Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

13 Oktober 2008

Prabowo Kritik Kapitalisme


Selasa, 14/10/2008 12:38 WIB
Jakarta - Krisis ekonomi yang menghantui seluruh dunia saat ini menjadi perhatian khusus bagi capres dari Gerindra, Prabowo Subianto. Menurutnya, sistem pasar bebas yang sekarang berlaku dominan di dunia hanya menguntungkan segelintir orang dan menyebabkan penderitaan pada rakyat banyak.

"Amerika sendiri sudah mengakui pasar bebas yang tidak terkendali menyebabkan penderitaan pada rakyat banyak. Kapitalisme murni hanya menguntungkan segelintir orang," ujar Prabowo.

Hal itu dikatakannya dalam acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I dan Konsolidasi Partai Gerindra di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (14/10/2008).

Gerindra, menurut Prabowo, akan berjuang untuk melawan kapitalisme yang menyengsarakan rakyat banyak itu.
"Itu perjuangan saya. Itu perjuangan Gerindra," promosinya.
Untuk menjawab tantangan kapitalisme itu, putra begawan ekonomi Sumitro Djojohadikusumo sekaligus Ketua HKTI ini menawarkan konsep ekonomi kerakyatan dengan basis pertanian.
"Sejak dulu saya sudah memberikan platform mengenai ekonomi kerakyatan berbasis pertanian. Ternyata sekarang sejarah membuktikan kalau saya benar," tandasnya.
(sho/nrl)Didit Tri Kertapati - detikNews
(Foto: Didit TK/detikcom)

28 September 2008

JK: Yang Masih Coblos Hanya RI dan Kamerun


Jumat, 26/09/2008 15:08 WIB
Jakarta - "Di dunia ini yang mencoblos hanya tersisa 2 negara yakni Indonesia dan Kamerun. Kamerun adalah negara termiskin dan buta huruf meskipun bolanya hebat," ucap Wapres Jusuf Kala menanggapi contreng dan coblos surat suara pemilu.

Hal ini disampaikan JK dalam jumpa pers di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2008).

Dikatakan dia, mencoblos surat suara sudah diterapkan sejak pemilu tahun 1955. "Dan waktu itu buta huruf di negeri ini masih 50 persen dan sekarang tinggal 7 persen. Mayoritas penduduk sudah tidak ada yang buta angka," ujarnya.
JK mengatakan dengan adanya surat suara yang ada gambar dan nama calon mengharuskan kepada pemilih untuk membaca dan akhirnya menentukan hak pilihnya.

"Kalau dulu kan cuma angka," kata JK.

Lebih lanjut, JK menilai cara mencoblos akan lebih mudah dimanipulasi sehingga surat suara bisa batal. "Misalkan, kalau KPU iseng dan mereka cenderung mendukung Golkar, dia mainkan kukunya maka robeklah kartu itu dan tidak sah. Tetapi kalau contreng tidak bisa seperti itu," papar dia.(aan/iy)Anwar Khumaini - detikNews

SBY Santai Hadapi Syarat 30% untuk Capres


Senin, 29/09/2008 04:02 WIB
Jakarta - PDIP dan Golkar meminta supaya dalam RUU Pilpres mencantumkan angka 20-30 persen sebagai syarat parpol untuk dapat memajukan jagoannya menjadi capres. Presiden SBY tidak menganggap hal itu sebagai upaya untuk menjegal langkahnya.

"Saya sih fleksibel saja. Silahkan saja mana yang dianggap tepat untuk dijadikan syarat orang jadi presiden atau wapres," kata SBY saat berbuka puasa di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Minggu (28/9/2008).

SBY tidak terlalu memperdulikan syarat pencalonan itu. Hanya saja dirinya meminta supaya keputusan yang nantinya akan diambil jangan dikaitkan dengan kepentingan sesaat

Lebih lanjut SBY juga menjelaskan tentang dirinya yang bisa dijadikan musuh bersama dalam Pilpres mendatang. SBY paham dengan posisinya sebagai calon incumbent. Baginya, ini adalah konsekuensi dari politik sehingga harus siap menghadapi segala cobaan.

