Tampilkan postingan dengan label Sepak bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepak bola. Tampilkan semua postingan

28 Oktober 2008

Maradona Latih Argentina


Rabu, 29/10/2008 05:45 WIB
Buenos Aires - Teka-teki siapa yang akan menjadi pelatih baru tim nasional Argentina akhirnya terkuak. Orang yang dimaksud adalah mantan pemain legendaris "Tim Tango" Diego Maradona.

Pengumuman resmi memang belum dikeluarkan oleh Federasi Sepakbola Argentina, tetapi pengumuman ini sudah bocor dari mulut Carlos Bilardo, pelatih yang membawa Argentina juara Piala Dunia 1986. Bilardo sendiri akan menjabat sebagai direktur sepakbola di dalam tim.

"Diego akan menjadi pelatih baru Argentina," ujar Bilardo singkat kepada AFP. Ucapan itu dikeluarkannya usai menjalani rapat dengan Presiden Federasi Sepakbola Argentina Julio Grondona.

Maradona menyingkirkan beberapa kandidat lainnya yang juga diajukan untuk menjadi pelatih Argentina. Mereka adalah manajer Boca Juniors Carlos Bianchi, pelatih tim Argentina u-23 Sergio Batista, dan pelatih klub San Lorenzo Miguel Angel Russo.

Maradona yang kini berusia 47 tahun menjadi suksesor dari Alfio Basile yang mundur usai Argentina kalah dari Cile. Rossi Finza Noor - detiksport
AFP/Vano Shlamov

06 Oktober 2008

Tevez Mulai Resah di MU


Selasa, 07/10/2008 10:14 WIB

Manchester - Sudah dijanjikan sejak Juli, kontrak permanen buat Carlos Tevez belum datang juga. Kostum nomor sembilan yang diincarnya pun kini malah jadi milik Dimitar Berbatov, tak salah kalau dia mulai resah.

Kabar Tevez mendapat kontrak permanen dari "Setan Merah" sudah berhembus tiga bulan lalu. Striker asal Argentina itu dikabarkan akan mendapat kontrak besar bernilai 32 juta poundsterling atau sekitar Rp 581 miliar.

"(Kontrak baru) itu bukan masalah. Kami bisa menyelesaikannya pada September, Oktober, November atau Desember. Sir Alex Ferguson sudah menjelaskan itu pada Tevez dan dia tidak bermasalah," demikian pernyataan Presiden Eksekutif MU, David Gill, di sela-sela tur mereka musim panas lalu.

Meski sudah dijanjikan seperti itu Tevez punya alasan kuat buat khawatir, salah satunya adalah kedatangan Dimitar Berbatov. Meski saat ini Berba belum menunjukkan ketajaman seperti saat bersama Tottenham Hotspurs, striker Bulgaria itu sudah memaksanya bermain sebagai pengganti di tiga dari empat pertandingan terakhir.

Hal lain yang membuat Tevez makin resah adalah hilangnya kesempatan memiliki nomor punggung sembilan, yang kini justru dimiliki Berba. Padahal sejak musim lalu nomor tersebut jadi incarannya ketimbang jersey bernomor 32 yang kini dia miliki. Apalagi Fergie beberapa waktu lalu justru mengatakan kalau kontrak untuk Tevez baru akan disodorkan musim depan.

"Deal permanen itu akan terjadi musim depan. Tak ada keraguan dalam pikiran saya kalau Tevez akan berada di sini musim depan dan menandatangani kontrak baru," sahut Fergie beberapa waktu lalu.

Krisis keuangan yang melanda Amerika Serikat, dan kemudian juga mempengaruhi AIG sebagai sponsor MU, disinyalir jadi salah satu alasan penundaan kontrak baru tersebut. Apalagi Tevez juga diyakini bakal meminta kenaikan gaji dari jumlah 80.000 poundsterling yang diterimanya kini.

