Tampilkan postingan dengan label Bursa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bursa. Tampilkan semua postingan

24 November 2008

Hasil Due Dilligence PTBA Akuisisi Bumi Segera Keluar



Senin, 24/11/2008 18:04 WIB
Jakarta - PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) Tbk akan segera mengeluarkan due dilligence (uji kelayakan) soal rencana pembelian saham PT Bumi Resources Tbk.

Hal tersebut disampaikan Dirut PTBA Sukrisno di Kantor Kementerian BUMN, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (24/11/2008)

"Soal BUMI, belum bisa saya sampaikan hari ini, tunggu saja. Mudah-mudahan dalam satu dua hari ini sudah selesai due dilligence-nya," ujarnya.

PTBA dalam membeli saham Bumi ikut dalam konsorsium Northstar Pacific yang terafiliasi dengan Texas Pacific Group di Indonesia. Menurut Sukrisno, PTBA tetap berminat untuk membeli saham Bumi.

"Sampai saat ini masih, tapi bisa saja, karena saya melihat saham BUMI telah Rp 600 sekian. Itu kan satu pertimbangan, kira-kira pertanggungjawabannya gimana," ujarnya.

Namun jika hasil due dilligence itu ternyata pembelian saham tidak terbukti menguntungkan perusahaan, maka PTBA cabut dari rencana itu. PTBA menyiapkan dana internal dan eksternal untuk membeli saham Bumi.

"Karena itu, pertimbangannya kan begitu banyak. Ini kan harganya turun terus, apakah kita jadi masuk. 3 yang harus jadi pertimbangan, pertama, menguntungkan perusahaan, kedua, clean, ketiga, transparan. Kalau tidak menguntungkan bagi perusahaan, barangkali kita nggak ngambil," ujarnya.Angga Aliya ZRF - detikFinance
Foto: Reuters

01 November 2008

BEI Minta Bakrie & Brothers Segera Gelar Paparan Publik


Sabtu, 01/11/2008 19:10 WIB
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) segera menggelar paparan publik setelah mencapai kesepakatan dengan Northstar Pacific untuk pelepasan 35% saham PT Bumi Resources Tbk senilai US$ 1,3 miliar.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BEI Erry Firmansyah kepada detikFinance, Sabtu (1/11/2008).

"Kalau memang sudah terjadi transaksi, maka kita akan minta mereka segara lakukan public ekspose untuk menjelaskan tansaksi tersebut secara detail untuk kemudian dapat segera kita buka suspensinya," jelas Erry.

Presdir BUMI, Ari S Hudaya sore ini mengumumkan kesepakatan dengan Northstar Pacific untuk pembelian saham BUMI. BNBR akan menggunakan dana hasil penjualan BUMI tersebut untuk membayar utangnya.

Dari penjualan PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) dan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) sebelumnya, BNBR, menurut Ari telah mengantongi US$ 1,357 miliar. BNBR memiliki utang gadai saham dengan jumlah pokok sebesar Rp 11,51 triliun dan bunga pinjaman sekitar Rp 1,22 triliun. Totalnya sekitar Rp 12,73 triliun.

BEI telah menghentikan perdagangan saham 3 emiten Grup Bakrie yakni BNBR, BUMI dan ENRG (Energi Mega Persada) sejak 7 Oktober lalu ditengah kejatuhan pasar saham dan kabar gadai saham yang simpang siur.

Tiga emiten Grup Bakrie lain yang juga sempat disuspensi sudah kembali diperdagangkan sejak 17 Oktober lalu yakni PT PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).(qom/qom)Wahyu Daniel - detikFinance
Erry Firmansyah (Foto: Indro/detikcom)

12 Oktober 2008

Saham Naik atau Turun Lebih dari 10% Langsung Disuspensi


Senin, 13/10/2008 07:52 WIB
Saham Naik atau Turun Lebih dari 10% Langsung Disuspensi
Indro Bagus SU - detikFinance



(Foto: Indro-detikFinance)
Video Terkait
gb
BEI Batal Buka
Foto Terkait
gb
BEI Batal Buka
Jakarta - Otoritas Bursa Efek Indonesia menerbitkan aturan baru untuk auto rejection atau penghentian otomatis transaksi saham mulai perdagangan saham Senin 13 Oktober 2008. Saham yang naik atau turun lebih dari 10% akan langsung dikenakan suspensi dari semula batasnya 30%.