"Saya harus hadapinya dengan tegar," tegas SBY.

SBY berharap tidak ada lagi masalah black campaign dalam berkompetisi. Pencemaran nama baik justru akan menunjukan kalau demokrasi bangsa ini tidak sehat.(mok/crn)Anwar Khumaini - detikNews

SBY: Saya Belum Masuk Ring


Senin, 29/09/2008 07:20 WIB
Jakarta - Presiden SBY sudah menyampaikan niatnya untuk kembali bertarung dalam Pilpres 2009. Pada saat yang tepat, dia akan masuk 'ring tinju' untuk menghadapi dan menangkis langsung serangan dari sesama capres yang selama ini belum dilakukannya.

"Ibarat main tinju saya belum masuk ring sama sekali. Tentu supaya adil dan fair maka saya perlu masuk ring suatu saat," ujar SBY seusai buka puasa bersama wartawan di Istana Negara, Jakarta, Minggu (22/9/2008).

Di situ, SBY akan melancarkan 'balasan' terhadap serangan yang ditujukan padanya selama empat tahun terakhir. SBY mengaku akan mengambil kesempatan itu untuk menyampaikan pandangan dan pemikirannya, serta memberi klarifikasi atas berbagai isu dan melurus informasi-informasi miring yang beredar di masyarakat.

"Kalau saya tidak berani counter, maka semua oleh rakyat dianggap benar dan bisa timbulkan hal-hal tidak baik. Maka perlu saya jelaskan mana yang benar menjadi kelemahan dan kekurangan pemerintah, tapi ada juga yang terlalu didramatisir," jelas SBY.

Langkah diam selama ini dalam menghadapi serangan yang diarahkan kepadanya, diambil SBY untuk menjaga stabilitas politik nasional. Pemerintah tidak akan bisa bekerja maksimal memulihkan ekonomi nasional pasca krisis, bila situasi politik gaduh saling tuding para tokoh.

"Tapi karena kita akan masuk pada pemilu, tentu pada saatnya saya akan
menyampaikan counter," imbuhnya.(lh/mok)Luhur Hertanto - detikNews

24 September 2008

Emir Moeis Siap Dikonfrontir dengan Agus Condro


Rabu, 24/09/2008 13:31 WIB
Jakarta - Anggota FPDIP Emir Moeis disebut Agus Condro ikut menerima cek perjalanan usai terpilihnya Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior BI. Emir pun menyatakan siap dikonfrontir dengan mantan rekan sefraksinya itu jika KPK meminta.
"Saya ingin banget, ini mesti ada klarifikasi," ujar Emir saat ditanya apakah dirinya siap dikonfrontir dengan Agus Condro di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/9/2008).

Emir pun menolak berkomentar lebih jauh perihal namanya yang diadukan ICW ke Badan Kehormatan DPR terkait dugaan pelanggaran kode etik (suap) yang diterimanya.
"Melanggar kode etik? Menerima suap? Kode etik apa tuh? Siapa yang menerima suap?" ujar Emir.
"Saya nggak pernah terima suap, ini dulu yang penting," pungkasnya.

Emir Moeis ikut diadukan ICW ke Badan Kehormatan DPR bersama 76 anggota DPR lainnya dengan dugaan pelanggaran kode etik. Dalam data yang dirilis ICW, anggota DPR dari semua fraksi besar seperti PDIP, Golkar, PKB, PKS, PAN, dan PKB pun ikut tercatat.
(lrn/nrl)Laurencius Simanjuntak - detikNews

22 September 2008

Banyak Capres Muncul Amien: SBY Jangan Sampai Panik


Selasa, 23/09/2008 12:16 WIB
Rizal Temui Amien Rais
Jakarta - Menjelang Pemilu 2009, banyak tokoh maju menjadi calon presiden. Mantan Ketua MPR Amien Rais menyarankan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar tidak panik menghadapi situasi tersebut. Saran diberikan sebab Amien menilai saat ini SBY sedang paranoid.