"Sejak saya datang ke sini saya ingin mendapatkan kontrak permanen. Saya mengalami musim pertama yang menggembirakan dan saya akan lebih gembira lagi jika petinggi klub mau memberikan kontrak di depan saya. Tanpa ragu, saya akan menandatanganinya," tegas Tevez seperti diberitakan Dailymail. ( din / ian )Doni Wahyudi - detiksport
AFP/Paul Ellis

Liga Champions Mourinho: Inggris Masih Mendominasi


Selasa, 07/10/2008 12:28 WIB
Milan - Pindah dan melatih tim Italia tak serta-merta membuat Jose Mourinho yakin dengan performa di Liga Champions. Dia malah memprediksi kompetisi tersebut masih akan jadi milik Premiership.

Mourinho pastinya punya banyak alasan untuk mengungkapkan komentar tersebut. Yang paling bisa dilihat tentu saja penampilan empat klub Seri A di dua matchday pertama Liga Champions yang meraih hasil beragam.

AS Roma menelan kekalahan memalukan atas CFR Cluj meski kemudian menang meyakinkan saat bertandang ke Bordeaux, sementara Inter Milan malah diimbangi Werder Bremen setelah sebelumnya menundukkan Panathinaikos 2-0. Hasil serupa diraih Juventus yang sukses menundukkan Zenit namun kemudian diimbangi Bate 2-2, sedangkan Fiorentina dua kali bermain imbang dengan Bayern Munich dan Steaua Bucharest.

Kondisi empat klub Inggris memang tak jauh beda, kecuali Liverpool yang meraih hasil 100%. Namun performa tim Premiership dalam dua tahun terakhir yang menempatkan tiga wakilnya di babak semifinal diyakini Mourinho masih mungkin akan terjadi tahun ini.

"Benar kalau Inggris sudah mendominasi Liga Champions dalam beberapa tahun terakhir. Saya tidak mengatakan kalau kami akan mampu mengubah itu - tapi saya pikir kami berempat (bersama Fiorentina, AS Roma dan Juventus) bisa sampai ke babak 16 besar," ungkap Mourinho dalam wawancaranya dengan BBC Inside Sport seperti diberitakan Independent.

Dari empat klub Seri A tersebut, bisa dibilang hanya Inter dan Juventus yang punya peluang besar maju hingga babak-babak berikutnya. Selain punya sejarah bagus di kompetisi antarklub terbaik tersebut, keduanya juga punya skuad yang cukup untuk bertarung dengan klub raksasa dari negeri seberang.

Sayangnya sejauh ini performa Juventus justru belum meyakinkan, bahkan di kompetisi lokal dengan tak pernah menang dalam tiga laga terakhir. Inter sendiri belum pernah lagi memenangi Liga Champions sejak musim 1964/65, padahal Jose Mourinho yang diharapkan bisa menghapus dahaga tersebut justru punya trek rekor yang kurang bagus setelah mengantar FC Porto jadi juara.

"Jika keempat tim Liga Inggris lolos juga, yang kelihatannya sangat mungkin terjadi, itu akan sangat bagus buat kami. Jika saya harus memenangi Liga Champions, saya tak melihat adanya perbedaan (peluang) antara kami dengan Bayern Munich, Barcelona, Real Madrid dan Juventus."

"Hanya ada satu piala untuk 10 atau 12 tim terbaik. Pada akhirnya tropi tersebut akan menjadi milik satu klub. Tentu saja kami akan berjuang untuk itu," pungkas Mourinho.
( din / ian )Doni Wahyudi - detiksport

28 September 2008

Seperti Apa MU Pasca Sir Alex ?


Senin, 29/09/2008 07:57 WIB
Manchester - Dalam satu atau dua musim ke depan Sir Alex Ferguson mungkin belum akan mengakhiri karirnya bersama Mnachester United. Namun saat dia pensiun nanti, masihkan "Setan Merah" jadi klub menakutkan?

Itulah wacana yang tiba-tiba diangkat oleh Eric Cantona. Pembicaraan soal suksesor Fergie saat dia pensiun suatu saat nanti sudah mengemukan sejak lama, namun tak ada yang mempertanyakan bakal seperti apa nanti kondisi The Red Devils" sebenarnya.

Yang jadi pertanyaan dan kekhawatiran Cantona tak cuma sekedar prestasi, lebih dari itu dia sangat merisaukan kelanjutan nasib MU sebagai sebuah klub. Yang jadi alasan kekhawatirannya adalah keberadaan Keluarga Glazers sebagai pemilik MU.