Kebijakan BEI tersebut berdasarkan aturan No. Se-004/BEI-PSH/10-2008 yang merupakan perubahan dari aturan sebelumnya SE-009/BEJ/12-2001 pada 3 Desember 2001. Aturan ini diterbitkan dengan semangat menjaga ketertiban, kewajaran serta efisiensi perdagangan yang teratur.

Pokok-pokok dalam aturan tersebut antara lain:

1. Setiap penjualan atau pembelian saham yang harganya naik atau turun lebih ari 10% dari harga pembukaan atau penutupan hari sebelumnya akan dilakukan auto rejection.

2. Harga saham minimal di BEI Rp 50, sehingga jika ada penawaran harga di bawah harga saham terendah tersebut akan langsung terkena auto rejection.

Sementara Direktur Utama BEI, Erry Firmansyah usai pertemuan di gedung Bapepam, Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu Malam (12/10/2008) mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi anjloknya harga-harga saham di tengah kondisi bursa global yang sedang terpuruk dan berdampak pada pada anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama beberapa pekan lalu.

"Ada peraturan baru auto rejection untuk penurunan individual saham menjadi 10% dari semula 30%," ujar Erry.

Pada perdagangan Sesi I Rabu (8/10/2008), posisi IHSG merosot tajam hingga 168,052 poin atau 10,38 persen ke posisi 1.451,669. BEI kemudian memutuskan melakukan suspensi perdagangan seluruh bursa pada pukul 11.06 JATS. Suspensi dilanjutkan selama 3 hari hingga Jumat (10/10/2008).

Perdagangan BEI akan dibuka kembali pada Senin 13 Oktober 2008. Beberapa persiapan telah dilakukan Bapepam dan BEI untuk mengantisipasi kejatuhan IHSG lebih dalam, salah satunya dengan merevisi aturan batas penurunan saham menjadi 10% dari sebelumnya 30%. Batas kenaikan harga saham tetap sebesar 30%.

”Mudah-mudahan saat dibuka market tidak panik karena informasinya makin jelas. Kita nggak tahu apa yang akan terjadi, tapi kita sudah keluarkan aturan-aturan. Mudah-mudahan market tidak takut lagi,” jelas Kepala Bapepam, Fuad A Rahmany.

Selain itu, Fuad juga menyatakan telah memberi himbauan pada pelaku pasar untuk ikut berpartisipasi dalam mengembalikan kestabilan pasar modal.

”Kami juga sudah minta pada semua pelaku pasar agar lebih memiliki etika dalam bermain di bursa dalam kondisi seperti ini. Jangan hanya mengambil keuntungan di pasar yang lagi krisis di dunia. Sebaiknya integritas dijaga,” tegas Fuad.(ir/ir)Indro Bagus SU - detikFinance
(Foto: Indro-detikFinance)

09 Oktober 2008

5 Langkah Pemerintah Stabilkan Pasar


Kamis, 09/10/2008 18:05 WIB
Jakarta - Pemerintah menyiapkan lima langkah untuk menstabilkan, menenangkan dan mengamankan pasar modal yang akan efektif Jumat besok saat pembukaan bursa.

Hal tersebut disampaikan Menkeu Sri Mulyani dalam jumpa pers di Gedung Depkeu, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (9/10/2008).

"Aturan ini diharapkan bisa memberikan sumbangan suasana yang kondusif dan tenang di seluruh sektor keuangan baik itu perbankan, pasar modal dan pasar uang," ujarnya.