"Saya sebagai kolega memberikan saran, Pak Yudhoyono jangan sampai panik. Jadi Pak Yudhoyono saat ini sedang mengalami paranoid" kata kata Amien usai bertemu dengan Ketua Komite Bangkit Indonesia (KBI) Rizal Ramli di kediamannya di kompleks Taman Gandaria, Jakarta Selatan, Selasa (23/9/2008).

Dalam pertemuan tersebut Amien, menyatakan dukungan kepada Rizal yang akan maju sebagai capres. Alasan Amien makin banyak capres makin bagus.

Tentang sikap paranoid SBY, Amien merujuk pada pernyataan SBY yang menyatakan Sri Sultan Hamengku Buwono X harus mengundur diri dari kursi gubernur bila ingin maju menjadi capres.

Amien juga menyatakan seharusnya tidak ada dikotomi antara capres muda atau capres tua. Menurutnya biar hal tersebut ditentukan sendiri oleh rakyat. "Biar rakyat yang menentukan," katanya.(nal/iy) Aprizal Rahmatullah - detikNews

20 September 2008

Gus Dur Pertimbangkan Maju Sebagai Capres Independen


Sabtu, 20/09/2008 13:45 WIB

Jakarta - Untuk maju sebagai calon presiden di Pemilu 2009, Gus Dur tak harus diusung oleh parpol. Gus Dur juga bisa maju melalui jalur independen.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Gerakan Nasional Calon Independen Fadjroel Rachman dalam acara Kongkow Bareng Gusdur di Kedai Tempo Jl Utan Kayu 68, Jakpus, Sabtu (20/9/2008).

"Daripada Gusdur golput akan lebih baik menjadi calon independen, sehingga suara golput itu kemungkinan menjadi ikut gusdur sebagai calon independen," ujar Fadjroel.

Menanggapi usulan tersebut, Gusdur mengatakan akan mempertimbangkannya. Menurut Ketua Dewan Syuro PKB ini, hal tersebut merupakan masukan baru bagi dirinya.

"Ini masukan baru. Saya akan bawa pada rapat gabungan Dewan Tanfidz dan Dewan Syuro," ujar Gusdur.

"Kalau esensi pemikirannya sih oke-oke saja, tapi karena undang-undang udah menegaskan bahwa demokrasi itu melalui parpol makanya saya berjuang dengan parpol yang saya sudah dirikan yaitu PKB. Jadi tergantung saya nanti," imbuhnya.
(lrn/djo) Novia Chandra Dewi - detikNews

17 September 2008

Tifatul Bantah Ingin Koalisi dengan PDIP


Kamis, 18/09/2008 11:11 WIB

Jakarta - Ketua Dewan Pertimbangan PDIP Taufik Kiemas dengan gamblang mengatakan Presiden PKS Tifatul Sembiring ingin berkoalisi dengan PDIP. Namun pernyataan itu dibantah langsug oleh Tifatul.

"Saya belum pernah mengatakan begitu. Saya hanya pernah bilang, untuk 2009, perlu koalisi antara partai nasionalis dan Islami. Itu koalisi yang bagus menurut saya," kata Tifatul kepada detikcom, Kamis (18/9/2008).
Tifatul menerangkan, partai nasionalis bukan hanya PDIP, tapi juga ada partai lainnya. "Ya kan partai nasionalis nggak cuma PDIP. Banyak partai yang lain juga kan?" jawabnya sambil tertawa.

Namun, Tifatul mengakui sudah melakukan komunikasi dengan partai yang dipimpin oleh mantan Presiden Megawati Soekarnoputri itu. Kedua partai itu pun sudah saling menghadiri acara yang digelar masing-masing partai.
"Tapi kan nggak bisa ketemu dua tiga kali langsung koalisi. Harus ada proses penyamaan visi dulu," ujarnya.