Sejak kedatangan pengusaha Amerika Serikat itu harga tiket laga MU terus meningkat, selain itu banyak juga protes dilontarkan fans atas kebijakan keuangan Glazers. Padahal yang mampu merekatkan MU meski memiliki banyak masalah seperti itu adalah keberadaan Fergie.

"Ferguson itu kuat, dia mengendalikan segalanya. Untuk saat ini tak ada yang berubah di sana – tentu selain kebijakan ekonomi," ungkap Cantona di TheSun. "Saya khawatir soal masa depan. Saya harap hal itu tidak berubah."

Sejak menangani MU tahun 1986 silam, Sir Alex sudah memberikan hampir segalanya buat MU. Mulai gelar kompetisi lokal, menjadi raja Eropa hingga mengukuhkan diri nenjadi klub terbaik Eropa dengan total lebih dari 30 tropi dipersembahkan.

Selanjutnya Cantona malah memberi dukungan pada FC United, klub yang dibentuk beberapa fans MU yang kecewa dengan pengambilalihan oleh Glazers. Dalam beberapa tahun mendatang dia berharap klub oposan MU itu bisa menjadi MU seperti yang sekarang ini dengan memenangi Liga Champions.

"Mereka punya ide yang hebat. Saya harap mereka bisa menjadi klub besar dan menjadi kampiun Eropa dalam lima tahun mendatang. Setiap klub harus diciptakan pada satu poin tertentu. Sekarang saya tertarik dengan orang-orang yang menciptakan sebuah klub. Orang seperti apa yang menciptakan Manchester United atau Manchester City," pungkas mantan kapten MU itu.
( din / roz ) Doni Wahyudi - detiksport

Teruslah Menari, Dinho


Senin, 29/09/2008 08:42 WIB
Milan - Selain tersenyum tak banyak yang bisa dilakukan Ronaldinho setelah berseragam AC Milan. Namun mulai dinihari tadi, dia bisa mulai menari lagi, tentunya sebagai perayaan atas gol yang dia buat.

Isu overweigt terus menghantui Ronaldiho di awal bergabungnya dia dengan Milan. Mantan pemain terbaik dunia itu sesungguhnya tak buruk-buruk sekali karena meski jelas terlihat berat badan menghambat pergerakannya, dia masih menyisakan magis buat Rossoneri dalam sentuhan-setuhannya.

Belakangan keberadaan Dinho di Milan mulai dipertanyakan karena dia tak kunjung membuat gol atau setidaknya membuat kontribusi berharga berupa assist. Apalagi Milan sempat terpuruk setelah menelan dua kekalahan beruntun di awal kompetisi.

Saat Diaviolo Rosso mulai rajin menang, Dinho tetap dipertanyakan lantaran dia tak banyak berperan dalam kemenangan-kemenangan tersebut. Namun dinihari tadi pesepakbola 28 tahun itu membuktikan kalau dia masih punhya banyak hal untuk diberikan pada Milan.

Sebuah gol ke gawang Inter Milan mengantar Rossoneri memetik kemenangan peting dalam lanjutan Liga Italia. Buat Dinho itu adalah gol pertama yang dia sumbangkan pada Milan, namun buat seluruh fans Diavolo Rosso, gol tersebut punya makna lebih besar sebagai pertaruhan harga diri dari musuh bebuyutan mereka.

"Saya merasa luar biasa, sepertinya saya berada di rumah dan saya mendedikasikan gol ini buat fans Milan. Saya merasa semakin baik setiap harinya. Kami bermain bersama dengan perasaan gembira, dan itulah kondisi Milan yang sesungguhnya,” sahut Dinho di Channel4.

Bersama dua Brasil lainnya, Kaka dan Alexdandre Pato, Dinho menjadi otak serangan Milan. Gol yang dicetaknya pun datang dari umpan diagonal Kaka yang dilesakkan ke gawang dengan tandukan kepalanya dari jarak 10 meter. Gol yang langsung disambutnya dengan tarian khas Brasil yang kerap dia pertunjukkan saat masih berseragam Barcelona.

"Ronaldinho member kami gol yang hebat dengan gayanya. Dia juga mengatakan kalau mendedikasikan gol itu buat ulang tahun saya, seluruh tim melakukan itu dan saya sangat gembira dengan pemberian ini,” ungkap Silvio Berlusconi.


