksi karena banyak sekali kepentingan dari kelompok tertentu," ujar Pri.

Selain melakukan konsolidasi, Pri melihat tugas utama direksi baru saat ini adalah mengamankan distribusi elpiji dan BBM sehingga tidak perlu lagi terdengar ada kelangkaan disana-sini.

Namun Pri pesimistis direksi baru sekarang akan lebih baik dari direksi sebelumnya. Karena masalahnya bukan hanya di Pertamina melainkan kuatnya intervensi pemerintah yang membuat perusahaan minyak ini serba nanggung untuk bergerak di percaturan internasional.

"Jadi kalau pemerintah ingin Pertamina jadi perusahaan kelas dunia, jangan terlalu melakukan intervensi dengan kebijakan-kebijakan yang mengekang Pertamina," katanya.

Dirut Pertamina dalam satu dasawarsa terakhir adalah:

* Soegijanto (1996-1998)
* Martiono Hadianto (1998-2000),
* Baihaki Hakim (2000-2003),
* Ariffi Nawawi (2003-2004),
* Widya Purnama (2004-2006), dan
* Arie H. Soemarno (2006-2009).

Irna Gustia - detikFinance
(Foto: dok detikFinance)

Karen-Omar, Angin Segar di Pertamina


Kamis, 05/02/2009 14:52 WIB
Jakarta - Pemerintah telah menetapkan Dirut dan Wadirut Pertamina yang baru. Kedua pejabat baru Pertamina ini masih tergolong muda dan diharapkan bisa memberi angin segar meski track recordnya belum terlihat.

Demikian disampaikan Dirjen Migas Evita Legowo di Gedung kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (5/2/2009).

"Harapan saya, ini bisa kasih angin segar ke Pertamina, karena ini kan anak muda. Lebih seger, lebih muda. Mudah-mudahan bisa beri angin baru," katanya.

Meski berharap banyak pada dua anak muda ini, Evita mengaku dirinya tidak tahu persis seperti apa sepak terjang kedua 'angin segar' ini.

"Tapi saya sendiri tidak tahu persis track recordnya," katanya.

Karen Agustiawan didapuk sebagai sebagai Dirut Pertamina yang baru, dan Omar S Anwar mendampingi sebagai Wakil Dirut Pertamina. Keduanya akan dilantik sore ini pukul 15.00.