Untuk koalisi, kata Tifatul, bukan hanya dirinya sebagai pimpinan yang memutuskan. "Yang memutuskan untuk koalisi atau tidak itu ada di tangan Majelis Syuro PKS," tandasnya.
(ken/iy) Ken Yunita - detikNews

Muladi: SBY-JK Masih Dijagokan Mayoritas Kader Golkar


Rabu, 17/09/2008 14:29 WIB
Jakarta - Sejumlah tokoh disebut-sebut bakal menjadi kandidat calon presiden dan wakil presiden bermunculan di Partai Golongan Karya (Golkar). Namun sebagian besar internal partai berlambang pohon beringin masih tetap menjagokan pasangan SBY-JK.

"Saya juga di Golkar. Di Golkar itu banyak wacana soal capres, seperti ada Sri
Sultan, ada ini dan itu. Tapi, sebagian besar di Golkar menganggap pasangan
SBY-JK harus dipertahankan," ungkap Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Muladi di kantornya Gedung Lemhanas, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (17/9/2008).

Menurut Ketua DPP Partai Golkar bidang hukum ini, pasangan SBY-JK memang paling kuat untuk dicalonkan lagi oleh partai tersebut.

"Itu yang paling kuat dan paling menguntungkan. Boleh saja ada wacana Sri Sultan, Yuddy Chrisnandi dan Surya Paloh. Anggap saja itu hiruk pikuk demokrasi di Golkar, tapi sebagian besar di Golkar untuk mencalonkan SBY-JK lagi," jelasnya.

Namun begitu, lanjut Muladi, partainya belum secara resmi untuk menentukan siapa yang akan menjadi pasangan capres dan cawapres dalam Pemilihan Presiden 2009 mendatang.

"Golkar belum tentukan capres sebelum pemilu legislatif (DPR) dan kita tidak melakukan konvensi," tegas Muladi.

Pertimbangan kenapa SBY-JK masih dipertahankan, lanjut Muladi, sebab selama ini pemerintahan SBY-JK menunjukan perbaikan diberbagai bidang. Misalnya perdamaian di Aceh dan Malindo (kerjasama Malaysia-Indonesia) bidang ekonomi dan pembangunan.

Sayangnya, tambah Muladi, banyak kalangan masih melihat pada sisi kelemahannya saja. "Yang selalu mengemuka adalah kelemahannya, sedangkan kemajuannya tidak," pungkasnya.(zal/nwk) M. Rizal Maslan - detikNews (Foto: Dikhy Sasra/detikcom)

11 September 2008

Loncat Pagar, PBR Recall Ade Daud Cs dari DPR

Jumat, 12/09/2008 13:11 WIB

Bachrum Siregar (detikcom) Jakarta - Gara-gara nyalon jadi caleg di partai politik lain, anggota DPR Ade Daud Nasution, Bachrum Siregar dan Is Anwar Rajo Perak resmi direcall dari DPR dan dipecat dari keanggotaan Partai Bintang Reformasi (PBR).

Anggota Komisi VII DPR Ade Daud Nasution masuk dalam daftar caleg PAN untuk pemilu 2009. Sementara anggota Komisi I DPR Bachrum Siregar diketahui menghadiri Baiat dan Penandatangan Pakta Integritas Anti Korupsi Caleg PKB 2009 di Hotel Century Park, Jakarta pada Minggu 7 September 2008. Sedangkan, anggota Komisi IX DPR Is Anwar Rajo Perak diketahui mengantongi bukti fotokopi kartu anggota PPP atas namanya.

"Ketiga orang itu kita pecat demi menjaga kewibawaan partai," kata Sekjen PBR Rusman Ali kepada detikcom, Jumat (12/9/2008).

Dikatakan dia, posisi Ade sebagai anggota DPR akan digantikan Asnawi Mardani nomor urut 2 Dapil Banten. Bachrum digantikan dr. Faisal nomor urut 3 Dapil Sumut 2 dan Is Anwar digantikan Zulhendri nomor urut 2 Dapil Sumbar.