( din / a2s ) Doni Wahyudi - detiksport

23 September 2008

Sheva: Begitulah Mourinho


Rabu, 24/09/2008 00:10 WIB
Milan - Kebiasaan Jose Mourinho yang suka mengumbar kata-kata pedas masih terbawa hingga ia melatih di Seri A. Andriy Shevchenko tak kaget dengan hal itu. Menurutnya, memang demikianlah sifat Mourinho.

Dulu, ketika masih melatih Chelsea di Premier League, beberapa rivalnya sesama manajer pasti sudah terbiasa kupingnya dibuat memerah oleh Mourinho. Tanyakan saja kepada Arsene Wenger. Manajer Arsenal asal Prancis itu pernah disebutnya "voyeur" alias tukang ngintip karena terlalu sering mengomentari urusan Chelsea.
Atau seberapa seringnya ia saling melempar psy war dengan Sir Alex Ferguson. Hal itu bisa dimaklumi mengingat ia, bersama The Blues, telah muncul sebagai pengganggu dominasi Sir Alex dan Manchester United di Premier League.
Namun, sepedas apapun komentar Mourinho ia tetaplah sosok yang dirindukan. Sir Alex tak ragu mengakui ia telah kehilangan rival berat ketika The Special One mundur dari jabatannya sebagai manajer Chelsea tahun 2007.
Kini kebiasaannya itu masih terbawa hingga melatih Inter Milan di Seri A. baru tiga pekan Liga Italia berjalan, ia sudah memiliki musuh baru bernama Pietro Lo Monaco, salah seorang petinggi Catania. Lo Monaco sebal dengan perkataan Mourinho yang mengatakan Inter bisa saja menekuk Catania hingga 5-1.

Kasus adu mulut antara keduanya pun mengundang pejabat Italia untuk berkomentar. Roberto Maroni, menteri dalam negeri Italia, bahkan sampai memperingatkan Lo Monaco untuk tak kehilangan kendali. "Saya tidak berhak ikut campur, tapi ketika seorang direktur mengatakan bahwa seorang pelatih perlu ditampar wajahnya, saya berharap Lega Calcio atau Federasi Sepakbola Italia segera mengambil tindakan," demikian ucap sang menteri.
Kini ada satu orang lagi yang berkomentar mengenai Mourinho, yakni Shevchenko. Karena pernah berada di bawah arahan pria asal Portugal itu di Chelsea, Sheva pun paham betul bagaimana sifat mantan bosnya itu.
"Mourinho belum berubah, masih seperti ketika di Inggris dulu. Dia selalu mengungkapkan apa yang ada di pikirannya, apa yang menurutnya benar," tandasnya di Reuters.

Sikap Mourinho yang blak-blakan itu tak hanya mengundang benci, tetapi juga respek. Gelandang Inter, Amantino Mancini, suatu waktu menyebut sifatnya yang tak suka basa-basi itu justru sebuah hal yang mengesankan.
"Dia akan langsung mengatakannya di depan muka Anda jika bermain sangat jelek. Kejujuran semacam itu membuat saya sangat terkesan."

( roz / arp )Rossi Finza Noor - detiksport,Reuters/Yiorgos Karahalis

17 September 2008

Start Buruk & Tantangan bagi MU


Kamis, 18/09/2008 10:53 WIB
Reuters/Phil Noble
Jakarta - Manchester United mengalami start yang tak bisa dibilang bagus di awal musim. Terakhir mereka hanya bermain imbang dengan Villarreal. The Red Devils pun kini memiliki tantangan yang tak bisa dibilang mudah.

Ya, MU mengawali musim ini dengan status sebagai double winners. Pasukan Sir Alex Ferguson adalah juara kompetisi Premier League dan Liga Chamions musim lalu. Namun, start yang mereka lakukan tak terbilang bagus.

Usai menjuarai Community Shield Agustus lalu, "Setan Merah" baru satu kali meraih kemenangan di laga kompetitif, yakni ketika menundukkan Portsmouth di Liga Inggris. Selebihnya mereka dua kali kalah, yakni dari Zenit St Petersburg dan Liverpool, dan dua kali ditahan imbang, oleh Newcastle United dan Villarreal.