5 Aturan itu yakni:

Pertama, dihapusnya aturan marked to market untuk surat utang yang dimiliki perbankan. Aturan baru ini sudah disepakati dengan IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) tidak perlu ada aturan marked to market terhadap surat utang yang dimiliki oleh perbankan. Diharapkan Ini akan membantu bank untuk mengurus portofolionya surat utangnya.

Kedua, pelonggaran aturan yang terkait dengan aturan buy back oleh seluruh emiten di bursa.

Ketiga menambah likuditas melalui belanja kementerian dan lembaga. Pemerintah akan mengoperasikan APBN untuk menambah likuiditas di pasar dengan cara mendorong belanja.

Keempat pembelian saham BUMN yang terkoreksi tajam padahal fundamentalnya baik melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Depkeu.

Kelima, penegakan hukum oleh Bapepam dan SRO terhadap para pelaku pasar yang telah melanggar aturan-aturan.

Bapepam LK dan SRO lainnya tengah melakukan pemeriksaan atas transaksi saham yang terindikasi melanggar peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal terutama terhadap transaksi yang terjadi dalam kurun waktu 3 bulan terakhir ini. "Jadi observasinya sudah kita lakukan 3 bulan terakhir ini," ujarnya.(ddn/ir)Wahyu Daniel - detikFinance Foto: Angga-detikFinance

6 BUMN Siap Buy Back Saham

Kamis, 09/10/2008 19:16 WIB
Jakarta - Sebanyak enam emiten BUMN siap melakukan buy back sahamnya. BUMN itu adalah Antam, PTBA, Semen gresik, Telkom, Jasa Marga, PGN. Sementara BUMN perbankan tidak akan melakukan pembelian kembali sahamnya.

Demikian disampaikan Menneg BUMN Sofyan Djalil usai rapat di Gedung Departemen Keuangan, Jl Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (9/10/2008).

"BUMN-BUMN yang dinyatakan siap adalah Antam, PTBA, Semen Gresik, Telkom, Jasa Marga, dan PGN," katanya.

Seperti diketahui, pemerintah meminta BUMN-BUMN yang terdaftar di bursa untuk membeli kembali sahamnya (buy back). Bahkan Bapepam LK telah melonggarkan aturan buy back dengan meningkatkan porsi buy back menjadi 20% dan tidak diperlukan persetujuan RUPS.

Meski begitu Sofyan menegaskan, keputusan buy back bukanlah kewajiban tetapi disesuaikan dengan konduisi likuiditas dan cash flow masing-masing perusahaan.

"Buy back ini juga bukan kewajiban, semua tergantung likuditas dan cash flow masing-masing BUMN," katanya.

Bank BUMN Tidak Buy Back

Sofyan juga menjelaskan perbankan BUMN tidak akan melakukan buy back sahamnya. Hal ini karena perbankan membutuhkan modal untuk perkembangan bisnisnya.

"Tetapi perbankan BUMN tidak akan buy back karena butuh capital untuk perkembangannya. Sebenarnya pada prinsipnya perbankan bisa, tapi tidak akan buy back," pungkasnya.(lih/ir)Angga Aliya ZRF - detikFinance

08 Oktober 2008

Bursa Eropa Juga Hancur-hancuran


Rabu, 08/10/2008 15:35 WIB
London - Mengikuti kejatuhan pasar saham Asia, bursa-bursa Eropa pun ikut berjatuhan. Bursa Inggris langsung terpangkas hingga 7 persen setelah pemerintahnya mengumumkan rencana bailout untuk menyelamatkan bank-banknya.

Pada awal perdagangan Rabu (8/10/2008), busa-bursa di Eropa langsung merosot. Indeks FTSE 100 dibuka anjlok 311,34 poin atau 6,76 persen ke level 4.293,88.