Menurut Rusman, tiga orang Pengganti Antar Waktu (PAW) tersebut mulai aktif menjadi anggota DPR hari ini. "Surat sudah masuk ke DPR, dan mereka sudah ke Jakarta," ujarnya.(lrn/aa Laurencius Simanjuntak - detikNews

07 September 2008

Nathania Jadi Caleg di Tengah Apatisme Politik Anak Muda


Minggu, 07/09/2008 16:23 WIB
Caleg PKB Termuda

Jakarta - Usianya baru 20 tahun. Dia menjadi calon anggota legislatif (caleg) termuda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di saat sudah bergelar master dan menguasai 4 bahasa.

Dialah Nathania Regina. Sosoknya cukup menonjol di antara sekitar 500 caleg PKB di penandatanganan 'Pakta Integritas Caleg PKB' di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Minggu (7/9/2008).

Tengok riwayat pendidikannya. Saat pemuda seusianya masih baru lulus sarjana, dia sudah berhasil menyelesaikan masternya di jurusan bisnis internasional, Swiss, tahun 2008 ini.
Setelah sebelumnya dia menyelesaikan sarjananya di jurusan komunikasi California University tahun 2006.

"Iya, saya memang mendaftar sebagai caleg dari PKB. Saya masuk karena ingin menunjukkan, bahwa PKB itu partai terbuka. Karena itu semua elemen bangsa bisa terlibat, termasuk saya yang dari kalangan keturunan Tionghoa," ujar Nathania ketika ditanya alasannya menjadi caleg di PKB.
Selain itu, dia ingin menjadikan PKB sebagai partai yang modern. Yang salah satu ciri-cirinya diisi orang-orang profesional.

"Dengan latar belakang pendidikan itu saya berharap, PKB sebagai partai modern tidak hanya jargon. Apalagi, latar belakang saya dari kalangan minoritas, akan memungkinkan PKB menjadi partai termodern," kata caleg yang rencananya akan mewakili Kepulauan Riau ini.

Lantas apa rencana dia untuk daerah pemilihan (dapil)-nya itu?
"Di sana banyak sekali minoritas yang masih tidak suka politik. Dengan cara menyapa mereka, dan membuat program-program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, saya berharap dapat memperoleh dukungan," gadis bertinggi 161 centimeter ini.

Ketika ditanya mengenai besar dana yang dianggarkan untuk kampanye agar menang di dapilnya, gadis yang berprofesi sebagai petugas public relations di Hotel Crowne itu menjawab dengan diplomatis.
"Ya itu relatif, sesuai kebutuhan. Berkembang sesuai dengan situasi yang ada. Kita tidak bisa sebutkan sekarang," elak gadis berambut panjang ini.

Menjadi caleg, imbuh Nathania, merupakan debutnya di dunia politik. Namun, sudah banyak pengalaman organisasi yang dia kecap sejak di bangku SMU. Mulai dari organisasi sosial sampai keagamaan.
Dara penguasa 4 bahasa (Inggris, Spanyol, Jerman, dan Mandarin) ini tidak takut akan dunia politik yang bagi mayoritas anak muda, terkesan kejam. Dia malah mengajak anak muda untuk tidak anti-politik.
"Sebagai anak muda, saya ingin mengajak kepada anak muda lainnya yang selama ini apatis dengan politik dan hanya mementingkan kehidupannya sendiri untuk bersenang-senang. Karena saya sadar, di tangan pemudalah masa depan bangsa ini dipertaruhkan," tegasnya.
"Kalau kaum mudanya kurang sadar akan tanggung jawab itu, bagaimana mau membangkitkan Indonesia di masa mendatang?" imbuh kelahiran Jakarta, 11 Desember 1987, ini.