Dua kekalahan yang mereka alami bisa dibilang merupakan pukulan yang cukup keras. Kekalahan dari Zenit membuat mereka harus melupakan trofi Piala Super Eropa. Sementara kekalahan di tangan Liverpool--yang merupakan rival berat mereka--membuat tersendat di Premier League dan harus puas berada di peringkat 14 klasemen sementara.

Usai ditahan imbang Villarreal di Liga Champions, Kamis (18/9/2008) dinihari tadi, bek Patrice Evra menungkapkan bahwa sebagai klub dengan status double winners, MU tengah menghadapi tantangan yang tak mudah. Ia berpendapat bahwa musim ini akan berjalan lebih sulit dari musim lalu karena ada dua trofi yang harus mereka pertahankan.

"Ini bukanlah sebuah tekanan besar, melainkan sebuah tantangan," ujarnya di situs resmi klub. "Sangat mudah memenangi sebuah trofi jika Anda bersama MU, tapi untuk mempertahankannya tentu sulit."

"Anda memiliki tantangan yang sangat besar untuk membuktikannya, untuk mempertahankan trofi Premier League dan Liga Champions. Itu jauh lebih sulit (sebagai juara)."

"Anda harus berlatih lebih keras setiap hari, tetapi saya bangga memiliki tantangan seperti ini. Jika Anda bermain untuk MU, Anda butuh tantangan seperti ini," tukas bek asal Prancis ini.
Pasukan Old Trafford akan melanjutkan perjuangan mereka di Liga Inggris akhir pekan ini. Minggu (21/9/2008), mereka akan berkunjung ke kandang Chelsea, Stadion Stamford Bridge. The Blues memiliki rekor belum pernah kalah di kandang dalam beberapa musim terakhir, sementara MU butuh kemenangan. Satu tantangan lagi bagi The Red Devils.

( roz / a2s ) Rossi Finza Noor - detiksport

16 September 2008

Benitez: Gerrard Fantastis!


Rabu, 17/9/2008 | 05:42 WIB

MARSEILLE, RABU - Pelatih Liverpool, Rafel Benitez mengaku sangat bahagia dengan permainan kapten tim Steven Gerrard yang kembali memesona. Bahkan, pada pertandingan Grup D Liga Champions di kandang Marseille, katanya, Gerrard bermain sangat fantastis. Padahal dia baru sembuh dari cedera.

Gerrard memang tak melakukan pertandingan dalam sebulan, karena cedera. Begitu sembuh dan tampil di kompetisi seketat Liga Champions, dia langsung menawan. Liverpool tertinggal dulu oleh gol Lorik Cana. Namun, Gerrard kemudian menyamakannya. Bahkan, dia pula yang mencetak gol penentu kemenangan 2-1 lewat titik penalti.

"Gol pertama Gerrard juga sangat fantastis. Tapi, secara keseluruhan tim kami juga bagus. Mereka telah bekerja keras untuk meraih kemenangan. Sangat menyenangkan kami meraih kemenangan di awal kompetisi dan kami akan bisa bermain lebih baik," kata Rafel Benitez.

"Kami sekarang berada di posisi yang memuaskan. Jika kami bisa memenangkan semua pertandingan kandang di grup ini, maka akan lolos ke babak selanjutnya," tambahnya.

Pada pertandingan itu, Benitez akhirnya menarik Gerrard dan Fernando Torres. Sebab, keduanya baru sembuh dari cedera dan dia tak ingin mengambil risiko.

"Ini agar kami bisa tetap memakan Gerrard dan Torres dalam permainan. Sangat berbahaya memaksakan mereka, setelah baru sembuh dari cedera. Makanya, di pertandingan berikutnya saya yakin Liverpool bisa tampil lebih baik," katanya.

Sementara itu pelatih Marseille, Erik Gerets juga memuji penampilan Gerrard. Menurutnya, dia sangat memengaruhi permainan.

"Dia pemain berkelas dunia dan dia telah membuktikannya. Hanya pemain berkualitas seperti dia yang bisa mencetak gol seindah dan sesulit dia," pujinya.

