Tampilkan postingan dengan label International. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label International. Tampilkan semua postingan

23 September 2008

Presiden Iran: 'Kerajaan' AS Mendekati Ambruk!


Rabu, 24/09/2008 08:55 WIB

New York - Presiden Iran Ahmadinejad berpidato di depan para pemimpin dunia lainnya dalam sidang Majelis Umum PBB. Dalam pidatonya, Ahmadinejad mencetuskan, "kerajaan Amerika" mendekati ambruk dan harus segera menghentikan keterlibatannya di negara-negara lain.

"Kerajaan Amerika di dunia sedang mendekati akhir perjalanannya, dan penguasa berikutnya harus membatasi intervensi mereka pada perbatasan mereka sendiri," kata Ahmadinejad.
Ahmadinejad juga menekankan bahwa program nuklir negaranya murni untuk tujuan damai. Bukan untuk memproduksi senjata nuklir seperti yang ditakutkan AS dan negara-negara lainnya.

"Beberapa kekuatan pengganggu telah berupaya merintangi aktivitas nuklir damai bangsa Iran dengan menerapkan tekanan politik dan ekonomi terhadap Iran," cetus Ahmadinejad.
Dalam pidatonya di markas besar PBB itu, Ahmadinejad juga mengecam perang AS di Irak. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (24/9/2008).

"Jutaan orang telah terbunuh atau cacat, dan para penginvasi itu tanpa rasa malu, masih berupaya memperkuat posisi mereka di wilayah itu dan mendominasi sumber daya minyak," kata Ahmadinejad.
Presiden Iran itu juga menuding keberadaan pasukan AS dan NATO di Afghanistan telah menyebabkan lonjakan tajam terorisme dan peningkatan produksi narkoba. Ahmadinejad memperkirakan aliansi AS tak akan pernah berhasil.
"Sepanjang sejarah, semua kekuatan yang memasuki Afghanistan telah pergi dengan kekalahan," tegas Ahmadinejad.

(ita/nrl) Rita Uli Hutapea - detikNews

17 September 2008

Lukisan Chavez Laku Rp 24 M


Kamis, 18/09/2008 06:11 WIB

Foto: AFP Jakarta - Menjadi pemimpin terkenal, apalagi kontroversial, pastinya membuat seseorang menjadi pusat perhatian. Demikian pula dengan Presiden Venezuela, Hugo Chavez. Lukisan karya Chavez ternyata laku dilelang dengan harga US$ 255.000 atau kira-kira Rp 2,4 miliar. Lukisan berjudul 'Bulan Yare' itu dibuat Chavez ketika mendekam di penjara pada tahun 1992.

"Lukisan itu sendiri dilelang dalam rangka penggalangan dana bagi kampanye partai Chavez," jelas salah seorang ofisial Partai Sosialis kepada AFP, Kamis (18/9/2008).
"Bulan Yare dibeli oleh sekelompok pengusaha sektor konstruksi," jelasnya. Penawaran terhadap lukisan itu semula dibuka pada angka US$ 14.000 sebelum sesi lelang dibuka.

Pada Februari 1992, Chavez melancarkan kudeta militer yang gagal menggulingkan Presiden Carlos Andes Perez. Chavez kemudian dijebloskan ke dalam penjara.
Lukisan tersebut menggambarkan pemandangan malam hari dengan sebuah bulan
besar menggantung di langit sebagaimana yang terlihat dibalik terali besi.

Pejabat Partai Sosialis tersebut menambahkan, uang yang dihasilkan dari penjualan lukisan tersebut akan digunakan untuk mendukung kampanye partai dalam pemilu regional dan kota 23 November mendatang.(alf/anw) lfian Banjaransari - detikNews

11 September 2008

AS Tidak Mau Dukung Serangan Israel ke Iran


Jumat, 12/09/2008 11:10 WIB


AFP Yerusalem - Israel kabarnya tengah menggodok rencana menyerang fasilitas nuklir Iran. Namun pemerintah Israel tidak mendapat 'lampu hijau' dari pemerintah AS untuk melakukan serangan itu.

Demikian diberitakan surat kabar Israel, Haaretz seperti dilansir Canada.com, Jumat (12/9/2008).
Menurut media besar Israel itu, AS telah menolak permintaan Israel akan bom-bom "bunker buster", tanker pengisi bahan bakar pesawat dan jalur melalui wilayah udara di Irak yang dikuasai AS, yang akan memberikan rute aman paling cepat antara Israel dan Iran.
Media tersebut tidak menyebut bagaimana dan kapan informasi itu diterima.
Menurut Haaretz, pemerintah Israel telah menyampaikan permintaan-permintaan tersebut kepada Presiden AS George W Bush ketika dia berkunjung ke Yerusalem, Mei lalu. Permintaan tersebut disampaikan kembali beberapa pekan kemudian ketika Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak berada di Washington.

"Pemerintah Amerika menjelaskan kepada Israel bahwa untuk saat ini mereka bertahan pada opsi diplomatik untuk menghentikan proyek nulir Iran. Dan Yerusalem tidak mendapat lampu hijau dari Washington untuk menyerang Iran," tulis Haaretz.
Akan tetapi AS setuju untuk menempatkan sistem radar canggih di gurun pasir Negev. Radar tersebut akan membuat Israel mampu menelusuri rudal-rudal yang diluncurkan sejauh 2 ribu kilometer. Sistem tersebut akan dioperasikan oleh beberapa personel militer dan warga sipil AS.

(ita/iy) Rita Uli Hutapea - detikNews