Ketika ditanya tentang cara menghindari godaan, seperti korupsi dan suap di parlemen seandainya terpilih nanti, Nathania pun menjawab dengan mantap.
"Kalau saya sederhana saja, kuncinya di kejujuran. Kalau tidak ada niat untuk jahat dan curang, saya kira semuanya akan lancar. Intinya, jangan coba-coba bermain api," tandas dia.(nwk/nrlMuhammad Nur Hayid - detikNews

05 September 2008

Agus Condro: Taufiq Kiemas Tidak Pernah Ngantor Kok Tidak Di-PAW?

Jakarta - Agus Condro meradang karena dipecat dari FPDIP DPR. Kini statusnya hanyalah anggota moncong putih belaka. Jelas dia kecewa karena merasa diperlakukan tidak adil.

Dia mempertanyakan sikap PDIP dan fraksi yang hanya mendiamkan orang-orang seperti Taufiq Kiemas yang tidak pernah masuk kantor, Ganjar Pranowo yang pernah mengaku menerima gratifikasi dan anggota FPDIP lainya yang menerima, tapi tak jujur mengakuinya.
"Yang saya heran, kok cuman saya aja yang diberi sanksi. Mas Ganjar kan ngaku, Mas William Tutuarima kan juga ngaku di KPK, kok nggak diapa-apain. Mas Taufiq, hampir tidak pernah datang rapat-rapat. Kok nggak di-PAW. Kan lebih baik di-PAW biar diisi orang yang bisa Jumat" gugat Agus.

Apakah akan melayangkan gugatan atas pemecatan DPP PDIP," Nanti itu dipikir Jumat,. Ini persoalan kecil. Jangan dibesar-besarkan soal pencoretan dan PAW saya,"pungkas Agus.
William Tutuarima telah mengakui pada KPK menerima Rp 50 juta dari Hamka Yandhu terkait aliran dana BI. Sedangkan Ganjar Pranowo pada pers mengaku menerima dana dari BI untuk perjalanan anggota DPR ke New York dan London.

Sedangkan Taufiq Kiemas yang juga suami Megawati Soekarnoputri adalah anggota Komisi I DPR.(yid/nrl)Muhammad Nur Hayid - detikNews,Jumat, 05/09/2008 15:19 WIB

04 September 2008

Maswadi: PDIP Berperilaku Orba

Jumat, 05/09/2008 10:15 WIB
Agus Condro Dipecat

Jakarta - Agus Condro dipecat dari sebagai anggota FPDIP DPR karena di hadapan partai dan publik mengaku menerima suap. Sikap ini dinilai mirip dengan gaya Orba.
"Itu perilaku Orba. Kalau orang yang menyalahkan Orba, orang itu yang ditangkap," ujar pengamat politik dari UI Prof Dr Maswadi Rauf kepada detikcom, Jumat (5/9/2008).
Maswadi juga menilai, sikap PDIP membuat citra PDIP di mata publik buruk. Padahal sikap Agus tersebut justru ditunggu-tunggu rakyat.

"Dengan dipecat, citra PDIP buruk. Istilahnya meniup peluit atau terompet. Artinya orang yang membongkar kecurangan kok dipecat? Justru orang itu harus dilindungi," terang dosen FISIP UI ini.

Maswadi menganalisa, PDIP memecat Agus karena malu saat Agus mengaku menerima uang Rp 500 juta setelah pemilihan Deputi Gubernur Senior BI Miranda Goeltom.
"Dia dianggap salah dan memalukan partai. Itu pandangan yang salah, justru sikap Agus untuk membersihkan PDIP," terang dosen FISIP UI ini.

Menurut Maswadi, ada ketidakadilan sikap PDIP terhadap kader-kadernya. Anggota FPDIP selain Agus yang menerima suap tidak diberi sanksi. "PDIP takut dibongkar semuanya," kata Maswadi.
Maswadi pun meminta Agus untuk terus maju membongkar kebrobokan di tubuh PDIP. "Dia harus terus membongkar. Tidak hanya dia, siapa pun yang punya informasi harus melapor," tandas pria berkaca mata ini.
(nik/nrl) Niken Widya Yunita - detikNews