"Kami suah unggul lebih dulu dan tinggal mempertahankannya. Tapi, dengan adanya pemain seperti Gerrard, permainan bisa berubah. Dia mengubah permainan dan mencetak gol," pujinya lagi.

Tentang kekalahan timnya, Gerets mengaku sangat kecewa. "Hasilnya memang mengecewakan. Kami membuat banyak peluang untuk memenangkan pertandingan. Saya marah dengan hasilnya, sebab kami tak bisa memanfaatkan permain bagus kami dan semua peluang yang tercipta," sesal Gerets.

Meski begitu, dia masih optimistis Marseille bisa melangkah ke babak selanjutnya. "Kuncinya, kami tak boleh kalah di kandang lagi. Setelah ini, kami harus bermain di Atletico Madrid. Mereka sudah menang di pertandingan pertama lawan PSV Eindhoven. Jika kami gagal menang di kandang mereka, maka akan menghadapi situasi yang sangat sulit," jelasnya. (SCN) GETTY IMAGES

11 September 2008

Berbatov Impikan Bola Emas



Jum'at, 12 September 2008 - 08:03 wib
MANCHESTER - Dimitar Berbatov memiliki ambisi besar bersama Manchester United. Berbatov menegaskan siap bersaing dengan Cristiano Ronaldo untuk menggapai bola emas sebelum pensiun dari sepakbola.
"Saya sangat bermimpi bisa memenangkan bola emas, sebelum saya berhenti bermain sepakbola," ujar penyerang asal Bulgaria itu.

"Ketika saya sudah mencanangkan target, maka saya memiliki ambisi untuk menggapainya. Dengan bantuan tuhan, saya akan meraih sesuatu yang besar," tegas penyerang 27 tahun itu.

Berbatov direncanakan bakal menjalani laga perdananya mengenakan kostum Setan Merah pada pekan ini, saat bertandang ke Liverpool dalam lanjutan Premier League.

Sementara itu, mantan pelatih Berbatov di Bayern Leverkusen Klaus Augenthaler memiliki nasehat bagus buat pelatih Sir Alex Ferguson. Augenthaler mengatakan semangat Berbatov harus terus didorong.

"Berbatov merupakan pemain yang memiliki mental seperti pemain Brasil. Dia pemain yang sangat malas," kritik Augenthale seperti dilansir The Sun, Jumat (12/9/2008).

Namun Berbatov dengan tegas membantah pernyataan itu. "Saya tidak bisa berlari tanpa tujuan. Hal itulah yang membuat saya seperti pemain malas. Tapi saya mulai hati-hati. Saya menunggu kesempatan dan tidak mau membuangnya," pungkasnya.

(hmr) Hendra Mujiraharja - Okezone

Akhir Kejayaan Beckham


Akhir Kejayaan Beckham
Jum'at, 12 September 2008 - 10:29 wib

LONDON - Penampilan winger muda Arsenal, Theo Walcott, pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2010 melawan Kroasia langsung mencuri perhatian pecinta sepakbola Inggris. Bagaimana tidak, pemain 19 tahun itu mencetak tiga dari empat gol kemenangan untuk Inggris dan membawa Inggris ke puncak klasemen grup.

Sementara itu, David Beckham yang pernah menjadi ikon sepakbola Inggris hanya tampil sebagai pemain pengganti. Beberapa orang langsung menyebut tahun ini sebagai akhir dari era Beckham dan awal era Walcott.

Apakah kenyataan itu mengganggu seorang David Beckham?

Rupanya pemain yang pernah membela Manchester United itu tidak memusingkan hal tersebut. Pemain 33 tahun tersebut mengaku turut senang dengan penampilan Walcott dan kemenangan timnya atas Kroasia. Dia pun menyatakan tidak lagi berharap untuk selalu diturunkan dalam laga pertandingan Inggris.

"Saya senang untuk Theo dan tim. Saya senang bisa berada bersama mereka. Tapi saya tidak berharap untuk selalu bermain di setiap pertandingan," ungkap Beckham seperti dilansir Guardian, Jumat (12/9/2008).

"Saya tidak terlalu peduli apakah saya diturunkan atau tidak. Saya cukup senang dengan permainan tim dan meraih enam poin dari dua pertandingan," tambah gelandang yang kini membela Los Angeles Galaxy itu.