Kejatuhan di bursa Inggris terjadi setelah pemerintah Inggris mengumumkan paket penyelamatan sistem perbankan senilai 50 miliar poundsterling atau sekitar US$ 99 miliar. Sebanyak 8 bank dan institusi keuangan sudah sepakat untuk mengikuti program ini.

CAC Paris anjlok 8,18%, DAX Frankfurt merosot 6,32% hingga di bawah level 5.000, untuk pertama kalinya sejak pertengahan tahun 2005. Indeks SMI di Bursa Zurich juga merosot 3,45% ke level 6.205,70.

Bursa Rusia yang sudah kembali bertransaksi, akhirnya kembali dihentikan transaksinya setelah indeks sahamnya anjlok hingga 11%.
Di Asia, selain Indonesia yang mengalami kejatuhan parah adalah Tokyo. Bursa terbesar di Asia ini juga dilanda aksi jual parah hingga level terburuknya dalam dua dekade terkahir.
Indeks Nikkei-225 ditutup merosot hingga 952,58 poin (9,81%) ke level 9.203,32. Ini adalah kejatuhan terparah sejak 20 Oktober 1987, ketika terjadi pengaruh 'Black Monday' di Wall Street.
"Tak seorang pun ingin mengambil risiko saat ini. Tidak ada titik terendah terlihat untuk jangka pendek." ujar Hirozuki Fujiki, analis dari Osakan Securities, seperti dikutip dari AFP.
Ia menambahkan, investor kini menginginkan para otoritas moneter untuk menjalin koordinasi terutama untuk penurunan suku bunga.

Kejatuhan bursa-bursa Asia dan Eropa ini merupakan kelanjutan dari kemerosotan Wall Street kemarin. Indeks Dow Jones bahkan terpuruk ke level terendah dalam 5 tahun terakhir.
Pada perdagangan Selasa (7/10/2008), indeks Dow Jones merosot 508,39 poin (5,11%) ke level 9.447,11, lebih buruk ketimbang kejatuhan di hari Senin.

Sementara Nasdaq ditutup merosot 108,08 poin (5,80%) ke level 1.754,88 dan Standard 7 Poor's 500 anjlok 60,66 poin (5,74%) ke level 996,23, dan untuk pertama kalinya sejak 5 tahun terakhir merosot di bawah level 1.000.(qom/ir)Nurul Qomariyah - detikFinance

29 September 2008

House Of Refpresentatif DPR AS Tolak Bailout


Selasa, 30/09/2008 07:32 WIB
DPR AS Tolak Bailout
Washington - Kabar buruk bagi bursa dunia, House of Representatives (DPR) Amerika Serikat secara dramatis menolak rancangan undang-undang mengenai upaya penyelamatan industri keuangan AS senilai US$ 700 miliar.

Sebanyak 228 anggota DPR AS menolak bailout melalui mekanisme voting terbuka selama 15 menit ini, sedangkan 205 menyetujui bailout. Penolakan muncul sebagian besar dari Partai Republik, partai Presiden George W Bush sendiri.

Sebelumnya pemerintahan AS George W Bush sangat percaya diri bailoutnya akan disetujui DPR setelah ada kompromi dengan Kongers AS.
"Proses legislasi gagal, krisis masih bersama kita," ujar Nancy Pelosi, juru bicara DPR AS seperti dikutip Reuters, Selasa (30/9/2008).

Kedua partai saling menyalahkan gagalnya bailout ini. Kalangan yang menolak bailout beralasan penyelamatan ini tidak logis, mereka tidak ingin pemerintah melakukan intervensi kepada bank yang telah menyebabkan krisis. Namun Pelosi mengatakan pihaknya akan tetap akan bekerja meloloskan RUU ini.

"Apa yang terjadi sekarang biarlah terjadi, kita harus segera melakukan langkah-langkah ke depan. Kita harus melindungi para pembayar pajak di samping itu kita harus menstabilkan pasar," ujarnya.

