03 Maret 2009

Hillary Berjanji Upayakan Pembentukan Negara Palestina



Rabu, 04/03/2009 09:35 WIB
Yerusalem - Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Hillary Clinton berjanji akan bekerja mengupayakan pembentukan negara Palestina.

Dalam kunjungan pertamanya sebagai Menlu ke Timur Tengah, Hillary mengumumkan dirinya mengirimkan dua perwakilannya ke Suriah, negara yang telah lama berseteru dengan Israel. Hubungan Suriah dengan AS juga dilanda ketegangan selama bertahun-tahun.

"Ada sejumlah isu antara Suriah dan AS serta keprihatinan regional yang jelas didatangkan oleh Suriah," kata Hillary usai pembicaraan dengan Menlu Israel Tzipi Livni seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (4/3/2009).

Hillary juga menekankan komitmen AS atas pembentukan negara Palestina yang hidup berdampingan dengan damai bersama Israel. Ini konsep lama yang menjadi jantung upaya untuk menghentikan konflik Timur Tengah yang telah berlangsung beberapa dekade.

"Itu penilaian kami... bahwa pada akhirnya, keharusan bekerja menuju solusi dua negara tak bisa terhindarkan," tutur Hillary.

Dalam kunjungannya ke Israel, Hillary juga mengadakan pertemuan dengan Benjamin Netanyahu yang terpilih menjadi Perdana Menteri baru Israel.
(ita/iy)Rita Uli Hutapea - detikNews
AFP

Manajer Sarijaya Gantung Diri


Rabu, 04/03/2009 09:38 WIB
Jakarta - Satu lagi korban pasar modal yang meregang nyawa. Setelah kasus bunuh diri nasabah Bank Century yang membeli reksa dana Antaboga Delta Sekuritas Indonesia, kini kejadian bunuh diri menimpa manajer PT Sarijaya Permana Sekuritas.

Korban bernama Afwan Surya Hendra adalah manajer SPS di kantor pusat Jalan Sudirman Jakarta. Korban ditemukan tewas dengan cara gantung diri pada Selasa malam (3/3/320090 pukul 21.00 WIB.

"Penyebab pastinya belum tahu," kata seorang kerabat korban ketika dihubungi detikFinance, Rabu (4/3/2009).

Korban beralamat di jalan Jalan Batu Ampar Batu Permata 4 Ujung RT 07 RW 05 No 7 Condet Jakarta Timur

Sarijaya saat ini memang tengah mengalami kesulitan likuiditas karena kegiatan perdagangan saham perseroan dibekukan oleh Bursa Efek Indonesia setelah kasus penggelapan nasabah yang dilakukan Komisaris Utama Sarijaya Herman Ramli senilai Rp 245 miliar.

Herman Ramli kini masih mendekam di tahanan Bareskrim Mabes Polri. Selain kasus penipuan, Herman Ramli juga tersandung kasus money laundering.

Karyawan Sarijaya juga saat ini banyak yang gelisah karena pembayaran gaji mereka tersendat.Indro Bagus SU - detikFinance
(Foto: Indro-detikFinance)

25 Februari 2009

LSM Perempuan Minta Lagu Madu 3 Ahmad Dhani Dilarang Edar


Kamis, 26/02/2009 12:39 WIB
Jakarta - Lagu Ahmad Dhani, 'Madu 3' yang menceritakan enaknya berpoligami dinilai sangat provokatif. Lagu Malaysia yang didaur ulang pentolan grup band Dewa itu pun diminta tidak beredar.

"Seharusnya dilarang beredar karena ada hak-hak kelompok lain yang dilanggar," kata Manager Riset LSM Perempuan Kalyanamitra Hegel Terome saat dihubungi detikcom, Kamis (26/2/2009).

Selain provokatif, lagu 'Madu 3' juga dapat membahayakan kalangan remaja. "Itu kan Band Dewa disukai remaja. Lagu itu bisa jadi legitimasi baru buat mereka. Itu sangat bahaya," tandasnya.

Menurut Hegel, jika lagu tersebut benar-benar tersebar ke publik, pihak-pihak tertentu bisa menggugat Dani. "Kaum perempuan bisa menggugat dia karena lagu ini melanggar hak-hak perempuan. Selain itu, para seniman yang berkesenian secara baik bisa juga merasa terganggu dengan lagu ini. Mereka bisa saja menggugat," tandas pria peduli gender ini.

Hegel menilai, lagu yang menceritakan seorang pria yang memiliki istri dua itu adalah persoalan pribadi Ahmad Dhani. Sebagai seorang seniman, tidak seharusnya mantan suami Maia Estianty itu menjadikan persoalan pribadi dalam karya seninya.