"Inilah kenyataannya sekarang. Saya senang bisa bermain dalam dua pertandingan kemarin, dan berharap bisa bermain lebih banyak. Tapi yang terpenting adalah Inggris bisa lolos kualifikasi," tandas Beckham.
(fmh) Defanie Arianti - Okezone

'Perhatian Tertuju ke City, Bukan MU'


Jumat, 12/09/2008 11:00 WIB

Manchester - Dua laga seru akan hadir di akhir pekan ini. Namun Manajer Manchester City Mark Hughes meyakini pertarungan skuadnya dengan Chelsea akan lebih menjadi perhatian daripada laga di Anfield.

City memang telah menjelma menjadi klub kaya baru setelah dibeli oleh Abu Dhabi United Group. Pada akhir pekan ini City akan menghadapi laga bergengsi yaitu menghadapi klub kaya Inggris lainnya yaitu Chelsea yang dimiliki taipan asal Rusia, Roman Abramovich.

Di pertandingan lain yang juga berlangsung di akhir pekan ini adalah pertemuan dua musuh besar yaitu Liverpool dan MU di Anfield. Meski demikian, Hughes sangat yakin bahwa pertarungan antara dua klub kaya akan lebih mencuri perhatian daripada laga di Anfield.

"Ada ketertarikan besar pada kami sementara ini. Meskipun ada pertandingan yang cukup besar lain yang akan berlangsung dalam waktu dekat ini, kami akan menggantikan yang satu itu," ungkap Manajer City, Hughes seperti dilansir Goal.

"Di saat ini identitas kami sangat besar saat ini dan ada juga ada cerita yang menyelimuti pertrandingan Chelsea dengan sudt yang berbeda dari masing-masing klub. Kami sangat sudah tidak sabar untuk melakukan pertandingan tersebut," tukasnya.

City kini memang sedang menjelma menjadi klub kaya raya setelah mendapatkan investor baru. The Citizen pun langsung mendapatkan sorotan setelah sukses mendapatkan Robinho. Mereka juga saat ini sedang mengincar nama-nama pesepakbola top Eropa.

Namun, Hughes tahu tim yang sukses membutuhkan proses. "Ini tidak akan terjadi dalam satu malam. Kami harus dapat memastikan struktur dan prosedur telah pada tempatnya guna menjamin semuan yang kami lakukan akan terus berlangsung untuk sukses jangka panjang." ( key / din ) Reky Herling Kalumata - detiksport

10 September 2008

Jadi Bintang, Walcott Merendah


Zagreb -
Tak pelak, bintang kemenangan 4-1 Inggris atas Kroasia di Zagreb adalah Theo Walcott. Akan tetapi 'singa muda' The Three Lions ini menolak untuk disebut demikian.

"Ini adalah sebelas bintang, seluruh tim yang bermain hari ini adalah bintang. Kami hanya ingin menunjukkan pada semua orang, fans, dan yang terkait dengan Inggris betapa kuatnya kita sebagai sebuah kesatuan. Kami baru saja membuktikannya malam ini, itu sangat brilian," ucapnya kepada Setanta, seperti dilansir Goal.
Walcott memang bintang di partai ini. Tak hanya sukses membalaskan dendam Inggris atas Kroasia, pemain Arsenal itu juga menorehkan hattrick ke gawang Stipe Pletikosa.
Terkait kepercayaan Fabio Capello memilih dirinya ketimbang David Beckham, pemain yang baru berusia 19 tahun ini mengaku sangat berterima kasih pada sang arsitek.

"Saya beruntung bisa diberikan kesempatan olehnya dan saya mendapatkan posisi forward di setiap pertandingan sekarang, dan akan terus saya kembangkan," ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa hasil ini akan menjadi suntikan besar bagi skuad John Terry cs untuk menatap partai demi partai.
"Well, ini menunjukkan bagaimana kebersamaan kita sejak dimulainya camp. Sepakbola yang kita mainkan menjadi sangat cerdas dengan gol yang kita ciptakan. Jadi Anda tahu kita bisa melakukannya saat melawan siapapun," tandasnya.

(ian/ian) Lily Indriyani - detiksport