Bursa AS Anjlok Hebat

Gagalnya rancangan undang-undang ini mengakibatkan terpukulnya bursa AS. Indeks Dow Jones turun 6,98 persen atau 777 poin. Angka penurunan ini merupakan yang terparah dalam sehari di Dow Jones, diperkirakan lost yang dialami sekitar US$ 1 triliun lebih, sedangkan Nasdaq ambruk 9,14 persen atau 199,61 poin.(ddn/ddn)Dadan Kuswaraharja - detikFinance
Nancy Pelosi (Foto: Reuters)

Kongres AS Sepakati Bailout US$ 700 Miliar


Minggu, 28/09/2008 14:24 WIB
Washington - Kongres AS akhirnya menyepakati rencana penyelamatan raksasa sistem keuangan AS senilai US$ 700 miliar minggu ini.

Kesepakatan itu merupakan hasil pertemuan para pimpinan Kongres AS yang diadakan Minggu pagi waktu Washington.

"Kami sudah bekerja keras, dan kami mencapai kesepakatan yang akan segera berlaku efektif di pasar dan efektif bagi seluruh rakyat Amerika," ujar Menkeu AS Henry Paulson seperti dikutip AFP, Minggu (28/9/2008).

Namun isi kesepakatan itu belum jelas betul. Rencananya isi detil kesepakatan akan segera diumumkan pada Minggu malam nanti. Rencananya uang senilai US$ 700 miliar itu akan digunakan untuk membeli utang-utang milik perusahaan investasi dan bank yang hancur akibat krisis kredit yang mengancam sistem keuangan global.

"Kami mencapai kemajuan yang berarti. Kita harus memberikan komitmen rancangan Undang-undang, sehingga kita bisa segera menyetujui secara formal," ujar juru bicara House of Representatives Nancy Pelosi.
Menkeu AS sebelumnya gencar melobi para pembuat undang-undang AS agar segera memuluskan paket bailout terbesar dalam sejarah AS ini.
Kongres AS berlomba untuk mencapai kesepakatan sebelum pasar Asia kembali buka pada Senin pagi untuk menghindari jatuhnya harga saham seperti yang terjadi pada pekan lalu.
(ddn/ddn)
Dadan Kuswaraharja - detikFinance
Foto: Reuters

BEI Larang Short Selling


Selasa, 30/09/2008 10:15 WIB
Jakarta - Kondisi pasar keuangan yang tidak menentu membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan perdagangan saham secara short selling.

Demikian pengumuman dari BEI yang dikutip detikFinance, Selasa (30/9/2008). Penghentian itu akan berlaku mulai tanggal 6 Oktober 2008 saat bursa saham dibuka kembali setelah libur panjang lebaran.
Mengingat kondisi pasar global dan regional yang masih tidak stabil dengan ketidakpastian yang tinggi, maka BEI memutuskan untuk bulan Oktober 2008 tidak menerbitkan daftar saham yang dapat ditransaksikan dengan pembiayaan penyelesaian transaksi efek oleh perusahaan efek bagi nasabah yang mengakibatkan posisi short.

"Dengan demikian perdagangan saham secara short-sell untuk bulan Oktober ditiadakan," demikian bunyi pengumuman yang disampaikan Kepala Divisi Riset dan Pengembangan Produk Kandi Sofia S Dahlan dan Kepala Divisi Perdagangan Saham Supandi tersebut.
Sedikitnya ada 54 saham di BEI masuk dalam daftar saham yang boleh ditransaksikan secara short-sell.
Larangan short selling sebelumnya dikeluarkan oleh otoritas bursa AS dan sejumlah negara lain, pelarangan itu untuk mencegah ambruknya bursa terlalu dalam. Short selling dituding sebagai pemicu ambruknya Wall Street pada tahun 1930 yang mengakibatkan Great Depression.
(ddn/ddn)Dadan Kuswaraharja - detikFinance, Foto: Indro-detikFinance