"Kalau saya melihat, itu (lagu Madu 3) kompensasi dari seorang laki-laki yang tidak mampu mengobati sakit hatinya," ujarnya. (ken/iy)Ken Yunita - detikNews
Foto: Dok detikcom

19 Februari 2009

'Facebook Picu Kanker dan Stroke'



Jumat, 20/02/2009 07:17 WIB
London - Kecanduan Facebook bisa memicu penyakit berbahaya seperti kanker karena situs itu menurunkan level kontak fisik seseorang. Itulah klaim yang dikemukakan ahli psikologi Inggris, Dr Aric Sigman.

Menurut Dr Aric yang mempublikasikan artikelnya di jurnal Biologist, situs semacam Facebook atau MySpace memang dibuat untuk memperkaya kehidupan sosial. Namun kenyataannya malah membuat orang terpisah satu sama lain karena keasyikan berinteraksi secara virtual.

Menurutnya, fenomena tersebut dapat menimbulkan efek biologis. Kurangnya pertemuan face to face dikatakannya bisa mengubah kerja gen, mengganggu respon kekebalan, level hormon, fungsi arteri dan mempengaruhi keadaan mental.

Ujung-ujungnya, keadaan tersebut diklaim bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan serius seperti kanker, stroke sampai dementia.

Dikutip detikINET dari BBC, Jumat (20/2/2009), Dr Aric memaparkan bahwa situs jejaring berperan penting membuat orang semakin terisolasi. Buktinya, waktu yang dihabiskan orang untuk berinteraksi langsung turun secara drastis semenjak adopsi media elektronik melonjak.

Ia mengklaim, interaksi di dunia nyata dengan orang lain memberi manfaat bagi tubuh, yang tidak diperoleh dari relasi virtual. Dijelaskannya, level hormon ataupun gen yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh berubah-ubah menurut jumlah waktu yang dihabiskan orang untuk berinteraksi fisik. ( fyk / faw ) Fino Yurio Kristo - detikinet
facebook (ist)

Dow Jones Terendah dalam 6 Tahun


Jumat, 20/02/2009 06:50 WIB
Jakarta - Indeks Dow Jones industrial average ditutup ke level terendahnya dalam 6 tahun terakhir. Salah satu pemicunya adalah kabar tentang nasionalisasi atas bank-bank bermasalah di AS.

Pada perdagangan Kamis (19/2/2009), indeks Dow Jones ditutup kembali turun 89,68 poin (1,19%) ke level 7.465,95, setelah sempat menyentuh 7.447,55. Indeks Standard & Poor's 500 juga turun 9,48 poin (1,20%) ke level 778,94 dan Nasdaq turun 25,15 poin (1,71%) ke level 1.442,82.

Saham-saham perbankan terjatuh hingga level terendahnya dalam 17 tahun terakhir oleh kabar nasionalisasi bank. Investor juga khawatir tentang rencana pemerintah untuk mengambil aset-aset bermasalah dari perbankan. Indeks KBW perbankan turun ke level terendah sejak 1992, dipicu oleh anjloknya saham Bank of America sebesar 14%. Demikian pula Citigroup yang turun hingga 13,8%.

"Terlihat sebuah 'kepulan asap di udara' bahwa kita semakin dekat dengan nasionalisasi bank, yang secara efektif bisa memusnahkan para pemegang saham," ujar Paul Nolte, direktur investasi Hinsdale Associates seperti dikutip dari Reuters, Jumat (19/2/2009).

Salah satu saham penggerak adalah General Electric yang sahamnya juga turun hingga 4% atau di bawah 10% untuk pertama kalinya sejak tahun 1995.

Sementara Nasdaq juga terpukul oleh kabar mengecewakan dari Hewlett-Packard yang sahamnya turun hingga 8%. HP memperingatkan bahwa kondisi pasar yang lemah kemungkinan masih akan berlangsung.

Namun analis menyatakan bahwa meski menyentuh level terendah, namun belum terjadi aksi jual cepat seperti pada Oktober dan November lalu, sementara volume juga sangat tipis yang mengindikasikan kurangnya keyakinan.

"Tidak ada kepanikan seperti yang terjadi pada November lalu," imbuh Nolte.

Perdagangan memang cukup moderat, di New York Stock Exchange mencapai 1,49 miliar atau sama dengan rata-rata tahun lalu. Di Nasdaq, transaksi mencapai 2,04 miliar atau di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 2,28 miliar.

Harga Minyak Membaik

Sementara itu, harga minyak mentah dunia mulai membaik setelah data cadangan minyak mentah AS cukup mengejutkan. Departemen Energi AS merilis cadangan minyak mentah AS justru turun 200.000 barel, setelah beberapa pekan sebelumnya menunjukkan peningkatan sehingga membuat harga minyak terus terpuruk.

Kontrak berjangka utama New York untuk minyak jenis light sweet pengiriman Maret naik tajam 4,86 dolar menjadi US$ 39,48 per barel. Sementara minyak jenis Brent pengiriman April naik 2,44 dolar menjadi US$ 41,99 per barel.
Nurul Qomariyah - detikFinance
Foto: Reuters